Dampak Buruk Smartphone Untuk Anak-Anak

oleh -0 views
Dampak Buruk Smartphone Untuk Anak-Anak
Dampak Buruk Smartphone Untuk Anak-Anak

Dampak Buruk Smartphone Untuk Anak-Anak – Ada begitu banyak efek buruk dari smartphone untuk balita, namun orang tua meskipun mereka sudah tahu tapi mungkin karena cinta kepada anak masih meminjamkan atau bahkan memberikan smartphone atau tablet khusus pada mereka yang masih balita.

Alasan paling umum yang sering dijumpai adalah membuat anak bisa duduk dengan tenang dan tidak mengganggu aktivitas orang tua. Alasan lainnya adalah membuat anak-anak senang dengan memberinya hadiah gadget di hari ulang tahunnya, dengan mengisi gadget dengan berbagai permainan, video, dan aplikasi pembelajaran. Tetapi sebagian besar permainan dan menonton video untuk anak-anak di Youtube.

Baca juga: Bahaya Susu Kental Manis untuk Anak

Anak-anak di bawah usia 2 seharusnya tidak menghabiskan terlalu banyak waktu menggunakan gadget, baik itu smartphone, tablet atau komputer PC, menurut American Academy of Pediatrics. Selain itu, semakin kecil usia anak ketika mulai menggunakan gadget, semakin besar efeknya pada anak, tetapi otak balita berkembang pesat.

Dampak Negatif HP bagi anak

Dampak Negatif HP bagi anak

Berbagai efek gadget untuk anak-anak adalah sebagai berikut:

1. Susah tidur

Dampak buruk pertama dari smartphone ini adalah dapat membuatnya sulit untuk tidur, karena hampir semua layar gadget mengeluarkan cahaya biru yang menyerupai cahaya pada siang hari. Cahaya dapat mengirimkan sinyal yang salah di otak anak dan dapat membingungkan bagi tubuh manusia. Jadi jika pada malam hari anak menjadi sulit untuk tidur, disarankan untuk melakukan kegiatan tanpa gadget di rumah Anda 1-3 jam sebelum tidur dan mengganti dengan membaca buku bersama, atau menceritakan kisah yang bermanfaat bagi mereka.

2. Kurang gerak

Kebiasaan anak untuk terus bergerak, berlari, melompat, menari, dan bermain untuk membantu menumbuhkan pertumbuhan fisik yang sehat dan kuat. Tetapi anak-anak sekarang terlalu nyaman bermain gadget yang pasti hanya duduk diam, dan ini tentunya berdampak buruk pada si kecil. Jika itu terlalu sering terjadi, maka anak itu bisa menjadi gemuk. Oleh karena itu, disarankan bagi orang tua modern saat ini untuk membawa anak-anak lebih sering melakukan aktivitas fisik seperti bermain bola, berenang, bermain sepeda, atau kegiatan lain yang membuat mereka banyak bergerak.

3. Mata terganggu

Terlalu sering menatap layar dianggap menyebabkan mata menjadi buram, kering dan bahkan sering sakit kepala. Meski belum ada laporan resmi untuk kerusakan mata. Orang tua disarankan untuk mengajar anak-anak untuk menjaga jarak antara mata dan layar, jika tidak mengatur tingkat terang dan gelap, jangan terlalu terang, dan beri tahu anak untuk beristirahat setiap 10 – 20 menit.

4. Sakit

Terlalu lama memainkan smartphone dapat menyebabkan rasa sakit di beberapa bagian tubuh, seperti bahu, leher, punggung, tangan dan jari. Ajarkan anak untuk sering beristirahat dan juga ajarkan posisi duduk yang baik dan posisi gadget tidak boleh lebih tinggi dari mata. Ini untuk mengurangi dampak leher terlalu lama mendongak. Anda dapat membaca tulisan kami sebelumnya tentang posisi duduk yang baik saat bermain komputer.

5. Konsentrasi jadi pendek

Terlalu lama menggunakan gadget ternyata menyulitkan seseorang untuk berkonsentrasi pada sesuatu yang lama. Karena itu, orang tua diperintahkan untuk mempraktekkan berbagai hal untuk dapat membuat anak menjadi tenang tanpa harus memanfaatkan gadget. Ini untuk kesehatan dan juga masa depan anak tercinta Anda.

6. Kemampuan bersosialisasi berkurang

Pengguna gadget masih bisa bersosialisasi dengan membuat koneksi melalui berbagai aplikasi yang ada. Tetapi anak-anak juga perlu memiliki kemampuan membaca emosi orang lain, tentu saja dengan melakukan interaksi langsung dengan tatap muka. Itulah mengapa keterbatasan waktu dalam menggunakan gadget adalah jalan keluar terbaik.

7. Kecemasan yang berlebihan

Jika anak Anda sudah cukup besar, sadarilah aktivitas mereka di media sosial. Karena ada begitu banyak yang bisa mereka lihat, bahkan hal-hal buruk. Salah satunya adalah kemungkinan mereka yang cenderung membandingkan diri mereka dengan teman-teman yang mereka lihat di media sosial, atau bahkan mereka sangat sibuk mencoba membuat orang lain memberi suka atau berkomentar.

Baca juga: Manfaat Mengajak Anak Bermain di Taman

Tentu saja sangat disayangkan jika energi mereka hanya dihabiskan untuk itu. Oleh karena itu, peran orang tua untuk memantau anak-anak di media sosial sangat penting, melakukan diskusi dengan anak-anak tentang cara-cara media sosial, seperti bagaimana menanggapi apa yang dilihatnya, jangan terlalu berlebihan menanggapi, jangan juga mengejek orang lain, atau bahkan menilai temannya yang akhirnya bisa menimbulkan masalah dalam pertemanannya.

Ada baiknya membaca diskusi kami sebelumnya tentang beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memposting di media sosial,

8. Gangguan mental

Sepertinya tidak mungkin anak-anak yang berusia sangat dini dapat mengalami gangguan kejiwaan. Namun, beberapa studi menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi yang berlebihan dapat berpotensi menjadi penyebab depresi pada anak-anak, kurangnya konsentrasi, kecemasan, autisme, bipolar, dan perilaku masalah lainnya.

10. Perilaku agresif

Media komunikasi yang saat ini tidak terkontrol terkadang menghadirkan tindakan kekerasan yang dapat menuntun pada anak-anak yang lebih agresif. Ditambah sekarang banyak media dan permainan video yang menampilkan tindakan perilaku kekerasan fisik dan seksual. Amerika Serikat sendiri bahkan memasukkan bentuk kekerasan di media sebagai risiko kesehatan masyarakat karena pengaruh negatifnya pada anak-anak.

11. Sangat pelupa

Berbagai bentuk teknologi media saat ini sedang memproses informasi dengan sangat cepat. Akibatnya, anak-anak terlalu cepat dalam memproses informasi, mereka cenderung kurang mampu berkonsentrasi dan menurunkan daya ingat. Anak-anak Apanila tidak dapat berkonsentrasi, maka tentu saja efek sampingnya mereka akan mengalami berbagai kesulitan dalam belajar.

12. Sangat kecanduan

Orang tua yang terbiasa hidup dengan gadget, sering membuat anak-anak merasa tidak diperhatikan dan bahkan asyik dengan smartphone atau tablet. Dampaknya, itu menjadi kebiasaan dan bisa menyebabkan kecanduan gadget. Penelitian non-Yahudi mengatakan, 1 dari 11 anak berusia antara 8-18 tahun kecanduan teknologi gadget.

13. Paparan radiasi

Ponsel serta berbagai teknologi nirkabel lainnya memancarkan radiasi yang dapat membahayakan kesehatan. Anak-anak yang sering bermain dengan gadget dapat berisiko terkena radiasi yang sering. Faktanya, sistem kekebalan dan otak mereka dalam masa pertumbuhan.

14. Tidak berkelanjutan

Dampak negatif gadget bagi anak, Anak-anak adalah masa depan kita, tetapi tidak ada masa depan bagi anak-anak yang terlalu sering menggunakan teknologi, kata peneliti Cris Rowan. Menurutnya, pendidikan yang berasal dari gadget tidak akan bertahan lama dalam ingatan anak-anak.

Oleh karena itu, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan untuk anak-anak ini, jadi itu perlu dibatasi.

Jadi mulai sekarang diharapkan orang tua jangan terlalu menganggap enteng smartphone yang digunakan oleh anak tercinta. Karena selain fungsi dan utilitas sangat banyak, penggunaan smartphone tanpa pengawasan dan tanpa bimbingan orang tua juga dapat membahayakan anak itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *