Dibalik Sejarah Black friday – Hari belanja dengan diskon besar

oleh -0 views
Black Friday
Dibalik Sejarah Black friday

Black Friday dikenal sebagai hari belanja dengan diskon besar. Acara ini digunakan untuk menargetkan barang-barang dari merek-merek tertentu untuk banyak orang.

Selain membuat konsumen senang, hari libur hitam juga membuat perusahaan ritel senang. Karena, mereka akan melihat catatan entri berwarna hitam yang artinya mereka mengalami untung.

Sejarah Black friday

Namun dibalik yang semarak dan penuh gejolak, ada kisah sedih dibalik kisah black Friday. Peluncuran dari history,com pada Jumat (11/24/2017), penggunaan istilah black Friday tidak dimaksudkan untuk hari belanja menjelang liburan akhir tahun. Sebaliknya itu ditujukan pada krisis keuangan yang terjadi di pasar emas Amerika Serikat pada 24 September 1869.

Dua pemodal terkenal Wall Street, Jay Gould dan Jim Fisk, bekerja sama untuk membeli sebanyak mungkin emas di Amerika. Mereka berharap mereka bisa menjualnya lagi dengan harga tinggi.

Sayangnya, pada hari Jumat di bulan September, kolaborasi Jay dan Jim akhirnya bubar yang mengakibatkan jatuhnya pasar saham. Oleh karena itu, Jumat disebut sebagai black friday untuk pemain saham dan pebisnis.

Ditutupi oleh cerita lain

Kisah tentang black friday yang lalu digelapkan oleh kegembiraan diskon besar-besaran oleh sejumlah penjual. Di mana di perusahaan ritel black friday juga akan mengalami untung besar.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kisah gelap lain tentang black Friday beredar. Pada 1800-an, seorang pemilik perusahaan perkebunan di Amerika Selatan membeli pekerja dengan harga sangat murah.

Namun pada 1960-an, perusahaan ritel mengubah tren black friday menjadi hari-hari belanja dengan diskon besar. Diskon besar ini menggoda semua orang untuk berbelanja untuk kebutuhan mereka sebelum Natal dan Tahun Baru.

Gambar hitam gelap tidak sepenuhnya hilang. Karena, pada hari itu sejumlah polisi di beberapa negara harus berusaha keras untuk mengamankan kerumunan orang yang memblokir lalu lintas pada Black Friday.

Semua orang akan pergi berbelanja di pusat kota untuk mendapatkan barang diskon yang mereka cari. Padahal mereka harus bisa beristirahat setelah Thanksgiving.

Black Friday bukan hanya budaya bagi orang Amerika, tetapi telah menjadi budaya global yang bersifat prediktif di beberapa negara termasuk Indonesia.

Segala Sesuatu yang Perlu Anda Ketahui Tentang Black Friday

Pernahkah Anda mendengar apa itu Black Friday? Jika tidak, Anda tidak bermaksud secara harfiah, Black Friday adalah hari Jumat. Bukan seperti itu, karena Black Friday adalah istilah. Jadi apa arti dari hari ini? Semua yang kita diskusikan di sini.

Black Friday dapat dikatakan telah menjadi budaya populer di masyarakat AS dan telah menjadi hari yang sangat penting dan ditunggu untuk pembeli AS. Karena, pada hari ini, semua toko di AS memberikan diskon besar-besaran pada produk yang mereka jual. Bahkan dikatakan, diskon yang diberikan bisa mencapai 80%. Jadi jangan heran jika mereka bersedia membuat tenda dan menginap di depan toko yang menyimpan diskon besar. sehingga mereka bisa menjadi orang pertama yang memasuki toko impian mereka untuk membeli barang-barang super murah.

Apa itu Black Friday?

Dibalik Sejarah Black friday

Black Friday hanya berlangsung satu hari setiap tahun, pada hari Jumat setelah Kamis keempat minggu itu di bulan November atau setelah Thanksgiving. Di media sosial seperti Twitter, Black Friday telah menjadi salah satu topik paling populer di Indonesia yang para netizen bicarakan karena itu identik dengan awal musim belanja Natal. Selama perayaan hari belanja Black Friday, toko-toko dibuka lebih lama dan bersaing untuk menawarkan diskon besar-besaran atau pembersihan gudang untuk menarik pembeli. Di sinilah istilah Black Friday muncul karena pada hari itu saldo pembukuan toko offline dan online berubah dari merah (rugi) menjadi hitam (laba).

Baca juga:

Kapan Black Friday 2018 akan berlangsung? Kapan mulainya?

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, Black Friday terjadi satu hari setelah Thanksgiving, yaitu pada hari Jumat di minggu keempat bulan November setiap tahun. Untuk 2018, Thanksgiving di AS jatuh pada Kamis, 22 November 2018. Jadi Black Friday adalah Jumat, 23 November 2018.

Di Indonesia, hari-hari belanja massal seperti Black Friday sebenarnya sudah ada. Salah satunya adalah apa yang kita kenal sebagai Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) yang biasanya jatuh pada 12.12 alias 12 Desember atau hari Singel pada 11.11 (11 November). , hari-hari besar seperti Idul Fitri, perayaan Natal, atau Tahun Baru Cina juga memacu pusat perbelanjaan dan toko online untuk memangkas harga produk mereka.

Apakah Cyber Monday Itu?

Cyber Monday is Black Friday pada hari Senin setelah Jumat. Pada hari itu ada banyak transaksi online seputar barang-barang elektronik, komputer dan lain-lain. Tentu dengan harga yang lebih murah, karena ini adalah hari terakhir stok keluar dari gudang. Cyber Monday sebenarnya terinspirasi oleh perayaan belanja Black Friday yang diadakan pada hari Jumat setelah Hari Thanksgiving. Ketika penjual beroperasi pada bulan Januari November, sebagian besar dari mereka mencatat kerugian / negatif yang dikaitkan dengan tinta merah, kemudian mendapat banyak keuntungan dari penjualan besar sebelum hari Natal dan Thanksgiving (Black Friday). Dalam praktik akuntansi dan keuangan, itu juga memiliki dampak positif dalam pembuatan laporan tahunan atau laporan tahunan.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *