Demo di Balai Kota Bandung Hari Ini, Unjuk Rasa Soal PPKM, Sempat Terjadi Ketegangan

oleh -146 views
Demo di Balai Kota Bandung Hari Ini, Unjuk Rasa Soal PPKM, Sempat Terjadi Ketegangan
Demo di Balai Kota Bandung Hari Ini, Unjuk Rasa Soal PPKM, Sempat Terjadi Ketegangan

ANTERO.CO KOTA BANDUNG – Warga mengepung Balai Kota Bandung, Aksi unjuk rasa di Bandung ini terkait kebijakan PPKM. Sebelumnya pemerintah secara resmi mengumumkan perpanjangan PPKM hingga 25 Juli 2021.

Kini, sejumlah video aksi massa di Kota Bandung ini sudah beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @infobandungkota terlihat massa berkumpul di sekitar kantor Balai Kota Bandung.

Suasananya terlihat heboh dan ada keributan. Dalam informasi di akun Info Bandung Kota disebutkan sempat terjadi ketegangan di tengah demonstrasi. Ketegangan itu terjadi karena diduga ada copet.

“Pantauan terkini di kantor Walikota Bandung, Sempat terjadi ketegangan ditengah aksi diduga adanya yang memanfaatkan situasi untuk melakukan pencopetan di tengah aksi.
Untuk wargi Bandung yang akan melintas jln Wastukencana, harap mencari jln aternatif lain”.

Informasi ini juga dibagikan akun Instagram @beritakotabandung.
Disebutkan ada pencopetan saat terjadi aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung.

Kini, pencopet itu disebut telah diamankan oleh petugas. Situasi saat ini di Balaikota Bandung, aksi unjuk rasa sempat mencekam karena ada seorang pencopet yang beraksi di lokasi tersebut.

Mereka melakukan konvoi di sejumlah jalan. Seperti yang terpantau di lini masa, konvoi di antaranya dilakukan di Jalan Ahmad Yani.

Tak hanya itu, ratusan driver ojek online juga terpantau melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bandung

Dilaporkan yang diamankan adalah massa dari mahasiswa. Bahkan, tadi sempat terdengar ada suara ledakan.
Hingga siang ini, unjuk rasa dari driver ojek online masih terus berlangsung.

Namun, massa dari driver ojek online memilih mundur dan tidak bergabung dengan aksi mahasiswa. Ini menyebabkan jalan di dekat Balai Kota tak bisa dilalui.

Jalan yang tak bisa dilalui adalah Jalan Wastukencana. Perpanjangan PPKM Darurat ditenggarai menjadi penyebabnya.

Dilaporkan yang diamankan adalah massa dari mahasiswa. Bahkan tadi sempat terdengar ada suara ledakan.
Hingga siang ini, unjuk rasa dari driver ojek online masih terus berlangsung

Sebelumnya diberitakan, PPKM Darurat sudah resmi diperpanjang oleh pemerintah pusat. Penerapan PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli.
Jika demikian, bagaimana dengan rencana driver ojek online di Kota Bandung melakukan konvoi?

Ternyata, rencana konvoi keliling Kota Bandung menggunakan motor dan mobil sejumlah pengemudi ojek online di Kota Bandung, Rabu (21/7/2021) batal dilakukan.

Alasannya, tuntutan para pengemudi ojek online yang meminta diperbolehkan melewati penyekatan jalan saat PPKM Darurat sudah dikabulkan Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung.

Ketua komunitas ojek online Warriors of spartan (WOS), Muji Supri Yanto mengatakan, rencana konvoi tersebut batal setelah pihaknya bersama komunitas ojol lain menggelar audiensi bersama Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan (Dishub) kemarin.

“Alhamdulillah sudah ada titik temunya, jadi permasalahan dari PPKM itu intinya ojol ingin bebas, jadi khusus buat ojol dibuka (penyekatan) dengan syarat memperlihatkan aplikasi, kalau lagi narik dipersilakan, kalau enggak, tidak bisa lewat, seperti di Jakarta,” ujar Muji, saat dihubungi, Selasa (20/7/2021).

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transportasi Darat Jabar (F-SPTD), Achmad Ilyas Prayogi, mengaku sudah mengimbau kepada semua anggotanya untuk tidak ikut turun ke jalan melakukan aksi.

“Ini ada dua kubu, kemarin yang di Pendopo itu semua elemen masyarakat, kalau ojol sendiri saya selaku ketua umum mengimbau kepada rekan-rekan untuk tidak melakukan aksi demo, konvoi atau apapun,” ujar Achmad.

Pihaknya mengaku sudah menggelar audiensi dengan Dishub Jabar dan rencananya pada ini bersama anggotanya bakal kembali menggelar audiensi dengan Gubernur Jawa Barat.

Ia juga mengaku akan menyampaikan kepada Gubernur jika selama PPKM Darurat ini para pengemudi Ojol terkendala penyekatan jalan.
Padahal, kata dia, ojol merupakan salah satu sektor yang masuk dalam kritikal.

“Besok (hari ini-red) kami akan audiensi lagi dengan Gubernur Jawa Barat, kan ojol itu masuk sektor kritikal tapi pada pelaksanaannya aturan tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan, kita kesulitan mengantarkan pesanan, tadinya jarak hanya empat kilometer jadi delapan kilometer karena harus berputar-putar mencari lokasi. Nah, ini yang membuat teman-teman ojol kurang setuju,” katanya.

Ia menilai, di masa penerapan PPKM Darurat ini, peran ojol sangat penting dalam mensukseskan PPKM.
Sebab, kata dia, saat masyarakat dilarang ke luar rumah, ojol yang bertugas melayani.

“Justru kalau misalnya Pemerintah ingin PPKM ini berhasil, ya bagian-bagiannya harus bertugas dengan baik, kan selama PPKM ini harus ada yang melayani mengantarkan ke sana ke sini, kita yang melayani,” ucapnya. (Amir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *