Loading...
Beranda Smartphone Xiaomi Cara Root Instal TWRP Xiaomi Redmi Note 5 – Unlock Anti RollBack

Cara Root Instal TWRP Xiaomi Redmi Note 5 – Unlock Anti RollBack

Xiaomi Redmi S2 vs Xiaomi Redmi Note 5
Xiaomi Redmi S2 vs Xiaomi Redmi Note 5

Cara Root Xiaomi Redmi Note 5 – [ARB4] Unlock Anti RollBack Dan Pasang TWRP Root Xiaomi Redmi Note 5 Whyred root HP Android sekarang tidak asing lagi. Semua orang mulai dari orang awam hingga tuan bahkan tahu tentang root ini. Apalagi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. sebelumnya antero sudah membahas cara root xiaomi redmi note 5 tanpa pc, dan sekarang

Cara Root Xiaomi Redmi Note 5 Pro (Whyred) Tanpa PC

Untuk beberapa pengguna Android, bahkan rooting telah menjadi suatu keharusan untuk mendapatkan fitur yang tidak dapat ditemukan di Android yang dalam kondisi non-root.

Dan sebagian besar fitur ini, sangat berguna dalam penggunaan HP sehari-hari.

Bagi sebagian orang, terutama yang masih awam, banyak yang hanya mengenal istilah ‘root’. Tetapi kebanyakan tidak tahu apa itu root dan apa fungsinya. Meski setidaknya terkadang ada yang mengerti sedikit.

Root, jika menerjemahkan dari bahasa Inggris berarti root. Jika di Android, fungsi root di sini adalah untuk mendapatkan akses penuh ke sistem Android sehingga dapat melakukan berbagai modifikasi.

Untuk lebih jelasnya, kami hanya membahasnya di bawah ini:

Fungsi root HP Android

Root, jika disiagakan dari wikipedia, ini adalah proses yang memberikan izin penuh kepada pengguna Android, apakah itu smartphone, tablet, atau mungkin total TV pintar, dari yang sebelumnya terbatas. Artinya, dengan akses root, kami memiliki hak untuk mengubah, mengedit, dan memodifikasi apa pun yang ada di sistem.

Selain mengubah atau memodifikasi secara manual, akses root juga diperlukan oleh beberapa aplikasi yang biasanya membutuhkan akses sistem. Jika di Google Playstore, kata kunci “Root” biasanya akan terdaftar pada aplikasi.

Dengan akses root, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat dari HP yang belum di-root. Terutama bagi mereka yang suka HP yang mengutak-atik otak.

Bagaimana cara Anda root?

Cara Root Instal TWRP Xiaomi Redmi Note 5 – Untuk melakukan root, tidak diperlukan alat khusus. Hanya aplikasi tertentu yang diperlukan untuk membuka akses penuh.

Aplikasi ini memiliki banyak jenis, dan cara penggunaannya berbeda. Ada yang langsung dari HP, ada juga yang dari PC atau Laptop.

Biasanya, setiap merek dan tipe HP memiliki cara root yang berbeda. Adapun yang universal seperti yang sudah menyebar di Google, akan ada kemungkinan risiko HP menjadi rusak karena ketidakcocokan aplikasi dengan merek dan jenis HP yang digunakan.

Untuk itu, Anda harus mencari tahu cara melakukan root sesuai dengan merek dan tipe HP yang Anda gunakan agar proses root berjalan dengan aman dan lancar.
Untuk pengguna Android Marshmallow, baca: 3 Cara Melakukan Root Android Marshmallow> 1 Klik pada kesuksesan!

Apa saja kerugian root?

Rooting Android, kalau dengar kata orang-orang, biasanya banyak yang bilang kalau root itu bahaya. Bikin rusak HP. Bahkan bisa bikin HP mati total. Apakah benar?

Tidak sepenuhnya salah, tidak juga sepenuhnya benar. Rooting Android memang mungkin saja bisa mendatangkan berbagai error di masa yang akan datang. Tapi tidak kalau sobat tahu cara pakainya dengan benar.

Contoh-contoh kerugian rooting Android:

  • HP Android bisa jadi mati.
  • Kerusakan pada sistem (Corrupt).
  • Akan membuat berbagai celah keamanan berbahaya.
  • Hilangnya garansi.
  • Dan lain-lain..

Untuk pembahasan lengkapnya, sudah saya buat di Resiko dan kerugian root HP Android.

Apa saja keuntungan root Android?

Cara Root Instal TWRP Xiaomi Redmi Note 5 Pada artikel sebelumnya (link diatas), saya membahas tentang kerugian serta resiko-resiko dalam rooting Android. Tapi rasanya tidak adil kalau hanya membahas resiko tapi tidak membahas keuntungan yang didapat.

Untuk itu, disini saya akan membahas manfaat rooting Android dengan pembahasan yang selengkap-lengkapnya.

Apa saja keuntungannya? Berikut pembahasannya:

1. Bisa memindahkan data dari internal ke eksternal

Yang pertama, fungsi pindah data dari internal ke eksternal ini tidak boleh dipandang sebelah mata.

Terutama untuk seorang gamer Android yang notabene butuh banyak space memory, bisa jadi masalah kalau internal memorinya kecil.

Maka fungsi pindah data dari internal ke memori eksternal bisa jadi salah satu keuntungan terbaik dari rooting Android.

2. Optimasi RAM agar lebih lega

Optimasi RAM di Android sebenarnya bisa dilakukan dengan beragam cara. Banyak aplikasi di play store yang berfungsi untuk membersihkan RAM agar jadi lebih lega.

Nah, pembersihan ini biasanya dilakukan secara manual. Artinya kita harus membuka aplikasi pembersih tersebut setiap kali ingin membersihkan RAM yang penuh.

Dengan akses root, sobat bisa mendapat optimasi RAM secara otomatis yang diatur langsung dari background. Aplikasi yang terkenal dengan fitur pembersih otomatis, salah satunya greenify.

3. Baterai jauh lebih hemat

Kondisi HP pada akses root bisa jauh lebih hemat dibanding non-root. Dan perbedaannya pun bisa sampai 40% lebih hemat tergantung dari seberapa jauh opmasi dilakukan.

Ini karena beragam optimasi yang bisa dilakukan. Termasuk management RAM yang lebih optimal (seperti pada poin sebelumnya).

Belum lagi dengan banyaknya tweak-tweak lain yang bisa dilakukan. Cara Root Instal TWRP Xiaomi Redmi Note 5

4. Tweaking performa

Mungkin tweaking memang jadi hal yang paling sering dilakukan oleh user Android dengan akses root.

Tweaking disini adalah tweak lebih dalam lagi dibanding management RAM maupun optimasi baterai yang ada di point sebelumnya.

Tweaking disini, biasanya dilakukan dengan mengedit atau mereplace setting sistem yang ada di direktori root.

5. Membuka direktori root

Untuk melakukan tweaking, kebanyakan butuh akses untuk buka direktori root. Direktori root ini, berbeda dengan file manager biasa. Di dalam direktori root, terdapat beragam file-file sistem.

Bukan hanya file-file sistem, data dari APK yang terinstall juga akan masuk ke dalam direktori root, kalau sobat tidak menemukannya di dalam folder OBB.

Saya sendiri pernah berkali-kali memindahkan data dari game Android yang terinstall, untuk dipasang di emulator PC saya. Hasilnya lancar.

Untuk aplikasi pembuka direktori root sendiri ada banyak. Beberapa file manager, banyak yang punya fitur ini, tapi yang paling terkenal adalah rootexplorer.

6. Melakukan overclock

Berapa speed Processor Android yang sobat gunakan? 1 Ghz? 2 Ghz? Sobat bisa menaikkannya lewat overclock lho.

Dengan overclock, kita bisa menaikkan speed dari Processor yang kita gunakan. Overclock ini sudah cukup populer di kalangan pengguna komputer maupun laptop.

Nah, dengan Android yang memiliki akses root, overclock bisa dilakukan melalui aplikasi-aplikasi yang tersedia di Playstore.

Kalau saya pribadi, saya pakai kernel auditor.

Tapi perlu diingat, sama seperti PC atau laptop, Android yang di overclock juga punya potensi untuk rusak. Ini karena panas yang dihasilkan jauh lebih tinggi. Belum ditambah dengan baterai yang lebih cepat terkuras habis.

7. Bebas install aplikasi

Pada kondisi non-root, kita hanya terbatas untuk memakai aplikasi yang hanya butuh akses sistem biasa saja.

Dengan kondisi root, sobat bisa menginstall aplikasi apapun. Baik itu yang support root, ataupun tidak.

Dengan kondisi root juga sobat bisa mengaktifkan fitur-fitur yang tidak bisa diaktifkan dengan mode non-root.

8. Bebas menghapus aplikasi bawaan

Kebalikan dengan poin sebelumnya. Pada mode root, kita bisa menghapus aplikasi bawaan yang pada dasarnya tidak bisa dihapus.

Penghapusan ini kadang bisa dilakukan langsung, maupun dihapus dengan aplikasi pihak ketiga.

Tapi perlu hati-hati, karena ada beberapa aplikasi bawaan yang kalau dihapus, bisa membuat sistem jadi rusak / tidak normal.

Salah satunya sim toolkit. Sobat mungkin pernah mengalami saat memasukkan simcard baru dan sim toolkit ini muncul terus berulang-ulang sebelum kartu sim tadi di daftarkan.

Nah, kalau sim toolkit ini dihapus, nanti bisa menyebabkan HP tidak bisa menangkap sinyal (berdasarkan pengalaman pribadi).

9. Melihat password WIFI yang tersimpan

Untuk cara melihat password WIFI, sebenarnya ada cara dengan root dan tanpa root. Masalahnya, kebanyakan caranya harus memakai akses root.

Untuk caranya, bisa menggunakan cara manual maupun pakai aplikasi. Persamaannya, adalah kita sama-sama mengambil password WIFI yang tersimpan di database WIFI. Dan database WIFI ini lokasinya berada di direktori root.

10. Modifikasi tampilan Android jadi semakin cantik

Selain tweaking, modifikasi tampilan juga tidak dilewatkan oleh para root user Android.

Dengan akses root, kita bisa mengatur font, beragam icon yang lebih menarik, sampai mengatur boot logo saat HP baru menyala.

Sangat jauh berbeda dibanding HP dengan non-root yang tampilannya hanya itu-itu saja.

11. Backup data lebih aman dan efisien

Apa opsi backup untuk HP non-root? Saya pikir tidak banyak. Mungkin hanya memindahkan data, kontak, APK, dan hanya itu-itu saja.

Beda lagi kalau HP sudah berada dalam akses root. Fitur backup yang ada, jauh lebih banyak dibanding non-root.

Dengan mode root, contohnya: Sobat bisa melakukan backup APK + data yang sulit dilakukan di mode non-root. Selain itu, mengembalikan (restore) aplikasi atau data pun tidak perlu pakai cara manual.

Cukup dengan 1 kali klik, seluruh aplikasi yang dibackup akan otomatis kembali diinstall semuanya.

12. Install custom recovery

Sobat tahu recovery? Recovery kalau di komputer mungkin mirip BIOS. Lewat recovery, kita bisa mengatur berbagai macam hal seperti menghapus data, hapus cache sampai reset pabrik.

Di merk-merk HP atau tablet Android, kebanyakan sudah ada recovery bawaan yang bisa membantu jika sewaktu-waktu Android yang dipakai rusak.

Walau kadang ada juga yang tidak ada.Nah, dalam mode root, kita bisa melakukan pemasangan custom recovery dimana terdapat lebih banyak fitur yang akan didapat.

Contohnya, kita bisa melakukan backup data lewat recovery, yang sangat bermanfaat saat Android dalam keadaan bootloop.

Selain itu, tampilan yang ditawarkan juga jauh lebih user friendly dibanding recovery bawaan. Untuk custom recovery saat ini, paling terkenal ada TWRP dan CWM.

13. Install custom ROM

Pada kondisi default alias bawaan. Sistem operasi yang terinstall di Android merupakan stockrom, alias ROM yang terinstall langsung dari pabrik.

Dan dalam mode root, kita bisa mengubah ROM bawaan tadi menjadi custom ROM.

Custom ROM, adalah ROM yang sudah diedit sedemikian rupa oleh para modder Android.

Pada custom ROM, kita bisa mendapatkan kinerja yang lebih baik dan lebih stabil (walau tidak selalu). Selain itu, kita juga bisa mencicipi Android terbaru (misal: Oreo) walaupun HP atau tablet yang dipakai tidak mendapat dukungan update dari produsen.

14. Install Custom kernel

Pemasangan custom kernel, biasanya dilakukan untuk mendapatkan kinerja Android yang lebih baik dan stabil.

Untuk settingan kernel kadang banyak jenisnya, tergantung si pembuat. Dan beberapa fitur HP atau tablet yang tidak jalan, terkadang bisa dinyalakan lewat custom kernel.

Contohnya, di HP saya ada fitur DT2Wake (Double tap to wake) dimana saya bisa mengaktifkan HP tanpa tombol power. Cukup di ketuk layarnya sebanyak 2 kali. Dan fitur ini baru bisa menyala ketika custom kernel terinstall.

Custom kernel sendiri sangat mudah diinstall. Hanya perlu melakukan flashing di recovery sama seperti custom ROM.

15. Backup kontak dalam keadaan bootloop

Kontak nomor telepon, email sampai alamat tentu jadi salah satu hal yang paling berharga yang ada di HP. Karena akan sangat merepotkan kalau kontak-kontak tersebut sampai hilang.

Di HP yang sedang dalam keadaan bootloop, akan sulit mengembalikan data-data kontak ini. Apalagi mengingat recovery biasanya hanya backup data-data internal atau eksternal saja.

Nah, dalam mode root, sobat bisa melakukan backup kontak ini dengan mudah. Yaitu dengan mengambil file contact2.db yang berada dalam direktori root Android.

16. Fitur tidak terbatas

Dari 15 poin sebelumnya, kita bisa menyimpulkan bahwa fitur dari Android menjadi tidak terbatas dalam keadaan root.

Berbagai keuntungan yang didapat, bisa dibilang setara atau bahkan jauh lebih menguntungkan dibanding dengan resiko dan kerugian yang didapat.

Bahkan selain 15 poin yang dibahas tadi, bahkan masih sangat banyak manfaat-manfaat lain yang bisa didapat di Android dalam mode root.

Cara Root Xiaomi Redmi Note 5

Selama ini user Redmi Note 5 di bikin resah dengan update terbarunya yakni fitur anti-rollback (arb 4) pada MIUI 10 namun nyatanya arb4 sudah ada mulai dari rom stable 9.6.x apa itu anti-rollback? silahkan googling di yahoo, search engine diciptakan bukan tanpa alasan, jangan males nyangkul informasi Bypass Anti-Rollback 4 & Pasang TWRP Redmi Note 5 (Whyred)ternyata fitur anti-rollback itu dari google bukan dari xiaomi mulai dari android 8.1 keatas, ya ini kabar bagus krena meningkatkan security system jadi mempersempit celah bagi hacker usil yg suka pasang jebakan betmen. bagi user yg cuman tau pake aja ini bukan masalah tapi buat user macam ane yg suka ngoprek, install berbagai jenis custom rom, custom kernel buat dongkrak performa ato sekedar icip2 rom racikan developer lain diluar sana jadi terbelenggu. okehh langsung aja kita ke TKP :

Download Bahanya: 

Minimal ADB Fastboot
(1.14 MB, Downloads: 1133)

File Unlock Anti-Rollback Protection
fastboot-unlock-anti-4-whyred.zip (178 Bytes, Downloads: 2220) 

2018-09-23 01:08:51 Upload

Click on the file to download the attachment
Unlock ARB4

TWRP Official for Whyred

https://dl.twrp.me/whyred/

Lazyflasher (supaya TWRP ga hilang)
 (420.95 KB, Downloads: 1629) 

Root (opsional)
magisk:  Magisk-v17.1.zip (4.07 MB, Downloads: 845) 
supersu :  SuperSU-v2.82-201705271822.zip (5.63 MB, Downloads: 388) 

Driver Fastboot (buat yang belom install drivernya)
PdaNetA4199.zip (3.33 MB, Downloads: 694) 

Semuanya bisa di download di sini: https: //drive.google. com/file/d/ 1LqHuEQxwObNS8i1A CMT9cG8xZETwbJnv /view?usp=sharing (hapus sepasinya)

Cara Installnya :

1. HH sudah sukses Unlock Bootloader, ini gak saya bahas karena udah banyak tutorialnya, jadi saya anggap hh ente udah dalam kondisi UBL

3. masuk ke fastboot mode, matikan hh lalu hidupkan lagi dengan menekan tombol Volume Bawah + Power secara bersamaan sampai muncul logo bunny lagi pusing benerin android, lalu colokan USB ke laptop. pastikan driver terbaca seperti gambar ini. jika belom terdetek install driver extrak file PdaNet.zip lalu install drivernya

4. extrak file yg di donlod tadi jadi satu folder baru yakni: file minimal_adb_fastboot.zip dan fastboot-unlock.zip pindahkanfile dummy.img dan twrp-3.2.10.img ke folder tadi rename jadi whyred.img biar gampang, double klik cmd-here.exe atau bisa juga ketik “cmd” di kolom path file.

5. jika sudah terbuka jendela cmd, pastikan lagi hh terdeteksi dengan mengetik perintah:
fastboot devices

6. flash TWRP dengan ketik perintah:

fastboot flash recovery whyred.img

7. unlock anti-rollback 4 dengan ketik perintah:
fastboot flash antirbpass dummy.img

8. ulangi lagi perintah nomor 6 maka violaa TWRP berhasil terpasang.

9. jangan dicabut biarkan usbnya masih nyolok ke laptop, restar & masuk ke TWRP dengan ketik perintah :
fastboot boot whyred.img

jika muncul halaman selamat datang diawal swipe aja ke kanan, lalu pilih Install

Select Storage pilih direktori internal, akan muncul 2 file yg sudah di kopi tadi

flash lazyflasher, supaya TWRP ga hilang setelah di reboot

ini opsional aja kalo mau diroot kalo ga, boleh di skip. tinggal back aja trus flash magisk

10. Reboot System dan selesai

NOTE: Jangan delet file Lazyflasher.zip biarin aja ada di sdcard krena setiap kali update OTA setelah selesai lalu reboot maka akan auto restar ke TWRP pada posisi ini sebelum Reboot System wajib flash Lazyflasher.zip pun begitu kalo update manual via TWRP. kalo ga TWRPnya bakal hilang, kalo TWRP hilang ulangi lagi stepnya dari awal, cape deh.. haram downgrade ke rom ARB 3 macam 9.5.x kebawah. bisa install custom rom selama masih ARB 4

KOMENTAR

TULIS KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini