Di DUGA PALSUKAN TANDA TANGAN BUKU AJB, JADIKAN OBJEK BACAKAN

oleh -109 views

Anter.co Kab. Serang – Dugaan pemalsuan tanda tangan ini terjadi di desa silebu, kec. Keragilan, kab. Serang, prov. Banten, yang melibatkan kepala desa silebu, menurut pengakuan pemilik tanah mad umar bahwasanya dia tidak merasa tanda tangan surat AJB untuk menyetujui penjualan tanahnya, namun tanpa sepengetahuannya tanah tersebut nyatanya sudah terjual tanpa konfirmasi tanda tangan darinya.,

Saat di wawancara awak media, sabtu 5 Juni 2021, Mad umar menjelaskan, “saya tidak di hadirkan dan saya tidak merasa menandatangani surat persetujuannya namun tanda tangan saya ada di situ, dan akhirnya sekarang tanahnya sudah terjual, tetapi saya tidak merasa tanda tangan di situ.” tegasnya.

Di sisi tempat yang berbeda, kedua saudaranya pun Tidak merasa menandatangani buku AJB tersebut jelasnya.

Namun pada saat konfirmasi oleh awak media PJ kepala desa, dia memaparkan bahwa tanda tangan tersebut yang ada tangan saya, saya akui “iya” karna pada saat itu sekdes dan kasi pemerintahan ketika menyodorkan kelengkapan surat untuk membuat akte jual beli (AJB) semuanya sudah beres, menurut penjelasan yg di sampaikan sekdes dan kasi pemerintahan kepada saya. Tandasnya

Hal ini akan saya musyawarahkan dengan pihak pihak terkait di kantor kepala desa pada hari Jumat, 4 Juni 2021, akan tetapi PJ kades silebu menghubungi pihak ahli waris Mad umar dan menyampaikan bahwa musyawarah tersebut di undur. tuturnya.

Di sisi lain, ketua umum DPP FKMB Iwan Setiawan menegaskan, “bahwa pihaknya akan melakukan upaya hukum melalui polres kabupaten serang sesuai dengan nomor surat tertanggal 06 Juni 2021, permohonan bantuan pendampingan hukum dari para ahli waris yang tanda tangannya di palsukan, dan meminta kepada pihak polres kabupaten Serang untuk memproses dan menegakkan hukum yang serius terkait pemalsuan tanda tangan para korban, memanggil para pejabat yang terlibat dalam pembuatan surat AJB nomor 91/2021” tegasnya.  ( Helmi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *