Cara menanam tomat di pot atau di kebun agar berbuah lebat

oleh -25 views

Bagaimana cara menanam tomat? Sebagai bagian dari sayuran, tomat sering digunakan untuk makanan sehat. Menurut Healthline, tomat adalah sumber likopen, antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas. Selain itu, ia juga mengandung beta-karoten, narigenin dan asam klorogenik.

Kandungan ini bisa dilihat dari warna merah-oranye yang akan diubah menjadi vitamin A. Selain itu, vitamin A baik untuk kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh. Tetapi, pada dosis beta-karoten yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan. Selain vitamin A, tomat juga mengandung vitamin C, potasium, folat dan vitamin K.

Manfaat tomat adalah sebagai berikut:

1. Mencegah kanker
2. Pertahankan tekanan darah
3. Jantung sehat
4. Cegah sembelit
5. Meningkatkan kesehatan mata
6. Membantu produksi kolagen untuk kulit, rambut dan kuku

Cara Menanam Tomat

Cara menanam tomat, tomat termasuk tanaman sayuran dalam keluarga Solanaceae. Tanaman tomat banyak ditanam di dataran tinggi, dataran sedang atau dataran rendah. Tomat termasuk tanaman musiman yang berumur sekitar 4 bulan.

Tanaman tomat dapat tumbuh di semua media, mulai dari ditanam di sawah, lahan tegal, pekarangan, bahkan untuk kepemilikan lahan terbatas. Budidaya tanaman tomat dapat dilakukan dengan menggunakan metode Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) atau dengan sistem tanaman hidroponik, dan yang membedakannya adalah media yang digunakan.

Dalam cara menanam tomat dalam pot (sistem tabulampot) lebih banyak menggunakan media pupuk kandang yang kemudian dimasukkan ke dalam pot yang ditanam dan biji tomat sedangkan untuk media tanam hidroponik lebih banyak menggunakan peran air sebagai media diberi nutrisi khusus sehingga budidaya hidroponik tomat bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan bagi penggemar budidaya sayuran hidroponik, tomat merupakan pilihan untuk dibudidayakan.

Cara Menanam Tomat untuk Buah yang Berat

Di Indonesia, budidaya tomat masih didominasi oleh petani konvensional yang menanam tomat di ladang yang luas dan terbuka. Sementara budidaya tomat dalam polibag, tabulampot, dan hidroponik dilakukan oleh sejumlah kecil orang. Oleh karena itu, berikut ini akan dijelaskan cara menanam tomat untuk petani konvensional di sawah, kebun, kebun, dll.

Cara budidaya tanaman tomat yang baik dan benar adalah faktor kunci dalam keberhasilan mendapatkan hasil berlimpah.

Tahapan dalam Budidaya Tomat:

Cara menanam tomat di pot atau di kebun agar berbuah lebat

1. Pilih Bibit Tomat Berkualitas

Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam, harus disesuaikan terlebih dahulu dengan karakteristik lokasi. Jika tanah berada di dataran tinggi, pilih varietas yang cocok untuk dataran tinggi dan sebaliknya.

Cara menanam tomat bisa dari biji / biji dan juga dari biji. Cara menanam tomat dari biji (biji) harus memilih biji yang berkualitas (produksi tinggi dan tahan penyakit). Biji tomat ini dapat diperoleh di toko-toko pertanian terdekat dengan berbagai merek dari berbagai perusahaan benih. Padahal biji tomat bisa didapat di pembibitan tomat yang menjual bibit secara khusus.

Setelah mendapatkan benih berkualitas, rendam benih tomat dengan 1 cangkir (200cc) POC selama ± 2 jam dengan tujuan agar biji tumbuh dengan sempurna dan bebas dari penyakit menular. Kemudian rebus benih pada media pembibitan yang telah disiapkan dari campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang (perbandingan 3: 2: 1) kemudian siram dengan larutan BLACK BOS. Cara membuat solusinya adalah 1 kg BLACK BOS dicampur menjadi 100 liter air kemudian tuangkan ke media semai.

Tujuan penyiraman media benih dengan BLACK BOS adalah untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui tanah dan menambah nutrisi dalam media semai. Sehingga biji tomat tumbuh sehat dengan nutrisi yang cukup dan bebas dari serangan penyakit. Proses penanaman tomat dilakukan untuk mendapatkan benih tomat yang sehat dan berkualitas tinggi.

2. Cara mengolah Tanah Tanaman Tomat

Pemrosesan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi fisik, kimia, dan biologis yang lebih baik untuk tanah, membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan, meratakan tanah untuk memfasilitasi cara menanam tomat, menyiapkan irigasi dan pengaturan drainase, dan menempatkan sisa-sisa tanaman (sampah) di tempat yang sesuai. agar proses dekomposisi berjalan dengan baik.

Pemrosesan tanah dapat dilakukan dengan membajak atau mencangkul dengan kedalaman ± 20 cm untuk membuat tekstur tanah gembur dan membunuh patogen tanah.

Setelah itu, taburkan ± 20 ton pupuk kandang per hektar atau tambahkan NPK sebanyak 100 g / m² di bedengan dan jika tanahnya terlalu asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran selain meningkatkan pH tanah juga untuk memperbaiki struktur tanah. Dosis harus disesuaikan dengan tingkat pH setiap tanah.

Kemudian bentuk tempat tidur dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajangan mengikuti kontur tanah. Buat jarak antara tempat tidur selebar 30-40 cm. Setelah selesai membuat bedengan, langkah selanjutnya adalah flush / black dengan BLACK BOS dengan tujuan untuk mempercepat proses pengomposan di tanah dan mencegah penyakit yang ditularkan melalui tanah. Metodenya adalah melarutkan 1 kg BLACK BOS ke dalam 100 liter air dan menyemprotkan / bocor ke tanah. Kemudian tutup dengan mulsa dan diamkan tanah selama satu minggu.

3. Menanam Benih Tomat

Setelah biji tomat tumbuh setinggi 10 cm dan berumur ± 3 minggu, tomat siap dipindahkan dan ditanam di lahan yang disediakan. Setelah benih tomat ditanam, jual dengan POC agar tanaman tidak stres dan dapat berkembang segera. Lakukan proses penanaman pada sore hari agar biji tomat tidak layu. Lakukan pemasangan sedini mungkin dengan jarak 10-20 cm dari batang agar akarnya tidak rusak.

4. Metode Pemupukan Yang Baik, Sehingga Tanaman Tumbuh Sehat, Bebas dari Serangan Penyakit dan Dapat Menghasilkan Produksi Maksimal

Pupuk untuk tomat menggunakan Pupuk Organik Cair setelah tomat berumur 7 hari dan ulangi setiap 1 minggu dengan dosis 500 ml (2 gelas air mineral) per tangki dan semprotkan ke akar dan tanaman. Setelah 30 hari tomat dioleskan kembali BLACK BOS ke tanah sebanyak 5 kg per ha. Metodenya adalah melarutkan 1 kg BLACK BOS ke dalam 100 liter air dan menyemprotkan / bocor ke tanah.

Berikan pupuk kandang setiap 1 bulan sebanyak 300 gr per batang atau tambahkan pupuk anorganik dengan kandungan Nitrogen dan NPK saat tanaman berumur 10, 20 dan 30 HST pada periode vegatitif dengan dosis 5 g per tanaman dan saat generatif berikan pupuk NPK setelah umur 45 HST setiap 10 hari dengan dosis 5 gram per tanaman.

Kombinasi BLACK BOS dan POC di samping menambahkan nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman juga dapat memberikan sistem ketahanan tanaman terhadap hal-hal imunomodulator karena bakteri yang terkandung dalam BLACK BOS dan POC mampu mendegradasi residu kimia, logam berat dan penyakit. -menyebabkan patogen tanaman.

Enzim dan antibiotik yang diproduksi oleh bakteri dapat mengalahkan patogen tanaman seperti jamur dan bakteri patogen. Sehingga tanaman akan tumbuh sehat, bebas dari serangan penyakit dan dapat menghasilkan produksi yang maksimal.

Karakteristik Budidaya Tanaman Tomat Siap Panen

Tomat dapat dipanen pada umur 90-100 HST. Dengan karakteristik kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuningan, tepi daun tua mengering, batang menguning di pagi atau sore hari ketika cuaca cerah. Dengan kombinasi BLACK BOS dan pupuk organik cair, spesialis makanan nabati akan membuat tanaman sehat dan hasil panen meningkat.

Tomat buah atau sayur ?

Banyak dari kita kesulitan menggambarkan tomat. Ada yang mengklasifikasikannya sebagai buah, ada juga yang mengklasifikasikannya sebagai sayur. Padahal, tomat adalah buah dan sayuran sekaligus.  Kesimpulan ini kita dapatkan dari arti harfiah dari buah dan sayuran.

Menurut Merriam-Webster, buah didefinisikan sebagai produk tanaman yang mengandung biji dan umumnya dapat dimakan. Dari definisi ini, apa pun yang tumbuh dari tanaman dan mengandung biji seperti apel, mentimun, paprika, labu, alpukat, dll disebut buah. Tidak terkecuali dengan tomat.

Sementara itu, sayuran didefinisikan sebagai makanan yang berasal dari tanaman, biasanya memiliki kadar air yang tinggi. Sayuran tidak hanya dalam bentuk daun. Batang muda seperti rebung, umbi umbi, lobak, dan wortel juga termasuk sayuran. Ada juga sayuran dalam bentuk bunga, misalnya kecombrang dan turi.

Sayuran dalam bentuk biji seperti buncis dan buncis. Sayuran juga bisa berupa buah-buahan, seperti tomat. Baca juga: Temuan Baru, Konsumsi Tomat Meningkatkan Kesehatan Baru Perokok “Sebenarnya, buah tidak harus memiliki rasa manis.

Hanya saja, sebagian besar orang mengklasifikasikan buah asam seperti tomat sebagai sayuran,” kata Merriam-Webster, Business Insider melaporkan.

Cara Menanam Tomat Dalam Pot

Cara menanam tomat di pot atau di kebun agar berbuah lebat

Faktor utama yang menentukan berhasil atau tidaknya cara menanam tomat dalam pot adalah pemahaman Anda sendiri, tentang bagaimana melakukan penanaman dan pemeliharaan tanaman tomat. Berikut 5 langkah yang harus Anda lakukan cara menanam tomat dalam pot yaitu;

1. Memilih Bibit Buah Tomat

Poin penting yang pertama cara menanam tomat dalam pot adalah memilih bibit buah tomat yang baik, agar tanaman yang dihasilkan dapat tumbuh dengan baik serta menghasilkan panen tomat yang melimpah. Pilihlah bibit buah tomat yang cacat fisik serta bebas dari segala penyakit maupun hama.

Kreteria buah tomat sebagai bibit:

  • Pilih buah tomat yang benar-benar matang (merah dan kulit tipis)
  • Memiliki ukuran besar dibanding lainya
  • Tidak teradapat luka cacat atau bekas terserang hama maupun penyakit
  • Memiliki kepadatan biji yang merata, jika dibelah
  • Biji tomat tampak besar dan jika direndam tidak terapung.

Jika Anda masih merasa kesulitan, untuk menentukan bibit tomat unggulan atau tidak, langkah terbaik adalah dengan mendatangi petani atau dengan membeli bibit pada kios-kios pertanian disekitar Anda. Bibit buah tomat yang didapat dari kios pertanian, memiliki kemungkinan besar bibit tomat lebih berkualitas, dibanding Anda memilih bibit tomat sendiri.

2. Menyemai Biji Buah Tomat

Setelah bibit tomat diperoleh, maka langkah selanjutnya cara menanam tomat dalam pot adalah melakukan tahap penyemaian bibit buah tomat. Anda dapat mengikuti langkah berikut yaitu merendam bibit buah tomat di dalam air yang sudah dicampur dengan fungisida.

Tujuan dari merendam benih tomat dengan cairan fungisida adalah agar penyakit maupun hama yang ada di dalam benih dapat mati dan tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Setelah bibit direndam dengan cairan tersebut, masukkan benih ke dalam media semai. Media semai dapat berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan komposisi 1 : 1. Lubangi media semai dengan jari telunjuk, masukkan benih tomat, kemudian tutup kembali dengan tanah tersebut, dan letakan ditempat yang teduh (cukup sinar pagi hari)

Selanjutnya cara menanam tomat dalam pot, adalah penyiraman yang rutin. Dengan menyiraminya secara rutin setiap pagi dan sore hari, benih tomat biasanya sudah mulai muncul kecambah, saat menginjak umur 7 hingga 10 hari sejak masa tanam. Biarkan benih tomat yang sudah muncul tunas tersebut di dalam media semai hingga berumur tua dan siap dipindahkan kedalam pot yaitu antara 15 hingga 20 hari sejak mulai ditanam.

3. Pemilihan Pot Sebagai Media Tanam

Memilih pot sebagai media tanam juga termasuk dalam poin penting cara menanam tomat dalam pot. Anda dapat memilih berbagai jenis pot bunga yang terbuat dari bahan-bahan yang berbeda seperti bahan keramik, semen, maupun tanah liat. Namun ada baiknya untuk memilih pot dari bahan tanah liat karena pori-pori dari pot tanah liat lebih mudah di tembus oleh air maupun sirkulasi udara yang dibutuhkan oleh akar tanaman tomat.

Selain pot bunga, Anda juga dapat menggunakan media kaleng bekas maupun polybag berukuran sedang sebagai media cara menanam tomat dalam pot. Adapun media tanam yang digunakan adalah campuran dari tanah , pasir, dan pupuk kompos yang sudah matang dengan komposisi 1 : 1 : 1. Jangan lupa pula untuk melubangi bagian bawah pot agar air siraman tidak menggenangi akar yang justru akan menyebabkan penyakit busuk akar pada tanaman tomat Anda.

4. Memindahkan Benih Tomat dari Lahan Semai ke dalam Pot

Setelah benih berumur 20 hari di dalam media semai, media tanam telah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah memindahkan benih hasil penyemaian tersebut kedalam media pot bunga. Cara menanam tomat dalam pot pada saat memindahkan tanaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar akar tanaman tidak rusak. Lepaskan polybag perlahan, kemudian tanamlah benih kedalam pot bersama dengan media tanah yang masih menempel pada akar tanaman.

5. Pemeliharaan Tanaman Tomat dalam Pot

Setelah dipindahkan kedalam pot, letakkan pot tersebut di halaman rumah yang terkena sinar matahari pagi, namun mendapat sedikit peneduh saat terik siang tiba. Lakukan juga penyiraman rutin setiap pagi dan sore agar tanaman tomat Anda mendapatkan pasokan air yang cukup.

Jangan lupa juga untuk menancapkan bambu di samping tanaman sebagai media tomat untuk merambat. Pemberian pupuk kandang setiap dua bulan sekali akan menambah tingkat kesuburan tanaman tomat dalam pot Anda. Setelah 60 hari hingga 90 hari sejak masa tanam, tanaman tomat biasanya sudah mulai dapat dipanen sesuai dengan kebutuhan Anda.

Demikianlah cara menanam tomat dalam pot, untuk memanfaatkan halaman rumah Anda agar lebih produktif.

Baca juga: Cara Menanam Cabe Sendiri di Rumah dengan Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *