Efek dan Pertolongan pertama Bila Terkena Gas Air Mata

oleh -4 views
Dampak Gas Air Mata Bagi Kesehatan
Dampak Gas Air Mata Bagi Kesehatan

ANTERO.CO – Dampak Gas Air Mata Bagi Kesehatan – Gas air mata umumnya digunakan untuk mengendalikan kerusuhan massa selama demonstrasi. Opsi itu dipilih sebagai alternatif yang lebih aman, daripada menggunakan benda tumpul, senjata tajam, atau senjata api yang bisa mengarah pada hal-hal yang lebih fatal.

Jenis-jenis Gas Air Mata

  • Tabung berwarna biru (DH001-6), tabung ini berjenis cluster smoke.
  • Tabung berwarna hijau (DH001-1DS), tabung ini berjenis smoke.
  • Tabung berwarna ungu (DH-001-5DS), tabung ini berjenis twist smoke.
  • Tabung berwarna kuning (DH001-4), tabung ini berjenis rubber ball.
  • Tabung berwarna merah (DH001-2DS), tabung ini berjenis powder.
  • Tabung berwarna silver (DH001-7), tabung ini berjenis flares bomb.

Ada beberapa jenis gas air mata. Tetapi yang paling sering digunakan adalah gas CS karena dianggap paling aman. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa gas CS dengan batas konsentrasi 5% relatif aman dan tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Selain gas CS, ada juga gas CN dan CR. Tetapi dua gas terakhir lebih sedikit digunakan karena lebih beracun. Pemerintah Amerika Serikat bahkan melarang penggunaan gas CR karena dianggap berpotensi menyebabkan kanker.

Efek Samping Gas Air Mata

Mata adalah organ tubuh yang paling terpengaruh oleh gas ini. Itulah sebabnya gas CS juga disebut ‘gas air mata’. Bahkan gas air mata dapat menyebabkan masalah kesehatan mata (54%).

Seperti namanya, mata yang bersentuhan dengan gas ini dapat memicu pelepasan air mata dalam jumlah besar. Selain itu, juga menyebabkan gatal, sensasi terbakar, dan masalah penglihatan.

Selain mata, gas ini juga memengaruhi sistem pernapasan (32%). Gejala pada saluran pernapasan termasuk batuk, nyeri dada, sesak napas, dan mengeluarkan banyak dahak dan air liur. Gejala-gejala ini akan lebih parah bagi mereka yang memiliki masalah alergi dan asma.

Bagian lain dari tubuh yang akan terpengaruh adalah kulit (18%). Gejala yang dapat timbul pada kulit adalah iritasi, nyeri, gatal, alergi, dan luka bakar kimia. Gas air mata juga dapat menyebabkan gejala sakit kepala dan muntah.

Gejala-gejala ini dapat terjadi 20-60 detik sejak kontak dengan gas air mata, dan akan membaik 10-30 menit setelah menghindari lingkungan yang terpapar gas.

Pertolongan pertama Bila Terkena Gas Air Mata

Jika Anda terkena gas air mata, segera hindari area yang terkena gas. Bilas mata atau organ yang terkena dengan air mengalir, setidaknya selama 10 menit.

Jika memungkinkan, akan lebih baik jika Anda membilas area kontak gas air mata menggunakan air garam steril (cairan intravena). Jangan lupa, lepaskan pakaian, topi, lensa kontak, dan benda-benda lain yang melekat pada tubuh setelah kontak dengan gas air mata.

Jika gejalanya masih persisten dan bahkan membebani – disertai dengan gangguan penglihatan permanen – setelah mengambil tindakan pertolongan pertama, segera konsultasikan dengan dokter. Bahayanya Gas Air Mata bagi Kesehatan

Bahan aktif apa saja yang terkandung dalam gas air mata?

Dalam satu kaleng gas air mata, terkandung:

Arang

Biasanya terbuat dari kayu yang dipanaskan sampai hampir murni karbon. Ketika pin kaleng/granat ditarik, sumbu akan menyulut bara: Ketika dikombinasikan dengan kalium nitrat, arang mudah terbakar.

Potasium nitrat

Potasium nitrat melepaskan sejumlah besar oksigen saat terbakar, yang akan semakin menyulut nyala api. Tanaman membutuhka kalium dan nitrogen sehingga KNO3 telah digunakan dalam pupuk selama berabad-abad. Pupuk dulunya berasal dari feses atau urin hewan ternak, namun sekarang dapat dibuat dari ammonia.

Silikon

Selagi arang dan potasium nitrat terbakar, unsur silikon diubah menjadi tetesan kecil silikon dioksida bersuhu 1371 derajat celcius (alias kaca super panas) yang kemudian bercampur dengan senyawa lain dalam kaleng tersebut.

Sukrosa

Sukrosa adalah bahan bakar api. Gula meleleh pada suhu 185 derajat celcius, suhu yang relatif rendah untuk memanaskan dan menguapkan senyawa kimia pembuat tangis tanpa merusaknya. Oksidator akan membantu menjaga pembakaran terus terjadi.

Potasium klorat

Potasium klorat adalah oksidator. Saat dipanaskan, KClO3 melepaskan oksigen murni dalam jumlah yang sangat dashyat. Potasium klorat juga terurai menjadi kalium klorida yang memproduksi asap dari granat.

Magnesium karbonat

Potasium klorat tidak bisa akur dengan asam (campuran ini mudah meledak). Magnesium karbonat, umum ditemukan dalam obat pencahar, alat pemadam kebakaran, dan kapur kolam renang, berfungsi untuk menjaga tingkat pH gas air mata sedikit basa; menetralisir semua senyawa asam disebabkan oleh kotoran kimia atau uap air. Ketika dipanaskan, senyawa ini melepaskan karbon dioksida yang membantu menyebarkan gas air mata dalam jangkauan yang semakin luas.

O-Chlorobenzalmalononitrile

O-Chlorobenzalmalononitrile adalah lachrymator, yaitu agen penghasil air mata. Senyawa ini juga menghasilkan sensasi terbakar di hidung, tenggorokan, dan kulit. Setidaknya 4 miligram O-Chlorobenzalmalononitrile per meter kubik ampuh membubarkan kerumunan orang. O-Chlorobenzalmalononitrile dapat berubah mematikan saat dosisnya mencapai 25 mg/m².

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *