Cara merawat bayi baru lahir agar Ibu dan Bayi sehat

oleh -0 views

Cara merawat bayi baru lahir – Kehadiran bayi tidak hanya menguras energi dan emosi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa orang tua baru. Banyak orang tua, terutama yang baru memiliki anak, bingung dalam merawat bayi yang baru lahir.

Mungkin Anda telah membuat berbagai persiapan untuk menyambut kehadiran bayi sejak lama, tetapi Anda masih membutuhkan penyesuaian besar karena peran baru Anda sekarang adalah sebagai orang tua.

Cara merawat bayi baru lahir

Beberapa hal di bawah ini harus dipertimbangkan ketika merawat bayi yang baru lahir:

Jagalah agar bayi tetap bersih dan aman

Jaga tangan Anda bersih ketika Anda ingin memegang atau menggendong bayi yang baru lahir. Cuci tangan Anda terlebih dahulu sebelum menyentuh anak Anda agar ia dapat menghindari kuman dan virus. Hati-hati saat menggendong bayi yang baru lahir, terutama cara Anda memegang kepala dan leher bayi. Jangan pernah menggoyangkan bayi Anda ketika Anda bangun atau menenangkannya, karena dapat menyebabkan perdarahan di otak. Juga batasi cara kita bermain dengan bayi. Jangan lempar atau goyangkan bayi di lutut Anda, karena itu berbahaya.

Memandikan bayi

Jangan memandikan si Kecil sebelum tali pusat copot dan daerah pusar mengering. Cukup dengan kain lap. Setelah tali pusat copot, mandikan bayi dengan sampo dan sabun yang dirancang khusus untuk kondisi kulit. Benda pendukung lain yang wajib dimandikan bayi yang baru lahir adalah handuk lembut dan bak mandi bayi. Jika Anda khawatir produk yang digunakan dapat menyebabkan iritasi, bicarakan dengan dokter Anda.

Ganti popok

Salah satu perawatan bayi yang dianggap sulit adalah memasang popok. Anda dapat mengganti popok hingga 10 kali sehari. Ini tergantung pada asupan yang diterima bayi. Umumnya bayi yang diberi susu formula sejak lahir akan lebih sering pipis dan buang air besar daripada bayi yang diberikan ASI.
Sementara itu, bayi pertama buang air besar setelah satu atau dua hari kelahirannya. Kotoran bayi yang baru lahir dalam bentuk mekonium hitam. Mekonium sendiri terdiri dari lendir, cairan ketuban, dan segala sesuatu yang ditelan oleh bayi saat di janin.

Berikan susu

Cara merawat bayi baru lahir Umumnya, bayi perlu diberi makan 8-15 kali sehari. Ini karena kapasitas perut bayi masih sangat kecil. Ikuti anak Anda sesering mungkin, tanpa harus menunggu dia menangis atau berteriak lebih dulu. Saat menangis, bayi lebih sulit menelan susu karena lidahnya tidak dalam posisi yang tepat untuk minum cairan. Mungkin pada awalnya menyusui bayi Anda akan sulit. Namun seiring waktu, bayi Anda dan Anda akan semakin menguasai proses ini.

Anjuran Penting bagi Orang Tua

Merawat bayi yang baru lahir identik dengan kelelahan sepanjang hari. Tak jarang, banyak orangtua yang dilanda tekanan berlebihan. Terutama jika Anda hanya memiliki anak pertama. Karena itu, hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana orang tua mengelola tekanan. Beberapa hal berikut dapat diterapkan untuk mengelola tekanan saat merawat bayi yang baru lahir:

Pertahankan kondisi Fisik

Meskipun merawat bayi baru lahir sering dikaitkan dengan kurang tidur, hindari mengonsumsi kafein. Tetap makan makanan sehat, cukup kebutuhan cairan harian, dan selalu pastikan untuk menghirup udara segar. Agar tetap bugar, tidurlah bersama waktu tidur bayi Anda. Meminta pasangan Anda untuk menggantikan Anda di malam hari juga bisa dilakukan.

Jangan takut

Cara merawat bayi baru lahir Melihat bayi baru lahir yang kecil dan rentan, mungkin membuat Anda dan pasangan merasa khawatir tidak bisa merawatnya dengan baik. Tetapi kecemasan akan berkurang jika didiskusikan bersama. Selain itu, tertawa gembira dengan bayi Anda dan pasangan bisa menggambarkan rasa takut yang Anda rasakan. Jangan khawatir dan tidak percaya diri dalam melakukan perawatan sehari-hari untuk anak Anda, seperti mengganti popok atau menenangkannya saat menangis. Pada awalnya mungkin tampak kaku, tetapi seiring waktu Anda akan terbiasa.

Tunda pekerjaan lain dulu

Jangan memaksakan diri terlalu keras untuk melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan sebelum kelahiran bayi Anda. Membersihkan rumah dan mencuci pakaian bisa ditunda terlebih dahulu, agar tidak terlalu lelah saat merawat bayi yang baru lahir. Anda juga dapat menghemat energi dengan mengurangi kegiatan yang biasanya memakan waktu lama, seperti memasak. Jika sebelum anak Anda terbiasa menyiapkan makan malam yang sempurna, maka sekarang sudah cukup untuk menyajikan makanan yang diproses dengan mudah. Tentu saja, itu tidak berarti Anda mengesampingkan nilai gizi di dalamnya.

Jangan batasi dirimu sendiri

Saat merawat bayi yang baru lahir, jangan ragu untuk meninggalkan rumah. Bayi rewel ketika berada di dalam rumah, mungkin ceria ketika diajak keluar rumah hanya untuk berjalan-jalan menghirup udara segar. Memiliki bayi juga tidak berarti membatasi hubungan dengan teman dan keluarga Anda. Sesekali, biarkan mereka membantu merawat bayi Anda. Jangan menolak ketika ingin menggendong bayi atau membantu merawat anak Anda. Bantuan ini dapat menghemat energi Anda.

Tahu kapan harus meminta bantuan

Cara merawat bayi baru lahir Ingat, masa kecil bayi Anda tidak akan terulang dua kali. Karena itu, nikmati masa-masa yang ‘menyusahkan’ ini. Meski begitu, Anda masih harus tahu batas Anda sendiri. Jika tekanan yang Anda rasakan sudah sangat berat, mintalah bantuan dari para ahli. Anda dapat meminta bantuan dari orang tua atau dokter untuk mendapatkan tips merawat bayinya.

Cara merawat bayi baru lahir Happiness in the family with the presence of your child, do not be disturbed by the routine of treatment. By paying attention to the above, the process of caring for a newborn can be more enjoyable.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *