Bahaya Vape Menurut Penelitian | Waspadai Efek Samping Rokok Elektrik

oleh -5 views
Bahaya Vape Menurut Penelitian
Bahaya Vape Menurut Penelitian

Bahaya rokok tradisional yang mengancam membuat orang meninggalkan kebiasaan merokok dengan beralih ke vape atau e-rokok. Banyak yang percaya bahwa vape lebih aman daripada rokok tembakau.

Bahaya Rokok Elektrik

Meski harganya jauh lebih mahal daripada rokok biasa, vape sebenarnya tidak terlalu jauh dari bahan kimia berbahaya yang mengancam kesehatan tubuh dan jiwa. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah penjelasan tentang beberapa bahaya vape yang perlu diwaspadai!

1. Menurunkan sistem kekebalan tubuh

Elizabeth M. Martin, et al., Melakukan penelitian yang diterbitkan melalui University of North Carolina, Chapel Hill tentang kekebalan dan kemampuan sel-sel tubuh untuk melawan infeksi. Penelitian ini dilakukan pada perokok aktif, pengguna vape, dan bukan perokok.

Hasilnya mengejutkan, bahwa perokok aktif dan pengguna vape sama-sama menunjukkan tanda-tanda mengurangi aktivitas 594 gen yang diketahui mendukung sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Penemuan ini adalah bukti bahwa senyawa yang ditemukan dalam cairan vape yang berfungsi untuk membuat uap memiliki efek imunosupresif pada tubuh.

2. Kandungan kimia di dalam vape menyebabkan bronchiolitis obliterans atau “popcorn lung”

Peneliti Harvard mengungkapkan bahwa pengguna vape berisiko terkena bronchiolitis obliterans atau lebih sering disebut sebagai ‘popcorn lung’. Kandungan kimia dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara terkecil di paru-paru.

Jangan dianggap sepele, karena satu-satunya cara untuk mengatasi penyakit ini adalah transplantasi paru-paru. Bagaimana rasanya jika Anda harus transplantasi paru-paru Anda?

3. Vape dapat meledak karena pemanasan berlebih

Ledakan dapat terjadi karena overheating baterai lithium ion yang digunakan untuk memindahkan vape. Ledakan ini berbahaya dan bisa membunuh. Kenneth Barbero dari Albany adalah salah satu korban ledakan vape dan menderita luka parah. Dalam sebuah wawancara, Kenneth menjelaskan bahwa ledakan itu merobek lidahnya, tangannya terbakar dan beberapa giginya hilang.

4. Bisa kecanduan, meskipun pada katrid tertulis “nicotin-free”

Tes laboratorium FDA menemukan bahwa ditemukan kandungan nikotin yang besarnya tidak sesuai pada label katrid isi ulang. Jadi meskipun pada katrid vape tertulis “nicotin-free”, belum tentu benar-benar bebas nikotin, karena kandungan nikotin yang membuat kecanduan itu ada pada katrid isi ulang.

5. Berbagai kasus keracunan anak terjadi karena vape

Cairan vape mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi anak-anak. Kandungan nikotin cair di dalamnya sangat tinggi. Efek samping dapat membuat otot berkedut, meningkatkan detak jantung, muntah, dan keringat. Bahkan jika cairan terpapar ke kulit, itu dapat menyebabkan sensasi terbakar.

6. Kandungan logam dalam asap vape sama besar bahkan lebih dari asap rokok tradisional

Satu studi menemukan bahwa logam seperti timah, nikel, perak, besi, aluminium, silikat dan kromium yang terkandung dalam asap vape dalam jumlah yang sama bahkan lebih besar daripada yang ditemukan dalam asap rokok tradisional. Partikel-partikel ini dapat merusak sistem pernapasan, menyebabkan risiko kanker, dan pertumbuhan sel yang tidak normal.

7. Sebagian besar bahan Vape juga mengandung formaldehid, bahan pengawet di kamar jenazah

Seorang profesor kimia dan teknik di Portland State University di Oregon menemukan keberadaan formaldehida dalam cairan vape. Formaldehyde adalah bahan untuk membuat lem dan perekat, produk kertas pelapis dan bahan bangunan, bahkan sebagai pengawet di kamar mayat dan laboratorium medis.

8. Risiko terkena penyakit pneumonia lipoid

Seorang wanita 42 tahun menderita pneumonia lipoid ketika dia hanya pengguna vape. Kasus ini disebabkan oleh reaksi inflamasi terhadap keberadaan zat lipid di paru-paru, atau timbunan lemak yang ditemukan di jaringan paru-paru. Dokter mengatakan bahwa itu semua ada hubungannya dengan minyak berbasis gliserin yang ditemukan dalam vape. Setelah berhenti menggunakan vape, kondisi pernapasannya membaik.

Bagaimana? Masih ingin menggunakan vape? Pilihan ada di tangan Anda sendiri. Kita harus selalu berani bertanggung jawab atas keputusan kita sendiri. Semoga hidup sehat!

Baca juga:

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *