Jumat, Januari 17, 2020
Beranda Budidaya Burung Cara Merawat Burung Kacer Biar Jinak dan Gacor Sepanjang Hari

Cara Merawat Burung Kacer Biar Jinak dan Gacor Sepanjang Hari

Banyak pertanyaan sebutkan tiga alasan para penggemar burung berkicau memelihara burung kacer, untuk hobi yang suka tampil di arena burung. Penghobi tidak hanya menikmati suara burung, tetapi juga keindahan gaya pergerakan burung. Salah satu dari banyak spesies burung yang dikumpulkan hobi karena memiliki fitur tersebut kacer atau disebut juga kucica. Selain memiliki suara yang khas dan bervariasi, termasuk burung kacer diandalkan.

Kacer dapat meniru burung lain. terutama burung suara keras. Seperti jalak suren, Cililin, love bird dan lain-lain.

Kacer mempunyai insting yang baik. Dia cepat bereaksi suara yang cukup keras ketika kacer lainnya dipertahankan.

Bahkan hanya untuk mendengar suaranya, kacer segera menanggapi sambil membuka dan meliuk-liuk tubuhnya yang tepat. Mendongak dan mengkibas kepala dan ekorya. Keistimewaan yang sulit untuk mencocokkan dengan burung lain.

Biasanya kacer muda, walaupun memiliki sifat pemberani tapi mudah menyerah jika itu ditunjukkan dengan kacer lain yang cukup tua, dan kacer karena muda tidak perlu terburu-buru cocok dengan kacer dewasa.

Karakteristik dan Jenis kacer

perbedaan kacer jawa tengah dan jawa timur

Untuk mengetahui kacer tidak sulit. Burung ini memiliki bulu warna dan variasi yang sama dengan decu burung. Hanya postur membedakan, tubuh hanya kacer yang lebih besar. Jika saya dapat mengatakan kacer Decu adalah burung miniatur, sebagai dua burung satu kerabat.

Warna bulu khas kacer hitam adalah warna dominan. Ada tiga jenis kacer seperti yang terlihat dari populasi asal. kacer lokal Jawa Timur memiliki tubuh yang langsing. Hampir seluruhnya warna bulu hitam, hanya ada strip memanjang di ujung sayap.

ciri ciri kacer jawa barat asli

Kacer jenis ini paling disuka oleh penghobi. Karena memiliki jiwa petarung dan memiliki suara yang banyak variasinya. Selain itu jenis ini juga mudah perawatannya.

Kacer jenis lainnya berasal dari jawa barat atau para penghobi biasa memanggilnya Kacer Bandung.

Warna bulunya sama dengan Kacer yang di Jawa Timur. Hanya saja perbedaaan yang mencolok adalah pada bulu tubuh bawah yang separonya berada dibagian bawah.
Penghobi Kacer, khususnya yang suka melombakan burung, kurang menggemari Kacer jenis ini.

Sebab suaranya monoton tidak bisa menirukan suara burung lainnya. Dan mentalnya kurang bagus.Kacer jenis ini suaranya kurang keras sehingga harganya tidak terlalu tinggi dengan Kacer yang di daerah lain.

Sedangkan Kacer yang berasal dari Kalimantan lain lagi. Postur tubuhnya lebih besar dari jenis lainnya. Karena itu para penghobi sering menyebutnya Kacer Kebo. Suaranya cukup keras dan memiliki mental yang bagus.

Namun Kacer ini memiliki kelemahan yang tidak disukai penghobi, yakni mudah sekali birahi. Terutama jika dipertemukan dengan Kacer jantan lainnya.

Tanda-tanda jika sedang birahi seluruh bulu tubuh berdiri ekor naik ke atas kadang kesannya membungkus dada, untuk mennujukan kejantannya, atau kalangan penghobi menyebutnya dengan mbedesi.

Membedakan jenis Kelamin

perbedaan kacer dan poci

Untuk membedakan jenis kelamin tidak terlalu sulit. Untuk membedakannya bisa diliat dari warna bulu dan fisik. Kacer jantan memiliki paruh tebal, bulu berwarna mengkilap, kepala tidak bulat, postur agak besar, dan tidak menonjol.

Sedangkan Kacer wanita ciri-cirinya adalah warna bulu kelabu agak kehitam-hitaman, postur agak kecil, kepala bulat, paruh sedang. Suara Kacer betina tidak terlalu keras dan monoton.

Perawatan Dan Pelatihan

Perawatan Kacer bakalan lebih kompleks dibanding dengan yang sudah jadi. Untuk sangkar burung akan membutuhkan tempat yang agak besar, dan jeruji dari bahan kayu yang halus. Ukuran sangkar yang ideal adalah yang memiliki panjang 50 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 70 cm.

Pakan yang baik untuk Kacer diantaranyaadalah pur dan makanan tambahan (extra fooding), berupa kroto kering, jangkrik dan ulat pisang.

Untuk pemberian pakan berupa jangkrik, cukup satu ekor perhari, sedang untuk persiapan lomba, biasanya 4-5 ekor perhari. Khusus untuk ulat pisang jangan diberikan terlalu banyak, karena dapat merontokan bulu dan enggan berkicau. Cara memandikan Kacer dapat dilakukan dengan menyemprotnya dengan sprayer atau memindahkan burung ke dalam sangkar pemandian.

Kumpulan Foto Burung Kacer Terbaik
Kumpulan Foto Burung Kacer Terbaik

Penyemprotan pada burung, sebaiknya menggunakan butiran air halus seperti embun. Agar burung tidak merasa terganggu dan menghindari kerontokan bulu. Pembasahan harus keseluruh tubuh, tapi usahakan jangan sampai terkena bagian hidung dan mata.

Kacer sebaiknya dua kali dalam sehari saat cuaca panas, yaitu pagi dan sore. Tetapi untuk Kacer bisa dilakukan lebih sering untuk menhilangkan sifat liarnya. Tujuan memandikan burung adalah untuk membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh dan juga menjaga agar suhu tubuh senantiasa sejuk.

kacer gacor ngeplong
kacer gacor ngeplong

Kepiawaian Kacer berkicau, tergantung pada pemeliharaan dan pelatihan. Selain itu kecepatan dan kemampuan Kacer untuk berkicau dapat dirangsang dengan cara latihan seperti berikut :

  1. Melatih Kacer beradaptasi dengan lingkungan yang baru, bisa dilakukan dengan cara mengerudungi sangkar sementara waktu. Kerudung sangkar dibuka secara bertahap, agar Kacer dapat beradaptasi sambil bekicau.
  2. Merangsang Kacer berkicau dengan cara mendekatkan burung yang telah mahir berkicau, selama 1-2 jam perhari, namun burung tersebut jangan dipertemukan secara langsung. Proses ini untuk membiasakan burung pada lingkungan lomba atau lingkungan yang biasa menjadi kerumunan atau lalu-lalng orang. Bila sudah biasa, akan keluar mental juara, dan tidak gentar menghadapi lawan yang sudah piawai.
  3. Untuk menambah variasi volume, sebaiknya Kacer dicarikan master suara burung yang cukup keras. Misalnya : Jalak Suren, Love Bird, Cililin, Cucak Jenggot dan Lainnya.

Cara merawat kacer bakalan yang baru beli

Cara Merawat Burung Kacer Supaya Rajin Berkicau
Cara Merawat Burung Kacer Supaya Rajin Berkicau

Secara umum, ada lima tahapan yang harus kita lalui dalam merawat burung bakalan hasil tangkapan hutan sebelum akhirnya burung benar-benar mau berbunyi dengan rajin. Kelima tahapan itu adalah:

TAHAP ADAPTASI

Burung bakalan yang baru dibeli umumnya memiliki sifat penakut dan masih giras. Burung tidak akan mau bertengger dengan tenang ketika melihat manusia menghampirinya.
Biasanya, begitu mendapatkan burung bakalan, kita akan menggantang sangkarnya di tempat ramai, baik ramai oleh aktivitas manusia maupun adanya berbagai jenis burung kicauan.

Sebenarnya cara ini tidak dianjurkan untuk burung bakalan yang baru dibeli. Sebab hal ini justru akan membuat burung tidak mau berbunyi.
Simpan burung di tempat tenang, tanpa gangguan dari burung lain atau lalu-lalang manusia. Berikan pakan alaminya (full EF) seperti kroto, jangkrik, ulat hongkong, dan sebagainya.

Baca juga:

Jika tak ada ruangan / tempat lain untuk menggantang burung, Anda bisa memberikan full kerodong pada sangkar burung bakalan tersebut, lalu menggantangnya di tempat yang berjauhan dari sangkar burung lainnya, misalnya digantung di pojokan.

Selama proses adaptasi, biarkan burung menenangkan diri. Jangan terburu-buru mendengar suaranya apalagi langsung memancingnya bunyi dengan menempelkan burung sejenis atau menggunakan cermin. Setelah burung mulai tenang, barulah kita beralih ke tahap selanjutnya.

TAHAPAN PENJINAKAN

Mengetahui Jenis Dan Gambar Burung Kacer Terlengkap

Pada tahap ini, burung bakalan dilatih agar terbiasa menghadapi aktivitas manusia dan burung lainnya (jika ada) di sekitar rumah kita.

TAHAP PENGENALAN VOER

Pada tahap ini, kita akan mengenalkan pakan kering (voer) kepada burung bakalan. Ada beberapa cara melatih burung bakalan agar mau makan voer, Misalnya kombinasi UH + voer merah untuk burung bakalan.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mencampur kroto dan voer halus. Burung menganggap pakan yang disediakan adalah kroto, karena voer halus cenderung tersamar.

TAHAP PEMASTERAN

Setelah burung bakalan dalam kondisi jinak, mau makan voer total, dan sudah mau beradaptasi yang ditunjukkan dengan mulai berkicauan, tahap selanjutnya adalah melakukan pemasteran. Burung yang memiliki banyak simpanan lagu tentu akan berusaha untuk rajin berbunyi dalam rangka menunjukkan kemampuannya.

Pemasteran pada burung bakalan bisa dilakukan dengan memanfaatkan burung masteran atau memutarkan suara rekaman dari burung lainnya. Cara pemasterannya pun bisa dilakukan dalam ruangan atau di luar ruangan dengan memperhatikan beberapa kondisi, antara lain:

  1. Lokasi pemasteran tidak terganggu oleh suara-suara lain yang bisa menghambat proses pemasteran.
  2. Suara yang diputarkan sesuai dengan karakter suara dari burung yang sedang dilatih.
  3. Suara yang diputarkan terdengar jernih, dan tidak diputarkan dengan volume yang sangat kencang.

Pemasteran bukanlah pekerjaan instan. Kita harus rutin memutarkan beberapa suara masteran setiap hari, agar salah satu atau beberapa suara yang diajarkan bisa masuk dan terekam dalam memori burung. Biasanya dalam waktu 1-2 minggu burung mampu meniru suara yang rutin didengarnya.

Baca juga:

TAHAP PENGGACORAN

perbedaan kacer sumatra dan kalimantan

Tahap penggacoran merupakan salah satu bentuk perawatan harian yang bisa menjadikan burung sehat dan rajin berbunyi. Burung bakalan menjadi rajin berkicau jika kebutuhan gizinya terpenuhi, kondisinya selalu fit dan sehat.

Melalui pemberian pakan yang kaya protein, burung mudah mencapai kondisi birahi yang optimal dan memungkinkannya rajin berbunyi. Jika protein berlebihan, burung cenderung mengalami over birahi. Jika kekurangan protein, burung susah gacor.

Di sinilah seninya memainkan pengaturan pakan, terutama pengaturan extra fooding (EF) yang kaya protein seperti kroto, jangkrik, dan ulat hongkong. Dari sinilah muncul istilah setelan, setting, dan sejenisnya.

Perlu diperhatikan, beberapa jenis burung kicauan tidak begitu saja mengeluarkan suara kicauannya dengan lantang. Ada beberapa tahapan yang harus dilaluinya, dimulai dari ngeriwik halus, ngeriwik kasar, ngeplong (suara lantang), dan gacor (lantang dan rajin bunyi).

Jadi jangan risau jika burung masih bersuara ngeriwik. Jika umur bertambah, disertai perawatan rutin, suatu hari nanti burung akan mengeluarkan suara kicauannya yang lantang.

Itulah lima tahapan yang sangat mempengaruhi kondisi burung bakalan agar bisa rajin bunyi.

Cara merawat kacer bahan agar makan pur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini