Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula lengkap

oleh -0 views

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula lengkap

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula lengkap – Cara Mengolah Jamur Tiram – Selamat datang di portal ANTERO pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang cara membudidayakan jamur tiram dengan benar. Sebenarnya, budidaya jamur tiram sendiri sangat tepat bila diterapkan di daerah yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia.

Jika Anda ingin membangun bisnis budidaya jamur tiram, dana investasi dapat cukup terjangkau dan Anda dapat melakukannya selangkah demi selangkah. Proses yang paling sulit adalah membuat baglog, yaitu media tanam yang harus diidiinokulaikan bersama dengan bibit jamur.

Bagi Anda yang belum tahu cara hidup jamur silakan baca saja.

Ada dua kegiatan penting yang perlu dilakukan terkait budidaya jamur tiram. Kegiatan pertama adalah membuat media tanam dan bibit jamur diinokulasi dengan media tanam.

Dengan begitu media akan ditumbuhi miselium yang mirip kapas. Langkah kedua adalah membiarkan miselium tumbuh menjadi tubuh buah.

Secara umum bagi mereka yang masih pemula, mereka memulai aktivitas kultivasi melalui pertumbuhan baglog jadi daging. Sementara baglog pengadaan tersedia untuk tumbuh diperoleh melalui pembelian dengan orang lain. Kemudian setelah kegiatan kultivasi mulai tumbuh dan tingkat transaksi dan jumlah banyak, maka hanya bisa mencoba membuat baglog sendiri.

Cara Budidaya jamur Tiram

Ada beberapa cara budidaya jamur tiram yang bisa kita lalui, terbagi menjadi 3 yaitu :

  1. Menyediakan kumbung
  2. Menyediakan baglog
  3. Merawat baglog
  4. memanen Jamur

Untuk Lebih detailnya silahkan baca penjelasan masing masing cara budidaya jamur tiram tersebut.

Siapkan Kumbung

Cara Budidaya jamur Tiram

Kumbung atau umum menyebutnya rumah jamur adalah media untuk perawatan baglog dan pertumbuhan jamur. Secara umum, Kumbung adalah bangunan di mana ada rak sebagai tempat baglog. Lumbung padi harus memiliki kemampuan beradaptasi sehingga suhu dan kelembaban selalu terjaga.

Bahan kumbung itu sendiri berasal dari kayu atau bambu, dan dinding kumbung umumnya berasal dari papan atau gedek dan atapnya berasal dari sinanaga atau genteng. Lebih baik tidak memakai atau seng atau asbes, karena atap bisa menyebabkan suhu di dalam kumbung menjadi panas. Sementara untuk lantai tanah yang cukup, sehingga nantinya bisa menyerap air saat jamur lagi disiram.

Di dalam kumbung juga harus ada rak kisi dan dibuat dengan bertingkat. Rak ini berguna untuk menyusun baglog. Rangka rak terbuat dari kawyu atau bambu. Peletakan rak juga harus dijajarkan antara satu rak dengan rak lain dan dipisahkan oleh lorong lorong untuk mencerahkan kita setelah melakukan perawatan.

Ruang di antara rak-rak harus memiliki tinggi terkecil adalah 40 cm, jika tidak, kecepatan rak dapat dibuat 2 hingga 3 tingkat.

Lebih baik rak memiliki lebar sekitar 40 cm dan panjang untuk setiap rus rak yaitu 1 meter. Dengan cara itu ukuran standar dapat menampung 70 hingga 80 baglog. Anda dapat memvariasikan rak untuk jumlah baglog yang ingin Anda tanam.

Menyediakan Baglog

Cara Budidaya jamur Tiram

Baglog adalah media tanam tempat menaruh biji jamur tiram. Bahan utama untuk membuat baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram juga diklasifikasikan sebagai jamur kayu.

Baglog umumnya dibungkus dengan bentuk silinder plastik, kemudian salah satu dari kedua ujungnya dibuat lubang. Dengan begitu jamur tiram akan tumbuh keluar melalui lubang.

Biasanya mereka membudidayakan jamur tiram jika ingin masuk skala besar, itu akan membuat baglog itu sendiri. Namun, bagi kita yang baru mengenal awal dan hanya memiliki modal yang tidak mencukupi dianjurkan untuk membeli baglog dari orang lain, maka kita hanya fokus pada budidaya jamur tiram ini.

Merawat Baglog

Baglog
Baglog tasegav.blogspot.co.id

Untuk mengkompilasi baglog dibagi menjadi dua cara yaitu peletakan pertama dengan lubang baglog vertikal menghadap ke atas. Adapun peletakan horizontal, lubang baglog menghadap ke samping. Tentu saja, kedua cara itu masing-masing ada kelemahan dan kelebihan.

Untuk cara pertama yang horizontal akan ditambahkan dengan aman dari terkena semprotan air. Jika penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk baglog.

Selain itu, saat musim panen akan lebih mudah. Tetapi ketika mengkompilasinya akan menghabiskan banyak waktu. Cara merawat Jamur Tiram Sebelum kita akan mengatur baglognya, alangkah baiknya kita membuka ring & penutup kertas.

Lalu kita berangkat sekitar 5 hari. Setelah itu, hanya bagian akhir baglog yang kami potong agar memiliki ruang penyimpanan yang lebih luas. Biarkan dalam 3 hari, dan tidak perlu disiram. Kami hanya pergi ke lantai.

Ketika kita ingin melakukan penyiraman, alangkah baiknya memakai semprotan sehingga yang keluar adalah kabut air bukannya tetesan air. Semakin baik kabut maka jamur akan tumbuh lebih baik.

Harap disiram dalam 2 hingga 3 kali sehari, tergantung pada suhu dan kelembaban dari kumbung. Pengendalian hama Bukan hanya baglog yang kita obati, kita juga harus melakukan berbagai penanganan lain seperti pencegahan dan pengendalian hama yang cenderung membuat jamur tiram yang sakit setiap saat.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hama dan penyakit seperti kondisi lingkungan atau di dalam tubuh jamur itu sendiri.

Oleh karena itu kita harus rajin dan teratur untuk membersihkan budidaya jamur itu sendiri, salah satunya dengan menyemprot dengan formalin ke tempat di sekitar kumbung.

Panen Budidaya Jamur Tiram

Ada beberapa indikator yang bisa kita lihat ketika memanen jamur tiram, beberapa di antaranya adalah permukaan jamur yang sepenuhnya tertutup oleh miselium. jamur bermekaran dan terlihat membesar. ujung-ujungnya sudah meruncing, tudung belum pecah warnanya masih putih.

Yang perlu Anda perhatikan adalah bahwa jika waktu panen telah berlalu setengah hari, warna jamur tiram berubah menjadi kuning kecoklatan dan tudungnya pecah.

Jika sudah begini, jamur akan cepat layu dan tidak akan bertahan lama. Perlu dicatat bahwa dalam proses panen harus sesuai jadwal. Jarak panen pertama hingga panen berikutnya berkisar antara 2-3 minggu.

Biasanya sejak 2 minggu sejak membuka baglog, jamur sudah mulai tumbuh dan kami bisa memanennya.

Jika perawatan dan pengobatan sesuai dengan prosedur kami bisa panen 5 sampai 8 kali. Baglog yang memiliki berat sekitar 1 kg dapat menghasilkan jamur sekitar hingga 0,7-0,8 kg.

Pengertian Jamur Tiram

Jamur tiram atau nama latin adalah Pleurotus ostreatus termasuk kelompok jamur putih dan merupakan kelompok Basidiomycota. Karena ada kanopi di jamur dan menyerupai cangkang tiram, jamur ini kemudian disebut jamur tiram.

Beberapa fitur jamur ini berbentuk setengah lingkaran, dan biasanya habitat atau tempat jamur ini tumbuh di batang yang membusuk. Jadi selain disebut jamur tiram, biasanya orang juga menyebutnya jamur kayu.

Bagi kita yang tinggal di Indonesia sangat diuntungkan untuk iklim yang cocok untuk pertumbuhan jamur tiram. Tentu saja manfaatnya sangat pas bagi kita yang ingin memiliki usaha budidaya jamur tiram.

Sebenarnya budidaya jamur tiram itu gampang, bagian yang paling susah adalah membuat baglognya (media tanam jamur) yang berguna untuk wadah jamur.

Tentu kita tidak perlu repot untuk membuat baglog bagb sendiri, kita hanya membeli ke orang lain untuk membuat baglog sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita.

Baru di masa depan jika bisnis sudah berjalan dan dapat diperbesar skalanya, kita bisa membuatnya sendiri.

Jadi tentang artikel cara mengolah jamur tiram, semoga bermanfaat bagi Anda yang akan menjalankan bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *