Diduga Ditinggalkan Keluarganya, Bocah Malang Ditemukan Warga Tengah Menangis di Pinggir Jalan

oleh -37.935 views

Balita tanpa identitas yang Ditemukan Warga di Pinggir Jalan di areal Perumahan Bumi Mas Sampay, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Lebak, Banten, Selasa (7/07)

 

ANTERO.CO LEBAK – Balita atau anak dibawah lima tahun berjenis kelamin laki-laki berusia sekira 2,5 tahun diduga ditinggalkan keluarganya ditemukan warga di pinggir jalan, tepatnya di areal perumahan Bumi Mas Sampay (BMS), Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (7/7/2020).

Informasi diperoleh, penemuan balita 2,5 tahun tanpa identitas tersebut, dipicu dari jeritan tangisnya. Kemudian, salah seorang warga menghampiri bocah malang tersebut yang pada saat itu tengah berada di pinggir jalan.

Erat, salah seorang warga setempat mengatakan, sekitar pukul 10. 00 WIB, balita tersebut terlihat menangis dan berlari dari dalam perumahan seperti mengejar salah seorang keluarganya, dan hendak menyebrangi jalan.

“Karena khawatir terjadi sesuatu. Sehingga, bocah yang diketahui tidak ditemani keluarganya saya gendong,” ujarnya saat ditemui media dirumahnya.

Karena cemas, ungkap Erat, melihat bocah terus menangis. Kemudian, ia bersama warga perumahan lainnya, bergegas mengumumkan melalui pengeras suara untuk mendapatkan respon dari keluarganya yang merasa kehilangan anaknya.

“Namun, setelah diumumkan tidak ada warga yang mengenalnya,” tukasnya.

Menurutnya, tidak lama kemudian, anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Warunggunung mendatangi lokasi penemuan balita malang tersebut, setelah ia bersama warga lainnya melaporkan melalui sambungan seluler.

“Sebelum diserahkan, untuk sementara balita itu tinggal di rumah kami. Kini, Bocah tersebut sudah dibawa ke puskesmas oleh anggota polsek,” paparnya.

Sementara itu, Kanit Intel Polsek Warunggunung, AIPDA Nur Efendi membenarkan jika pihaknya sudah membawa balita tanpa identitas tersebut ke pihak puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan kesehatannya.

“Kondisi balita tersebut, sudah bisa berdiri kembali. Namun, belum berbicara,” terangnya

Ia menegaskan, upaya yang dilakukan saat ini, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi.

“Semoga kami bisa secepatnya mengungkap identitas balita tersebut dan menemukan orang tuanya,” tandas Kanit Intel AIPDA Nur Efendi.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *