Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online Tanpa Ribet

oleh -0 views
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online Tanpa Ribet
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online Tanpa Ribet

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online – Dana BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan Secara Online, Bagi Anda yang sudah menginjak dunia kerja, tentu Anda sudah tahu tentang BPJS Ketenagakerjaan (Badan Pengelola Jaminan Sosial).

Tentang BPJS Ketenagakerjaan Online

  1. Apakah Itu BPJS Ketenagakerjaan?
  2. Apa Manfaat BPJS Ketenagakerjaan?
  3. Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan
  4. Apa Saja Jenis Program BPJS Ketenagakerjaan?
  5. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  6. Program Jaminan Kematian (JKM)
  7. Program Jaminan Hari Tua (JHT)
  8. Program Jaminan Pensiun (JP)
  9. Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan/JHT Melalui Kantor BPJS Ketenagakerjaan
  10. Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan/JHT Secara Online
  11. Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan/JHT Melalui Aplikasi BPJSTKU
  12. Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan/JHT Melalui SMS
  13. Ketentuan Klaim BPJS Ketenagakerjaan untuk Program JHT
  14. Syarat Klaim BPJS Ketenagakerjaan untuk Program JHT
  15. Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan/JHT Secara Offline Melalui Kantor BPJS Ketenagakerjaan
  16. Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan/JHT Secara Online Melalui Sistem e-Klaim
  17. Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan/JHT Apabila Kartu Hilang
  18. Cara Mengurus Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang Hilang
  19. Cara Mengurus Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang Rusak
  20. Cara Daftar Antrian Online BPJS Ketenagakerjaan

Namun, untuk lulusan universitas yang ingin melangkah ke pekerjaan pertama mereka, mereka pasti akan bertanya-tanya apa itu BPJS Ketenagakerjaan? BPJS Ketenagakerjaan adalah program perlindungan bagi pekerja dalam mengantisipasi risiko sosial ekonomi tertentu atau dengan kata lain asuransi sosial dari lembaga negara.

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

BPJS dulu lebih dikenal sebagai PT Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja), tetapi pada 1 Januari 2014 berubah menjadi BPJS. Berdasarkan UU No. 3 tahun 1992, program Ketenagakerjaan BPJS adalah kewajiban yang harus dibayar dari pemberi kerja (perusahaan) dan pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja dengan berbagai jaminan yang ditawarkan. Salah satu jaminan termasuk solusi persiapan masa depan bagi pekerja di Indonesia, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT).

Selama Anda masih bekerja, Anda akan membayar BPJS Ketenagakerjaan dan beberapa dari mereka akan disimpan untuk dana JHT. Kemudian ketika Anda berusia 56 tahun atau telah bekerja selama 10 tahun, maka Anda dapat menarik JHT.

Sebelumnya, JHT dapat dicairkan 100% antara jika Anda berusia 56 tahun, meninggal, mengalami cacat total, pindah ke luar negeri atau hanya mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Tetapi sekarang dana Jaminan Hari Tua ini dapat dicairkan tidak hanya dalam kondisi ini, tetapi juga dalam bentuk persentase untuk persiapan dana pensiun atau untuk biaya perumahan.

Untuk mengklaim BPJS Ketenagakerjaan, JHT tidaklah sulit. Sekarang dengan ketersediaan layanan online, Anda dapat membuat klaim praktis dengan layanan e-klaim.

Alih-alih menunggu antrian panjang untuk mengajukan klaim, ada baiknya membuat klaim elektronik terlebih dahulu untuk menghemat waktu dan uang.

Tetapi sebelum Anda berpikir untuk mengajukan klaim, ada baiknya untuk mengetahui persyaratan dan prosedur dan ketentuan untuk cara mengklaim BPJS JHT.

Bagaimana cara mengklaim pekerjaan JHT BPJS?

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2015, cara untuk mengklaim BPJS Ketenagakerjaan JHT dibagi menjadi 3 pilihan. Pilihan dibedakan berdasarkan jumlah saldo JHT yang ingin Anda klaim.

Jadi sekarang pekerja yang ingin mengajukan klaim dapat memilih antara pembayaran 10%, 30% dan 100% dari total saldo JHT. Dengan opsi ini, pekerja di Indonesia dapat memiliki kebebasan untuk menentukan jumlah yang ingin mereka keluarkan, dibandingkan dengan hanya pencairan 100%.

Namun, untuk klaim 10% dan 30%, tidak satu pun dari mereka harus dipilih, dengan kata lain, mereka hanya dapat memilih antara 10% atau 30%. Masing-masing dari 3 pilihan ini memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda, bersama dengan deskripsi.

1. Cara Klaim JHT 10%

Klaim 10% dari saldo JHT diperuntukan khusus persiapan pensiun saja. Dan seperti yang dijelaskan diatas, berdasarkan peraturan baru Anda hanya boleh memilih salah satu klaim antara 10% atau 30%. Setelah mencairkan 10% dari saldo JHT maka pencairan berikutnya adalah 100% atau klaim JHT secara penuh. Untuk mengklaim JHT 10%, tersedia beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya adalah:

  • Telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selama 10 tahun
  • Masih aktif bekerja di perusahaan

Jika Anda memenuhi kedua persyaratan ini, maka selanjutnya mempersiapkan dokumen secara lengkap sebelum ke kantor BPJS. Dokumen yang dibutuhkan untuk klaim JHT 10% terdiri dari:

  • Fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu aslinya
  • Fotokopi KTP atau paspor peserta beserta yang aslinya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta yang aslinya
  • Surat keterangan yang menyatakan masih aktif bekerja di perusahaan
  • Buku rekening tabungan

2. Cara Klaim JHT 30%

Perbedaan utama dari klaim 10% dengan 30% JHT adalah tujuannya. Jika klaim 10% untuk persiapan pensiun, klaim BPJS JHT 30% diperuntukan khusus untuk membayar biaya perumahan. Jadi bagi Anda yang ingin merencanakan untuk membeli rumah. Maka Anda dapat mendapatkan sebagian dana tambahan dari Jaminan Hari Tua untuk pembayaran uang muka / DP rumah tersebut.

Sama seperti ketentuan klaim 10%, berdasarkan dari Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2015 setelah mencairkan 30% dari saldo JHT, maka pencairan berikutnya yang dapat dilakukan adalah 100% atau klaim penuh JHT. Dalam hal persyaratan klaim JHT 30%, kriteria yang harus Anda penuhi adalah sebagai berikut:

  • Telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selama 10 tahun
  • Masih aktif bekerja di perusahaan

Sedangkan dalam hal dokumen yang diperlukan untuk klaim JHT 30% adalah:

  • Fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu yang asli
  • Fotokopi KTP atau paspor beserta menunjukkan wujud aslinya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta yang aslinya
  • Surat keterangan masih aktif bekerja di perusahaan
  • Dokumen yang menyangkut perumahan
  • Buku rekening tabungan

3. Cara Klaim JHT 100%

Pada dasarnya cara klaim BPJS Ketenagakerjaan JHT 100% dapat dilakukan dengan 5 persyaratan berikut: antara Anda menginjak umur 56 tahun, meninggal dunia, mengalami cacat total, pindah ke luar negeri atau terkena PHK. Tetapi dengan ketentuan baru jika Anda tidak bekerja, Anda tidak perlu lagi menunggu hingga usia 56 tahun atau meninggal dunia atau salah satu kondisi tersebut terpenuhi untuk mengklaim JHT 100%. Cukup dengan menunggu 1 bulan saja setelah Anda berhenti bekerja maka Anda dapat mencairkan 100% saldo JHT.  Jadi jika Anda masih bekerja, maka prosedur pencairan saldo JHT berlaku berdasarkan ketentuan persentase 10% untuk persiapan pensiun, 30% untuk biaya perumahan dan 100% jika antara 5 kondisi tersebut terjadi.

Jika Anda menginjak usia 56 tahun, ini merupakan usia yang layak untuk memasuki waktu pensiun. Jaminan Hari Tua merupakan sumber dana yang dapat menyokong kehidupan Anda selanjutnya. Jika Anda hendak melakukan klaim JHT 100% ketika berusia 56 tahun berikut dokumen yang harus dilengkapi:

  • Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
  • Fotokopi KTP atau paspor beserta aslinya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta aslinya
  • Fotokopi surat keterangan pensiun dari perusahaan beserta aslinya
  • Buku rekening tabungan

Apabila Anda meninggal dunia, maka klaim penuh JHT dapat dilakukan dan diberikan kepada ahli waris Anda. Untuk mencairkan dana tersebut, keluarga Anda harus mempersiapkan dokumen seperti berikut:

  • Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
  • Fotokopi KTP atau paspor beserta aslinya
  • Fotokopi surat keterangan dari perusahaan beserta aslinya
  • Fotokopi surat keterangan kematian dari rumah sakit beserta aslinya

Sedangkan jika Anda mengalami kecelakaan atau terkena penyakit, yang mengakibatkan Anda menderita cacat total maka Anda dapat juga klaim 100% untuk BPJS Ketenagakerjaan JHT. Anda dapat meminta anggota keluarga atau kerabat untuk mewakili Anda mencairkannya. Cukup berikan surat kuasa kepada perwalikan Anda dan siapkan dokumen berikut:

  • Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
  • Fotokopi KTP atau paspor beserta aslinya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta aslinya
  • Fotokopi surat keterangan dari perusahaan beserta aslinya
  • Fotokopi surat keterangan sakit mengalami cacat total tetap dari rumah sakit beserta aslinya
  • Buku rekening tabungan

Untuk Anda yang ingin pindah ke luar negeri, baik untuk alasan  pindah kerja secara permanen ataupun pernikahan yang membuat Anda menetap di luar negeri maka Anda dapat mencairkan penuh dana BPJS. Dokumen yang perlu Anda persiapkan untuk alasan ini adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
  • Fotokopi Paspor beserta aslinya
  • Fotokopi visa bekerja atau ijin tinggal di luar negeri beserta bukti aslinya
  • Fotokopi surat keterangan perpindahan kerja ke luar negeri.

Jika Anda terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau memutuskan untuk berhenti bekerja dan Anda tidak mencari pekerjaan lagi maka Anda dapat mencairkan 100% dana JHT. Cukup menunggu satu bulan setelah Anda berhenti bekerja, kemudian Anda dapat melakukan klaim JHT. Dokumen yang perlu disediakan adalah:

  • Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
  • Fotokopi KTP atau paspor beserta aslinya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta aslinya
  • Fotokopi surat pengalaman kerja/ referensi kerja dari perusahaan (Paklaring) beserta aslinya
  • Buku rekening tabungan

Pajak Progresif Pada Klaim BPJS Ketenagakerjaan JHT

Ketika Anda melakukan klaim Jaminan Hari Tua, baik itu 10%, 30% ataupun 100% maka Anda akan dikenakan pajak progresif. Pajak progresif ini berupa persentase yang meningkat dari jumlah saldo JHT yang dicairkan. Jadi semakin tinggi jumlah saldo yang dicairkan maka semakin besar persentase pajaknya. Berikut ketentuannya:

  • Untuk dana JHT yang dicairkan kurang dari Rp 50 juta maka pajak sebesar 5%
  • Untuk dana JHT yang dicairkan sebesar Rp 50 Juta hingga Rp 250 Juta maka tarif pajak sebesar 15%
  • Untuk dana JHT yang dicairkan antara Rp 250 Juta hingga Rp 500 Juta maka pajak yang dikenakan adalah 25%
  • Jika jumlah dana JHT yang dicairkan lebih dari Rp 500 Juta maka pajak yang ditagihkan adalah 30%

Tetapi jika pekerja tidak pernah klaim hingga 10 tahun kepersertaan di BPJS maka seberapapun jumlah klaim nantinya, pajak akan tetap sebesar 5% saja. Untuk pemahaman lebih lanjut berikut contoh kalkulasi pajak progresif dari klaim BPJS. Anda melakukan klaim dan mendapatkan dana sebesar Rp 100 Juta maka pajaknya adalah 15% x Rp 100 juta = Rp 15 Juta. Tetapi jika pekerja tidak pernah klaim maka selama 10 tahun, maka perhitungan pajaknya adalah 5% x Rp 100 juta = Rp 5 Juta.

Prosedur Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online dan Offline

Untuk mengajukan klaim BPJS Ketenagakerjaan, Anda dapat melakukannya melalui 2 cara yakni antara secara langsung ke kantor cabang (offline) atau melalui proses e-klaim (online). Jika Anda memutuskan untuk langsung mendatangi kantor cabang BPJS berikut prosedur klaimnya:

  • Kunjungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
  • Isikan formulir pengajuan klaim JHT yang disediakan petugas BPJS
  • Jika klaim 100% maka Anda harus menandatangani surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun
  • Berikan dokumen persyaratan yang dibutuhkan berdasarkan klaim yang diinginkan
  • Kemudian panggilan wawancara dan foto
  • Terakhir saldo JHT akan ditransfer ke nomor rekening bank

Jika Anda mengikuti prosedur klaim ini secara benar maka pencairan JHT Anda akan cepat dan lancar. Sedangkan untuk pencairan BPJS Ketenagakerjaan secara online atau e-klaim, proses pengajuan klaimnya dapat dilakukan secara online, kemudian jika disetujui maka Anda akan perlu ke kantor BPJS. Untuk pengetahuan, Anda akan perlu meng-scan semua dokumen persyaratan yang diperlukan terlebih dahulu untuk di-upload secara online. Berikut prosedur e-klaim BPJS:

  1. Buat Akun BPJS Ketenagakerjaan

Jika Anda belum memiliki akun maka Anda harus membuat akun terlebih dahulu dengan mengunjungi website ini https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs. Lalu isikan data Anda di halaman tersebut dan klik SUBMIT DATA. Kemudian Anda akan menerima SMS kode aktivasi

cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online

2. Masukan kode Aktifasi itu di halaman berikutnya untuk verifikasi

cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online

3. Setelah akun Anda aktif maka Anda dapat memilih menu e-Klaim JHT

Apabila Anda telah memilih akun maka Anda dapat langsung ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/login.bpjs dan log in ke akun Anda.

cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online

4. Di halaman berikutnya Anda akan perlu mengisikan beberapa keterangan seperti nomor KPJ, dan Jenis Klaim. Lalu klik SUBMIT FORM dan LANJUTKAN

cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online

5. Kemudian Anda akan menerima SMS atau Email untuk PIN konfirmasi. Di halaman berikutnya isikan formulir pengajuan e-klaim BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan seperti nomor PIN konfirmasi, cabang BPJS terdekat yang akan dikunjungi, keterangan rekening dan mengupload dokumen persyaratan.

cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online

cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online

6. Setelah semua dokumen persyaratan diupload maka klik SIMPAN.

7. Sesudah semua data berhasil disimpan, maka Anda akan menerima Email tentang status klaim online. Contoh email seperti berikut.

cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online

Selanjutnya, Anda hanya perlu menunggu untuk himbauan lewat Email tentang pengajuan klaim Anda.

Jika pengajuan diterima maka Anda perlu datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan yang dipilih dengan dokumen asli (dalam 7 hari).

Jika tidak diterima maka Anda akan perlu memberikan dokumen yang diminta oleh pihak BPJS.

Baca juga: Cara Cek Saldo Jamsostek Lewat Website, SMS, ATM atau Aplikasi

yang sering di tanyakan:

  • cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan online 2019
  • cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan 2019
  • cara klaim bpjs ketenagakerjaan online 2019
  • cara mencairkan bpjs online lewat hp
  • syarat pencairan bpjs ketenagakerjaan 2019
  • antrian online bpjs
  • cara ambil nomor antrian bpjs online
  • berapa lama pencairan bpjs ketenagakerjaan
Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *