Balai Desa Bolang Lebak Wangi Adakan Pelatihan Pertanian

oleh

KAB.SERANG. Petugas Penyuluh Pertanian Kantor Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Dinas Pertanian Kecamatan Lebak Wangi Kabupaten Serang, Banten, Jum’at (15/12/2017) di Balai Desa Bolang Lebak Wangi mengadakan Penyuluhan/Pelatihan Pertanian terhadap Kelompok Tani (Koptan) di Desa tersebut.

Penyuluhan menitikberatkan cara bertani organik yang lebih menekankan pada kearifan lokal dalam memberikan input produksi (sarana produksi/pupuk, obat-obatan dan pestisida). Justru, keseluruhannya itu bisa didapat dari alam. Alam Indonesia untuk pertanian sangat kaya dan mampu menyumbang dan menyediakan sebagai kebutuhan pertanian.

Taufik Hanafi, Pjs. Kepala Desa (Kades) Bolang, kepada ANTERO.CO mengatakan, “Penyuluhan Koptan Desa Bolang merupakan permintaan Desa kepada UPT Dinas Pertanian Kecamatan. Berharap para seluruh anggota Koptan berkesempatan yang sama mendapat penyuluhan dan informasi terkait pertanian. Sehingga para pelaku usaha pertanian di Desa Bolang mempunyai keterampilan meningkatkan produksi taninya.”

“Kita sengaja minta petugas penyuluh pertanian datang ke Desa, bertatap muka, silaturahmi dan memberi teknis dan informasi kepada masyarakat Koptan,” ucap Taufik.

Warga petani Desa Bolang menyaksikan cara pembuatan pupuk organik. Balai Desa Bolang Lebak Wangi Adakan Pelatihan Pertanian
Warga petani Desa Bolang menyaksikan cara pembuatan pupuk organik. Balai Desa Bolang Lebak Wangi Adakan Pelatihan Pertanian

Dalam paparannya, Uus Kuswandi yang sering di sapa Uus Kumis, Petugas UPT Dinas Pertanian Kecamatan Lebak Wangi mengatakan, “Kelompok Tani adalah sebuah kelompok pelaku usaha pertanian yang dibentuk dari petani untuk petani yang mempunyai lahan pertanian, anggota dan tujuan.”

“Untuk itu pihaknya berharap setiap kelompok tetap solid, bersatu dan kompak. Sehingga tujuan meningkatkan produksi tani tercapai,” katanya.

”Kelompok diharapkan jangan hanya ketika ingin atau akan mendapat bantuan dan kebutuhan tani merapatkan barisan, akan tetapi sebagai pelaku usaha tani dalam kelompok, kekompakan dan saling berbagi informasi tidak kalah penting. Sehingga tujuan meningkatkan pendapatan untuk kesejahteraan dapat dirasakan bersama,” katanya.

Kuswandi menjelaskan, “Di Kecamatan Lebak Wangi Serang-Banten, di antara 12 desa terdapat 72 Koptan. Untuk Desa Bolang, ada 6 Koptan, antara lain Koptan Bhakti Jaya, Jaya Mukti, Karya Tani, Makmur Tani, Sembada Tani dan Koptan Harapan Makmur. Ke-6 koptan ini punya lahan tani, anggota dan tujuan. Tujuannya yakni meningkatkan kesejahteraan di tengah kelompoknya dan masyarakat pelaku usaha pertanian umumnya di Desa Bolang,”

Aji, anggota Petugas Penyuluh Pertanian UPT Dinas Pertanian Lebak Wangi sebelum melakukan pelatihan cara memproduksi pupuk organik, kepada anggota Poktan menjelaskan, “Bertani menggunakan pupuk organik, cara itu dapat lebih dianggap efektif di samping bagian dari kearifan lokal yang kemudian input sarana produksi/pupuk, obat-obatan dan pestisida diperoleh dari alam.”

“Sehingga dengan organik beberapa masalah umum di tengah pertanian, seperti ancaman ketersediaan pangan yang berkelanjutan, kerusakan lahan pertanian yang semakin menjadi-jadi akibat produksi sintetic, pencemaran lingkungan akibat racun sintetic, terancamnya biota predator, parasit dan agen hayati, terjadinya ber-usaha tani yang ketergantungan, pengentasan kemiskinan yang belum jelas pencapaiannya, pertumbuhan ekonomi pedesaan relatif lambat, karena uang dari desa mengalir ke kota, membeli pupuk, pestisida dan obat-obatan, kesempatan kerja semakin sempit, tumbuh sikap konsumtif dari para petani dan tidak tumbuh rasa percaya diri, sumber penghasilan/pendapatan seolah-olah hanya di kota,” tuturnya.

“Akibatnya migrasi tak terkendali, selanjutnya biaya usaha tani semakin tinggi. Akibat pendapatan petani semakin rendah. Oleh sebab itu petani tetap belum sejahtera. Mengatasi berbagai masalah di atas, jika konsisten dan konsekwen petani mau memamfaatkan sumber daya alam (bertani organik), Insya Allah dapat teratasi,” harapnya.

Aji melanjutkan, “Di tengah melakukan pelatihan membuat produksi, pupuk organik yang mudah dilakukan, dia menjelaskan beberapa produk lainnya untuk kebutuhan pertanian yang mudah dan mungkin dilakukan para petani, diantaranya:

  1. Cara membuat Pupuk Organik Cair dan Padat,
  2. Cara membuat Pestisida Organik (Emergensi),
  3. Cara membuat Mikro Organisme Lokal I (MOL), dan
  4. Cara membuat Mikro Organisme Lokal II (MOL).”

“Kearifan lokal adalah warisan budaya yang harus kita kembangkan dan di lestarikan,” pungkas Aji mengakhiri penjelasan. (Fuad/Najar)

Loading...
Bagikan Artikel ini ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *