Cinta Itu Buta Karena Faktor Apa – Pendapat Tentang Cinta Buta

Cinta itu buta karena faktor apa
Cinta itu buta karena faktor apa

Cinta itu buta karena faktor apa banyak orang bertanya-tanya hingga banyak puisi cinta itu buta quotes sampai menjadi sinetron di SCTV, tapi Cinta Buta SCTV Tamat Diganti Cinta Anak Muda, Anak Langit Dihujat , hmm kenapa cinta itu buta? Apakah Penyebab Cinta itu Buta. ok langsung saja pada intinya kenapa cinta itu buta

Apa Sih Cinta Buta Itu ?

Apa itu cinta buta? Cinta itu buta atau cinta mati mungkin banyak orang pernah mengalaminya. Cinta itu buta, karena kita mungkin bisa mencintai siapa pun tanpa melihat siapa dia sebenarnya dan seperti apa dia.

Tanpa melihat apa pun pada seseorang, kita bisa jatuh cinta pada orang itu, yaitu cinta buta.

Definisi Cinta

Cinta dapat timbul bagi siapa saja yang membuat kita tertarik padanya. Tiba-tiba setelah bertemu dengannya ada perasaan cinta di hatinya, meskipun belum lama mengenalnya tetapi siapa pun dia, dia adalah orang yang membuat kita jatuh cinta.

Untuk itu, apa alasan mengapa cinta itu buta, kita akan membahasnya lebih lanjut di sini.

Mengapa cinta itu buta? Apa alasannya?

Mengapa cinta itu buta
Mengapa cinta itu buta

Cinta buta ini dapat terjadi pada siapa saja, bahkan orang yang tidak mau pacaran dapat jatuh cinta dengan seseorang yang baru saja mereka lihat. Ini normal dan manusiawi.

Nama cinta adalah sesuatu yang muncul di hati dan pikiran karena suka ketika melihat seseorang. Tanpa berpikir siapa dia, apa latar belakang cinta juga berkembang.

Jadi, mengapa cinta itu buta? Ya karena cinta tidak tahu alasan untuk jatuh cinta padanya. Cinta datang karena cinta yang tiba-tiba tumbuh di hati.

Baca juga: Psikologi Penyebab Orang Kesepian dan Cara Mengatasinya

Kita hanya ingin mencintainya, mencintainya karena cinta kita untuknya, bukan karena ia memiliki fisik yang baik atau kekayaan yang berlimpah.

Tidak pernah ada alasan untuk menumbuhkan kata cinta di hati. Bukan karena siapa dia, tetapi karena cinta adalah sesuatu di dalam hati yang muncul kapan saja dan dalam keadaan apa pun.

Jika Anda masih mempertanyakan mengapa cinta itu buta? Mungkin Anda sendiri perlu mengingat, ketika Anda tertarik dengan lawan jenis. Mungkin saat itu Anda tidak menyadarinya jika tidak ada alasan apa pun yang membuat Anda jatuh cinta padanya, tetapi cinta justru muncul dari hati Anda.

Ada juga yang berpendapat mengapa cinta itu buta, karena pada dasarnya perasaan tidak mengenal usia, sehingga bisa juga kasus kakek nenek jatuh cinta dengan seorang janda muda dan bahkan sesama nenek yang tidak memiliki suami.

Cinta itu buta, cinta bisa mengalihkan seseorang dari latar belakang yang tidak begitu baik menjadi perasaan cinta yang tiba-tiba tak terbendung, hasilnya adalah meskipun orang tua melarang pacaran atau tidak, orang yang sudah menikah masih tetap melakukannya meskipun tanpa sepengetahuan orang tua. Tentu ini bukan contoh.

Cinta terkadang buta, tetapi untuk memilih cinta sejati, tentu saja, hanya cinta kita untuk Pencipta kita.

Kita boleh saja mencintai seseorang tapi sebaiknya disaat yang tepat seperti kita telah siap menikah dan memiliki bekal masa depan. Tentunya menikah setelah pacaran jauh lebih baik ketimbang pacaran sebelum halal.

Pendapat berbeda Cinta itu tidak buta, yang membutakan adalah keinginan untuk memiliki

Cinta itu buta
Cinta buta

Menurut penelitian beberapa ahli otak yang di lakukan pada beberapa pasangan yang tengah jatuh cinta, mereka mengatakan bahwa benar cinta itu buta, mungkin bila kita menengok dari celah ilmu pengetahuan mungkin saya pun akan membenarkan artikel tersebut.

Bahaya cinta buta

Namun jika kita telaah lebih lanjut dari sudut pandang hati kita sebagai manusia, sesungguhnya cinta itu tidak pernah buta, dia selalu melihat,
mengapa demikian?, mengapa saya berani mengatakan hal itu?,

Jawabannya adalah karena cinta adalah sebuah perasaan yang di rasakan oleh hati seseorang karena ketertarikan fisik ataupun sikap dan sifat dari lawan jenis, hal ini membuktikan bahwa cinta itu melihat.

Cinta telah ada di dalam hati manusia sejak manusia itu dilahirkan, kita selalu menggunakan cinta yang sering kali di ekspresikan dengan sebuah atau banyak tindakan, bukan hanya terhadap kekasih kita namun juga kepada orang lain, baik itu orang tua, teman, sahabat, saudara, bahkan kepada hewan peliharaan dan juga tumbuhan,

Memang secara logika hal ini sulit untuk di jelaskan, namun dalam prakteknya saya mempunyai beberapa bukti akan hal itu,

sebagai contoh:

  1. Bila kita jatuh cinta kepada seseorang, sebelum kita menyatakan perasaan cinta kita tersebut, secara sadar atau tidak sadar mereka akan mencari tau akan orang yang telah membuat mereka jatuh cinta, mulai dari sikap, sifat, kesamaan persepsi, sudut pandang dan juga perbedaan antara mereka, jika seseorang tidak memiliki kecocokan maka cinta itu tidak akan terealisasi dalam suatu hubungan.
  2. Bila seseorang jatuh cinta dan sudah menjalin hubungan cinta dengan pasangannya, mereka pun selalu mencari tau lebih dalam akan pasangannya, jika ada beberapa keburukan atau kejelekan sifat yang mereka temui dari pasangannya mereka akan langsung menegur dan juga meminta mereka untuk merubah sifat buruk pasangan mereka tersebut,

Jadi apakah cinta itu buta? menurut saya tidak, karena kedua contoh diatas adalah sebagai bukti ketika kita mencintai seseorang kita selalu memperhatikan gerak-gerik, sikap, dan sifat mereka.

Menurut saya yang membutakan itu adalah keinginan untuk memiliki seseorang atau sesuatu untuk kita cintai, sehingga menimbulkan kesan buta,

kesan buta disini adalah sebuah hasrat untuk memenuhi kebutuhan hati mereka akan suatu hal yang mereka anggap sebagai kesempurnaan dan mereka akan menuntut kesempurnaan itu terjadi atau di lakukan oleh pasangan mereka masing masing.

Jadi ketika kita mencintai pasangan kita, kita harus terlebih dahulu mengenal apa itu cinta dan apa itu keinginan untuk memiliki, sehingga kita tidak masuk kedalam katagori orang yang telah di butakan oleh keinginan kita akan cinta.

Sekarang apakah anda masih berfikir bahwa cinta itu buta? saya kembalikan kepada anda sebagai pembaca dan juga perasa cinta.

Cara menghilangkan cinta buta

Cara menghilangkan cinta buta
Cara menghilangkan cinta buta

Dalam suatu hubungan, ada saat-saat ketika kita begitu takut kehilangan sehingga tanpa sadar kita terjebak dalam cinta buta. Meskipun kita harus mencintai hanya ketika kita tidak perlu pergi jauh karena itu belum tentu jodoh kita. Namun sayangnya ini tidak berlaku untuk beberapa orang, sehingga mereka terjebak dalam cinta buta dan sulit untuk keluar.

Sebenarnya selama Anda terus melakukan 5 hal ini, Anda tidak akan terjebak dalam cinta buta dan dapat mencintai sesuai dengan akal sehat. Apa 5 hal itu? Mari kita periksa artikel ini.

1. Jangan posesif, berilah ruang kepada pasanganmu

Tidak peduli seberapa mencintai Anda padanya, tetap memberinya ruang untuk dirinya sendiri dan jangan bersikap posesif. Menjadi posesif hanya akan membuat cinta buta mengendalikan diri sendiri. Cintai dia dengan benar dan tetap menggunakan akal sehatmu.

2. Tidak membiarkan pasangan mengontrolmu dalam membuat suatu keputusan

Membiarkan pasangan membuat keputusan dalam hidup Anda adalah kesalahan besar. Anda adalah orang yang memiliki hak untuk menentukan hidup Anda sendiri, bukan pasangan. Ketika Anda membiarkan dia mengendalikan hidup Anda, Anda sebenarnya terjebak dalam cinta buta dan Anda harus segera bangun.

3. Masa depan jangan mau diatur sama dia

Begitu juga dengan masa depan, Anda sendiri memiliki hak untuk menentukan arah hidup Anda sendiri, bukan dia. Terutama jika kekasih Anda belum menjadi suami Anda, ia secara otomatis tidak memiliki hak untuk mengendalikan dan mengendalikan hidup Anda sendiri.

4. Dipermainkan dan kamu masih memaafkan? Jangan biarkan hal itu terjadi!

Kebodohan ketika pasangan mengkhianati Anda dan Anda masih memaafkannya. Jika Anda terjebak dalam kondisi seperti ini, Anda sebenarnya terjebak dalam cinta buta. Tidak peduli seberapa manis Anda padanya jika dia bermain dengan Anda, Anda tidak dapat dengan mudah memaafkannya.

5. Mempersilahkan dia untuk kembali tanpa syarat, tanpa meminta dirinya untuk memperbaiki diri

Anda mungkin tidak menerimanya kembali ketika Anda telah melukai diri sendiri dan mengkhianati cinta Anda. Mungkin Anda dapat menerimanya, tetapi biarkan dia menyadari kesalahannya terlebih dahulu dan memperbaiki sikapnya. Jika Anda menyadari dia telah banyak berubah, mungkin Anda bisa menerimanya. Jika tidak, Anda tidak perlu mengharapkannya lagi karena masih ada banyak orang yang lebih baik di luar sana.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here