Cara Mengurus Administrasi Penting Setelah Menikah

Menikah
Menikah

KK • KTP • BPJS • NPWP • ISTRI MENAMBAHKAN AKHIRAN NAMA SUAMI – Panduan Mengurus 5 Administrasi Penting Setelah Menikah – mengurus kk baru setelah menikah – Untuk pengantin baru, mengurus administrasi dan dokumen setelah menikah sangat penting, terutama dalam memulai rumah tangga. Meskipun tampaknya sepele, mengelola hal-hal ini merupakan langkah penting seperti mengurus perubahan kartu keluarga atau KK, mengurus perubahan KTP setelah menikah, bahkan jika itu harus dilakukan sesegera mungkin. Jangan sampai Anda terlambat mengurus kartu identitas Anda dan dokumen-dokumen penting yang akan menyulitkan kegiatan Anda.

  • cara membuat kk baru setelah menikah 2019
  • cara membuat kk baru 2019
  • syarat membuat kk baru 2019
  • biaya pembuatan kk baru 2019
  • cara membuat kartu keluarga belum menikah
  • cara mengurus kk penambahan anggota keluarga baru
  • cara membuat kartu keluarga tunggal
  • syarat pecah kk 2019

Berikut ini adalah dokumen administrasi yang perlu Anda tangani, bersama dengan langkah-langkah yang telah kami susun.

1. Kartu Identitas (KTP)

Kartu identitas adalah hal pertama yang perlu Anda urus, karena akan diperlukan dalam mengelola dokumen lain. KTP atau E-KTP Anda akan dicetak ulang untuk mengubah status dan alamat pernikahan Anda jika Anda pindah ke tempat tinggal baru dengan pasangan Anda. Lihatlah langkah-langkah di bawah ini!

2. Kartu Keluarga (KK)

Hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah Kartu Keluarga. Dokumen ini harus segera diurus untuk menyambut kedatangan bayi. Jangan membuat akte kelahiran anak sulit karena tidak ada kartu keluarga baru dari keluarga Anda sendiri.

3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Untuk pasangan yang baru menikah, menggabungkan NPWP istri ke NPWP suami adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan. Dengan menggabungkan NPWP, Anda dapat menyederhanakan proses pembayaran pajak yang harus dilakukan setiap tahun. Cara menggabungkan NPWP cukup mudah, istri hanya perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melalui perusahaan jasa pengiriman, seperti POS Indonesia, dan mengisi formulir penghapusan NPWP. Anda juga harus melampirkan fotokopi akta nikah dan pernyataan untuk tidak membuat kesepakatan tentang pemisahan harta dan pendapatan, atau pernyataan yang tidak ingin menerapkan hak dan memenuhi kewajiban pajak yang terpisah dengan suami.

4. Kesehatan BPJS

Jika Anda sudah memiliki KTP dan KK baru, jangan lupa untuk memperbarui data di BPJS kesehatan Anda. Dengan memperbarui kesehatan BPJS Anda, Anda dapat menerima bantuan dalam proses pengiriman. Untuk memperbarui data, Anda hanya perlu datang ke kantor cabang BPJS Health dengan fotokopi surat nikah dan foto terbaru Anda.

5.Pergantian Nama

Bagi para istri yang ingin mencantumkan nama keluarga suami di belakang nama pribadi, akan lebih baik jika Anda mengurusnya sebelum melakukan perubahan status dan alamat di KTP. Anda harus datang ke pengadilan negeri setempat sambil membawa dokumen-dokumen berikut:

  1. Penetapan pengadilan negeri mengenai pergantian nama
  2. Akta kelahiran
  3. Akta nikah
  4. Kartu keluarga
  5. KTP lama
  6. Setelah mengganti nama, jangan lupa perbaharui nama Anda di tanda pengenal lain seperti KTP, NPWP, BPJS, SIM, KK, Bank, Paspor serta Ijazah Anda!

Kiat tambahan untuk Anda, bawa dokumen asli yang diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi, baik kekurangan fotokopi atau jika dokumen asli diminta oleh administrasi untuk diperiksa. Anda juga tidak dikenakan biaya dalam mengatur dan membuat dokumen pekerjaan berdasarkan UU No. 24 tahun 2013 Pasal 79A.

Pernahkah Anda mengalami proses administrasi di atas? Jangan ragu untuk berbagi pengalaman pribadi Anda di kolom komentar di bawah ini untuk membantu pengantin wanita lain!

Baca juga: Cara Hemat Biaya Menikah dengan Resepsi Sederhana

Loading...

TULIS KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini