Beranda Cara Menulis Langkah yang Harus Dilakukan Jika Buku Nikah Hilang

Langkah yang Harus Dilakukan Jika Buku Nikah Hilang

Buku Nikah Rusak Atau Hilang Datang Saja Ke KUA, Biaya Gratis

ANTERO.CO – Buku nikah hilang bagaimana mengurusnya ? Kementerian Agama ( Kemenag) memberikan kemudahan penggantian buku nikah yang hilang atau rusak, yaitu proses yang bebas biaya atau gratis.

Kepala Subdirektorat Mutu Sarana Prasarana dan Sistem Informasi KUA, Anwar Sa’adi mengungkapkan bahwa ada dokumen yang perlu dibawa ketika mengurus buku nikah yang hilang.

“KUA melayani penggantian buku nikah yang hilang dengan bukti surat keterangan hilang dari polisi dan juga KTP pasangan,” ujar Anwar saat dihubungi Wartawan pada Rabu (20/2/2019).

Baca juga: Prosedur Ubah Data di e-KTP Dan KK Baru Setelah Menikah

Sementara, untuk mengurus buku nikah yang rusak, pemohon bisa datang ke KUA dengan membawa KTP, mengajukan permohonan ganti buku, dan juga menyerahkan buku nikah yang rusak. “Jangan lupa membawa pas foto untuk dipasang di buku nikah penggantinya,” ujar Anwar.

Biaya mengurus buku nikah yang hilang

Buku nikah atau buku pencatatan perkawinan atau kutipan akta perkawinan yang rusak atau hilang dapat diterbitkan duplikatnya yang ditandatangani oleh Kepala KUA Kecamatan yang mencatat perkawinan berdasarkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Hal ini diatur di Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perkawinan.

Baca juga: Cara Mengurus Administrasi Penting Setelah Menikah

Namun, jika ternyata catatan perkawinan (akta nikah) Anda juga tidak ada di KUA Kecamatan sehingga keabsahan perkawinan Anda tidak dapat dibuktikan dan duplikat buku pencatatan perkawinan tidak dapat diterbitkan, maka harus diajukan permohonan itsbat nikah ke Pengadilan Agama.

Berdasarkan Pasal 7 ayat (3) KHI , itsbat nikah diajukan ke Pengadilan Agama terkait dengan hal-hal berikut:
  1. Adanya perkawinan dalam kerangka pengaturan perceraian;
  2. Hilangnya akta nikah ;
  3. Adanya keraguan tentang sah atau tidaknya salah satu syarat perkawinan;
  4. Adanya perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang No. 1 Tahun 1974; dan
  5. Perkawinan yang dilakukan oleh mereka yang tidak memiliki perkawinan halangan menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974.

Jadi, kompilasi buku nikah hilang, laporkan dikembalikan ke kantor kepolisian untuk kemudian diterbitkan berdasarkan duplikat buku pencatatan perkawinan Anda ke KUA Kecamatan.

Jika ternyata akta nikah asli juga tidak ditemui di KUA, Anda bisa meminta tolong itsbat nikah ke Pengadilan Agama.

Cara mengurus buku nikah yang hilang

Bagi anda yang beragama Islam, karena pencatatan perkawinan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA), maka yang berhak menerbitkan kembali Buku Nikah adalah KUA tempat di mana perkawinan tersebut dilangsungkan. Hal ini sesuai dengan Pasal 35 Permenag 11/2007.

Yang perlu diketahui, pada dasarnya Akta Perkawinan tersebut dibuat rangkap dua, satu telah disimpan oleh Pegawai Pencatat dan satunya lagi disimpan di Panitera Pengadilan di wilayah Kantor Pencatatan Perkawinan itu berada.

Selain itu, sesuai dengan pasal 13 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa suami dan istri masing-masing diberikan buku kutipan Akta Perkawinan.

Baca juga: Hal Yang Harus Dilakukan Setelah Bercerai Agar Kamu Lebih Kuat

Dengan demikian, kesimpulannya sangat jelas bahwa untuk mengajukan permohonan penerbitan kembali Kutipan Akta Perkawinan (buku nikah) dapat diajukan di KUA Kecamatan masing-masing daerah di mana tempat perkawinan tersebut berlangsung.

Sebagai syarat untuk mengajukan permohonan pembuatan buku nikah karena hilang, maka syaratnya sangat mudah yaitu cukup datang ke KUA dengan membawa Surat Kehilangan dari Kepolisian. Tentunya sebelum anda mendapatkan Surat Kehilangan dari Kepolisian terlebih dahulu anda akan memerlukan surat pengantar (keterangan) yang dibuatkan oleh kelurahan.

Pengurusan yang Mudah

Ada 2 (dua) cara yang dapat ditempuh untuk menerbitkan kembali kutipan akta perkawinan atau buku nikah. Bagi warga muslim, mereka dapat langsung mendatangi Kantor Urusan Agama untuk mengajukan permohonan agar dibuatkan kembali buku nikah.

Bagi warga non-muslim, mereka dapat mengurus untuk menerbitkan kutipan akta perkawinan kembali di Kantor Pencatatan Sipil.

Itsbat nikah ke Pengadilan Agama dapat ditempuh jika di KUA Kecamatan tidak terdapat pencatatan tentang pernikahan tersebut karena kemungkinan berbagai alasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here