Diduga Salah Obat Di Klinik, Ibu Yang Baru Menyusui Meninggal

oleh -45 views

Diduga Salah Obat Di Klinik, Ibu Yang Baru Menyusui Meninggal

 

ANTERO.CO SERANG – Sungguh malang nasib yang dialami Marlina umur 28 tahun asal kampung Cirendue pande Rt.10/Rw.03,desa Cirendue ,kecamatan Petir, kabupaten serang. ini awalnya berniat berobat di sebuah Klinik . Namun Dokter diduga memberikan obat yang salah, sehingga kondisinya justru memburuk sampai akhirnya meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan Awak media , Marlina dilaporkan diberi obat pil berbentuk tablet Bisoprolol, Fumarate, sesuai anjuran dokter Klinik tempatnya berobat .

Bisoprolol adalah obat untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi, angina pektoris, aritmia, dan gagal jantung. Bisoprolol termasuk ke dalam golongan obat penghambat beta (beta blockers).

Ferrous fumarate adalah suplemen zat besi yang digunakan untuk mengobati atau mencegah kekurangan zat besi. Kondisi ini biasanya sering terjadi pada wanita hamil dan orang dengan anemia. Zat besi termasuk dalam kelas obat yang disebut vitamin. Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel-sel darah merah dan menjaga kesehatan

Marlina meninggal dunia, pada selasa malam jam 12:00 Wib di kelinik ar-rahman, wilayah kubang kecamatan petir kabupaten serang ,diduga akibat obat yang di konsumsinya dari dokter spesialis klinik rawat inap,ar-rahmah, obat, sesak nafas ,dan batuk, tapi di keterangan resep dokter tertera tertulisan dengan jumlah 5 bua rupa obatnya berbentuk 4 tablet dan 1 botol sirup.

Tetangga rumah korban Inisial (ng) mengatakan sangat disayangkan, bahwa warga cirendue ini ,bertujuan berobat medis ke kelinik ar-rahmah karena berdekatan jarak dengan rumah bukannya reda, malah meninggal dunia. diduga penyebabnya, adalah obat yang diberikan kepada pasien marlina, berbentuk tablet bisoprolol , fumarate, yang baru dikonsumsi 1/2 pil yang baru diminum , sesuai anjuran dokter, pasien dalam jangka waktu selang beberapa menit mulutnya mengeluarkan busa,dan pada saat itu pula pihak keluarga pun, lansung kembali membawanya ke kelinik ar-rahmah kembali.

Namun marlina tidak dapat tertolong setelah sesampainya diklinik menghembuskan nafas terahirnya diruangan kelinik ar-rahmah nyawanya tak bisa diselamatkan, karena busa yang keluar dari mulutnya tak henti-henti keluar.

Dalam surat keterangan pelaporan sakit marlina saat masuk keklinik hanya 1 keterangan tanggal 28 maret 2020 tapi heran setelah marlina meninggal Nampak muncul catatan ke2 tanggal 29 maret di catat,dengan tinta dibuku, bahwa pasien kena serangan jantung, sedangkan keluarga korban, mengatakan bahwa marlina, tidak punya penyakit riwayat jantung, terangnya (NG)salah satu tetangga rumahnya

 

Saat awak media komfirmasi ke kelinik yang ada hanya dokter Rijal yang sedang bertugas , ia pun bersedia menerangkan terkait pasien marlina meninggal dugaan itu awal datang pasien, waktu itu malam hari jam 19:00 Wib menurut saya kalo secara medis sudah benar katanya, Rijal 30/03/21

Akan tetapi saya juga tidak menyangka kalo kejadianya bisa seperti ini, pasien bisa Overdosis dan lansung meninggal dunia di kelinik ini. Terangnya Rijal

Saya akan jawab sebisa saya, karna posisi saya di sini hanyalah sebagai dokter, yang membantu saja, karna bukan kewenangan saya, ada pun hal yang lainnya terkait urusan pasien meninggal itu urusanya dokter Irwan beliau, lah yang pada saat itu menangani marlina dan keterangan yang dicatat untuk resep juga ,bukan saya? Imbunya. rijal kepada awak media di ruangan kelinik ar-rahmah(Bahrudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *