Bolehkah Bayi 6 Bulan Makan Pisang – Dokter Anak

oleh -2 views
Bolehkah bayi 6 bulan makan pisang
Bolehkah bayi 6 bulan makan pisang

ANTERO – Seperti telah menjadi tradisi nenek moyang, pisang kerok dipilih sebagai makanan pertama untuk bayi. kandungan gizi yang tinggi, rasa manis dan lembut . Orang tua yang memberikan pisang kerok untuk bayi masih berusia di bawah 6 bulan.

Tapi kabarnya, pisang kerok tidak aman untuk dikonsumsi oleh bayi berusia 0-6 bulan. Banyak mitos dan fakta yang beredar tentang pisang dengan kesehatan bayi.

Pisang Kaya Akan Vitamin

Kandungan gizi buah kuning ini tak perlu diragukan lagi. Kaya akan potasium yang sangat baik untuk kebutuhan energi harian, kalsium, zat besi, vitamin A, C, dan B6. Pisang juga mengandung serat mudah larut bernama pektin, yang mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Dari segi kandungan gizi, pisang sangat aman dan menyehatkan untuk Si Kecil.

Kandungan kalsiumnya juga membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Vitamin A baik untuk kesehatan mata, dan vitamin C meningkatkan kekebalan tubuh. Sekilas seperti tidak ada yang perlu diragukan dari pisang. Tapi katanya, pisang kerok tidak aman jika diberikan pada bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Benarkah?

Bolehkah bayi 6 bulan makan pisang

Dulu memang edukasi soal MPASI belum terlalu banyak digalakkan. Sehingga pemberian pisang kerok sangat digemari para ibu karena sekilas mudah dicerna oleh bayi. Pisang mudah lumat dan rasanya manis, sehingga bayi pasti suka.

Mengutip perkataan dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A dari Rumah Sakit Anak Bunda Harapan Kita, pemberian pisang kerok pada usia terlalu dini bisa menimbulkan beberapa ancaman penyakit. Kebiasaan orang tua memberi pisang di usia 2-3 bulan terbukti mencatatkan sejumlah pengaduan gangguan kesehatan. Sistem pencernaan bayi yang belum bekerja maksimal akan kesulitan mengolah asupan makanan selain ASI.

Makan Pisang Terlalu Dini Menyebabkan Penyakit

Akibat terlalu cepat diberi makan makanan padat, tubuh bayi bisa bermasalah. Ini terjadi karena organ tubuh anak rata-rata belum siap mencerna makanan padat.

Ancaman gangguan kesehatan yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

1. Potensi masuknya kuman

ASI menjadi sumber gizi bagi bayi hingga usianya 6-7 bulan, lalu disambung dengan makanan pendamping. ASI dipastikan steril karena bersumber langsung dari tubuh ibu, dan tidak terjadi kontak dengan benda lain selama menyusui. Dengan memberi makanan di usia yang terlalu dini, berpotensi menjadi jalan masuknya kuman. Bisa lewat sendok, tempat makan, dan udara di sekitar.

2. Sembelit

Secara psikologis, bayi berusia dibawah 6 bulan belum siap menerima makanan padat. Perkembangan motoriknya belum sampai ke tahap koordinasi antar organ. Ia belum banyak mengfungsikan otot-otot mulut selain untuk menyedot dan menelan ASI dari ibu.

Maka memberikan makanan padat terlalu dini tidak akan ia cerna dengan sempurna. Pencernaannya pun belum bekerja optimal, sehingga bisa berakibat sembelit atau konstipasi.

3. Alergi makanan

Kondisi sel-sel tubuh bayi usia dibawah 6 bulan masih cukup rentan. Antibodi dan sistem kekebalan tubuh lainnya masih dalam tahap perkembangan, belum mampu menangkal bahaya yang masuk dalam tubuh. Meskipun asupan yang masuk dari pisang semuanya adalah zat gizi, sel-sel dalam usus bayi belum mampu menerima dengan baik. Hal ini bisa menimbulkan potensi alergi.

4. Obesitas

Melihat Si Kecil doyan dan menyantap pisang dengan lahap, ibu pasti makin semangat menyuapi. Tanpa ibu sadari, jumlah pisang yang dikonsumsinya terlalu banyak sehingga memicu obesitas. Asupan gula dari ASI sebenarnya sudah cukup untuk bayi berusia 0-6 bulan. Ditambah adanya gula dari pisang, maka asupan gula yang masuk menjadi berlebih.

Bagaimana dengan ibu, apakah sudah memberikan pisang kerok untuk bayi sebelum usia 6 bulan? Semoga fakta-fakta di atas bisa membantu!

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *