Jumat, Februari 21, 2020
Beranda Tips Bunda Cara Mengatasi Anak Cengeng dan Penakut

Cara Mengatasi Anak Cengeng dan Penakut

Anak Cengeng perlu Dididik dengan Cara Ini

Antero – Anak cengeng bisa membuat orang tua kesal. Terutama ketika rengekan berlangsung sepanjang hari tanpa sebab. Cengeng adalah hal yang wajar terjadi pada anak-anak. Namun, jika sudah memasuki usia sekolah, ini akan menambah kesulitan bagi orang tua untuk mengizinkan anak-anak mandiri. Bagaimana Anda mengatasi anak cengeng? Lihat ulasannya di sini.

Jangan meremehkan masalah karakter anak cengeng

Seperti disebutkan di atas, seorang anak samar adalah alami, terutama ketika ia berusia di bawah 2 tahun. Biasanya anak-anak tidak bisa atau sulit menjelaskan apa yang membuat mereka menangis. Namun, jika anak sudah cukup umur, misalnya usia sekolah, misalnya, perilaku anak ini akan mengganggu orang lain. Tidak jarang, ia akan dengan mudah dicap sebagai anak cengeng.

Penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan anak cengeng. Karena pada dasarnya menangis dapat disebabkan oleh beberapa hal umum. Salah satunya adalah karena anak Anda memang memiliki perasaan sensitif atau gaya pengasuhan Anda berbeda dan tidak pantas.

Jika Anda sering memanjakan anak Anda, ia bisa tumbuh menjadi anak yang cengeng. Ini juga akan berdampak pada kegiatan sosialisasi anak-anak dengan pergaulan mereka. Tidak jarang juga ditemukan bahwa anak cengeng cenderung tidak percaya diri, malu, takut, dan merasa ragu dengan kemampuan mereka sendiri. Ini adalah pekerjaan rumah bagi orang tua untuk dapat mengatasi sikap anak cengeng.

Adalah baik bahwa orang tua tidak meremehkan masalah ini. Dikhawatirkan anak-anak akan mengalami banyak kendala untuk berkembang dan bersosialisasi di dunia luar atau masa depan mereka.

Bagaimana Anda menangani perilaku anak cengeng?

Emosi, perasaan, dan niat menangis anak memang sulit ditebak. Anda harus bersabar dan berlatih menerapkan metode berikut.

1. Bantu perkembangan kecerdasan emosional anak-anak

Sangat tepat bagi orang tua untuk mengenali sikap anak-anak mereka dengan baik. Di sini Anda diharapkan untuk mengetahui dan mengembangkan kecerdasan emosi anak sebaik mungkin. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali dan mengelola perasaan mereka sendiri dan perasaan orang lain.

Anak-anak dengan kecerdasan emosi biasanya tahu hal-hal apa yang mereka sukai dan yang tidak suka. Jadi, jika sesuatu membuatnya gelisah, ia dapat mengomunikasikan perasaan itu dengan baik kepada orang tuanya, bukan dengan menangis.

2. Jangan terbawa emosi

Terkadang orang tua akan marah, emosional dan jengkel melihat anak-anak mereka terus-menerus menangis. Ini harus dihindari, karena reaksi orang tua ini akan disalahartikan oleh anak. Anak-anak mungkin berpikir ini adalah ancaman dan tanda bahwa orang tua mereka tidak mencintai anak-anak.

Anda perlu menenangkan diri secepat mungkin, kemudian berpikir cepat untuk menenangkan anak yang cengeng. Setelah itu, sejajarkan mata anak dengan mata Anda, pegang tubuhnya dengan kuat tetapi tidak kasar. Jika anak Anda menangis, tanyakan dengan lembut, apa yang membuatnya menangis dan apa yang ia inginkan.

Ini membutuhkan waktu lama untuk membuat anak menjawab dan tidak menangis lagi. Lakukan perlahan sampai anak berhenti menangis dan ingin menjawab. Dibutuhkan kesabaran bagi orang tua untuk mengambil langkah ini.

3. Tidak perlu bereaksi berlebihan

Ketika anak-anak menangis sampai mereka mengaum, orang tua mungkin panik dan langsung bereaksi berlebihan. Misalnya dengan mengatakan, “Oh, kenapa kamu? Siapa yang kamu bercanda? Siapa yang usil, ya?” Atau langsung membelikan anak barang yang diinginkannya. Selain tidak akan membuat anak berhenti menangis, anak itu benar-benar melihat bahwa menangis adalah senjata yang ampuh untuk menarik perhatian orang tua dan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Lalu apa yang harus dilakukan orang tua? Anda dapat perlahan mencoba mengatakan, “Saudari, jika Anda menangis, Ayah / Ibu Anda tidak dapat mendengar apa yang Anda inginkan,” atau, “Ayolah, berhentilah menangis, kisah apa yang membuat Anda merasa buruk.”

Cobalah bersikap netral saat anak sedang cengeng. Dengan begitu, anak akan belajar bahwa cara mendapatkan perhatian orang tua dan apa yang dia inginkan adalah berbicara dengan hati-hati dan jelas, bukan dengan menangis.

4. Cobalah untuk mulai meningkatkan sosialisasi anak-anak

Cengeng tidak selalu disebabkan oleh anak-anak manja. Ketika seorang anak cengeng, bisa jadi karena rasa percaya dirinya saat bergaul atau bermain dengan teman-temannya kurang. Tidak diragukan lagi, mereka akan mencoba menangis atau merengek sebagai tanda “meminta bantuan” kepada Anda, untuk masalah yang sedang dihadapi ini.

Untuk mengatasinya, cobalah menemani ketika ia bermain dengan temannya. Tidak perlu sepanjang hari, cukup di awal-awal dia bermain, berkenalan dengan teman-temannya, dan ketika dia mulai mencarimu karena perasaan tidak aman yang tiba-tiba muncul saat bermain.

5. Ajari anak untuk melampiaskan emosinya dengan sehat

Tidak semua penyebab anak cengeng disebabkan oleh karakter anak yang sensitif dan pemalu. Ini hanya masalah bagaimana Anda mengundang dan mengajar anak-anak untuk lebih terbuka terhadap dunia luar.

Atau, Anda dapat mengajar anak-anak untuk melampiaskan emosinya dengan melakukan kegiatan artistik seperti menggambar dan bernyanyi atau berolahraga yang ia sukai. Penting juga untuk diingat bahwa tidak semua anak sama, karakter setiap anak berbeda. Jadi, terus cari tahu kegiatan apa yang disukai anak Anda untuk melampiaskan emosinya.

- Advertisment -