BPOM Akan Perketat Aturan Perdagangan Online Obat dan Kosmetik

BPOM Akan Perketat Aturan Perdagangan Online Obat dan Kosmetik
BPOM Akan Perketat Aturan Perdagangan Online Obat dan Kosmetik

ANTERO.CO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memperketat aturan perdagangan produk, khususnya obat dan kosmetik, dalam jaringan (daring) sehingga peredaran produk di dunia maya dapat diawasi dengan baik.

“Pengawasan ‘e-commerce’ itu pengawasan ke depan. BPOM akan kuatkan regulasi untuk produk-produk ‘online’. Nanti kita akan bangun nota kesepahaman dengan salah satu penyedia jasa pengantar produk,” kata Kepala BPOM Penny Lukito seperti dilansir Antara di Jakarta, Selasa (15/1).

Aturan Perdagangan Online Obat dan Kosmetik

Adapun pengetatan regulasi itu saat ini dilakukan dengan Peraturan BPOM tentang Pengawasan Obat secara Daring yang dalam triwulan pertama 2019 sedang digodog. Pada tahun ini, Penny berharap agar aturan tersebut segera rampung dan bisa diberlakukan.

Dia mengatakan pengetatan aturan itu diiringi dengan penengakkan hukum sehingga perdagangan produk daring ilegal dapat diperangi. Terlebih saat ini semakin marak peredaran produk seperti obat dan kosmetik ilegal dalam jaringan.

Bahkan beberapa di antaranya sempat menyeret nama-nama selebritis terkait promosi produk ilegal yang menggunakan jasa “endorsement” dari para pesohor.

Meski beberapa peraturan belum terbit, dia mengatakan beberapa nota keepahaman sudah dapat dijalin untuk mencegah peredaran kosmetik dan obat ilegal.

“Sudah ada tindak lanjut kerja sama dengan asosiasi penyedia jasa pengantar produk. Ini baik dan akan diintensifkan. Penyedia platform ‘market place’ juga akan ditindaklanjuti karena dari mereka adalah tempat pertama produk masuk,” kata dia merujuk “market place” sebagai platform tempat berkumpulnya toko daring.

Menurut Penny, pengawasan produk daring akan terus diintensifkan seiring dengan produk luar jaringan (luring). Dengan begitu, akan terjadi kompetisi sehat baik itu produk “online” ataupun “offline”.

Baca juga: Cara Jualan Online di Facebook dengan Sukses Untuk Pemula

Sementara itu, Inspektur Utama BPOM Reri Indriani mengatakan peraturan soal produk daring itu merupakan salah satu sarana agar dunia perdagangan diisi oleh tenaga profesional yang bertanggung jawab akan produknya. Dengan begitu, perlindungan kesehatan masyarakat akan terjamin.

“Mau ‘online’ mau ‘offline’ harus ada nomor izin edar. Jika sudah ada izin edar, tidak boleh ada produk kadaluwarsa dijual, kemasan rusak dijual, bahkan produk dengan penandaan yang tidak sesuai dijual,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Harian Yayasan Perlindungan Konsumen (YLKI), Sudaryatmo, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung langkah pemerintah untuk memperketat perdagangan obat dan kosmetik secara online. Hanya saja, aturan ini harus dibuat secara berlapis. Pemerintah beserta pihak pelaku usaha harus memastikan bahwa obat dan kosmetik yang dijual adalah legal dan teregistrasi di BPOM.

Aturan yang dibuat secara berlapis, lanjut Sudaryatmo, adalah dimulai dengan mewajibkan penjualan barang orisinil dan legal pada marketplace. Pada level ini, pihak marketplace yang memiliki kewenangan untuk melakukan kontrol terhadap pelapaknya. Kemudian, adalah aturan di tingkat Kominfo dan BPOM yang segera melakukan tindakan terhadap pelapak-pelapak yang ‘nakal’. Sejauh ini, belum ada aturan yang jelas pada level marketplace.

“Jadi ada dua cara penjualan obat dan kosmetik secara daring, langsung melalui trader-nya dan lewat marketplace. Kalau lewat marketplace, itu BPOM dan Kominfo bisa lacak, jadi kalau ada yang ilegal BPOM bekerjasama dengan Kominfo akan memblok pelapak. Tapi yang menjadi persoalan adalah jika konsumen membeli langsung kepada trader. Ini yang harus dipikirkan,” kata Sudaryatmo kepada hukumonline, Jumat (18/1).

Baca juga: Cara Sukses Jualan Online Shop dengan dan Tanpa Modal

Dalam kasus pembelian langsung kepada trader, lanjut Sudaryatmo, pihaknya meminta konsumen untuk melakukan langkah preventif terhadap potensi penipuan produk obat dan kosmetik. Konsumen diharapkan dapat melaporkan website yang mencurigakan kepada BPOM dan Kominfo.

“Sekarang langkah preventif yang dilakukan Kominfo dan BPOM itu sudah, dengan melakukan memblokir pelapak. Tapi di sini konsumen juga perlu di edukasi untuk melakukan langkah preventif, laporkan jika ada website yang mencurigakan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here