DI DUGA MODUS PEMBUATAN SERTIFIKAT TANAH, SYARAT PENIPUAN!!

oleh -33 views

Antero.co,Serang – Senin, 28 Juni 2021. //Modus calo pembuatan sertifikat tanah tidak menemui titik terang, yang terjadi di desa silebu, kecamatan Kragilan, kabupaten serang, Yang di lakukan oleh oknum ( RP ) pada saudara ( MU ) dengan modus dapat membuatkan sertifikat tanah dan meminta sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah namun di sinyalir adanya dugaan penipuan di karenakan sampai sekarang belum juga di buat.

Calo yg di duga melakukan tindakan penipuan berdalih bisa membuat surat sertifikat tanah tanpa kepala desa yang di lakukan oleh saudara ( RP ) dan meminta sejumlah uang terhadap korban hingga puluhan juta rupiah namun nyatanya belum juga selesai sampai sekarang.

Sertifikat kepemilikan hak atas tanah merupakan alat bukti otentik menurut undang-undang pokok agraria no. 5 tahun 1960. Atas dasar peraturan tersebut pemilik tanah berniat untuk membuat sertifikat tanah itu, melalui saudara ( RP ) yang mengaku bisa membantunya membuatkan sertifikat tanah tersebut namun di duga Sampai sekarang belum menemui titik terang.

Menurut pengakuan saudara MU pada awak media Minggu 27 Juni 2021, dirinya berniat membuat sertifikat tanah melalui saudara RP dengan sejumlah uang yang di minta berkisar 20 juta rupiah dan menyetujui itu, tapi tidak ada kejelasan sampai sekarang.

“Saya sudah memberikan dia (RP) uang sebesar 7 juta rupiah, tanahnya pun sudah di ukur ukur oleh petugas tapi tidak tau tidak ada kejelasan sampai sekarang, dan dia (RP) meminta uang lagi sampai 20 juta rupiah tapi saya tidak memberikan uang itu karna yang lalu saja belum ada hasilnya, dan sampai sekarang pun sertifikat tidak ada dan uangpun tidak di kembalikan” jelas MU pada awak media.

Di sisi lain pada saat ( RP ) di konfirmasi oleh awak media melalui via telpon ia memaparkan bahwa “Bahwa dana tersebut di pakai untuk jasa pengukuran, dan sisanya akan di musyawarahkan dengan rekan saya sdr ( WD ) dan akan segera di selesaikan” paparnya

Menyikapi hal tersebut sekretariat bersama keadilan masyarakat Banten Iwan Setiawan mengatakan “Agar masalah ini menjadi perhatian bagi masyarakat, agar masyarakat lebih berhati-hati untuk membuat surat sertifikat lebih baiknya, membuat surat sertifikat kepada yang bidangnya atau bagiannya tidak sembarang orang, yang di khawatirkan akan terjadi seperti sdr MU apalagi di masa sekarang Mapia tanah atau pembuatan surat sertifikat tanah palsu sedang menjadi tranding topik, dan sesuai alat bukti kuitansi pembayaran yang di keluarkan sdr MU kami akan meminta kepada APH untuk melakukan pemeriksaan khusus bagi para pelaku agar tidak lagi terjadi persoalan serupa seperti ini”
pungkasnya (helmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *