Bawaslu Temukan Rentetan Dugaan Pelanggaran Pilkada di Banten

Bawaslu Temukan Rentetan Dugaan Pelanggaran Pilkada di Banten
Ilustrasi Pemilihan suara

 

ANTERO BANTEN – Bawaslu Banten menemukan sejumlah pelanggaran pemilu di beberapa daerah yang melakukan pemilihan. Pelanggaran mulai dari politik uang hingga tidak aktifnya Voting Organizer Group (KPPS) dan potensi pemungutan ulang.

Sederet Pelanggaran Pilkada di Banten


Dalam Pemilihan Kepala Daerah Serang misalnya, Bawaslu mencatat bahwa ada dugaan politik uang di kecamatan Taktakan dan Walantaka. Saat ini, dugaan pelanggaran politik uang masih dalam penyelidikan.

Baca Juga: Pilkada Banten : Kotak Kosong Unggul di TPS Gubernur Banten

Kedua, ditemukan ketidakcermatan penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPPS di TPS 2 Desa Aweh, Kalanganyar, Lebak. Bahkan di daerah tersebut ada kemungkinan dilakukan pemungutan suara ulang.

Di Lebak, Pilkada sendiri hanya diikuti oleh salah satu kandidat melawan kotak kosong. Selain itu, ada juga laporan bahwa ada pemilih yang menggunakan KTP tetapi berasal dari daerah di luar Lebak.

Baca juga: Pilkada Serentak di Banten di Pantau 12 Negara Asing

Kemudian, di Tangerang yang juga hanya diikuti oleh satu calon, ada pemilih yang memilih lebih dari satu kali. Ini terjadi di TPS 8 Desa Cidoko, Gunung Kaler. Pelanggaran ini berpotensi untuk pemungutan ulang.

“TPS yang di Gunung Kaler menjadi perhatian karena seorang pemilih mengambil 8 surat suara yang diduga diperintahkan oleh kepala desa,” kata Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi kepada wartawan di Kota Serang, Rabu (27/6/2018).

Didih menjelaskan, temuan khusus dalam pemilihan bupati Lebak dan Tangerang, Panwaslu saat ini sedang melakukan penelitian. Hasil review akan dikeluarkan besok dengan mengacu pada PKPU 8/2018 tentang Pemilihan suara dan penghitungan suara.

“Dalam hal nanti keluar rekomendasi PSU. Maka KPU harus menindaklanjuti dalam waktu paling lama 4 hari. Walaupun PSU dilakukan tidak menghentikan proses pidana bagi pelaku, bila ada,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Please enter your name here