Ini Dampak Buruk Tidur Setelah Sahur

oleh -0 views
Bahaya tidur setelah sahur

ANTERO – Bahaya tidur setelah sahur berapa menit setelah makan boleh baring Kenapa Setelah Makan Tak Boleh Langsung Tidur Efek negatif langsung tidur setelah sahur Risiko Kesehatan yang Anda Hadapi Akibat Langsung Tidur Setelah sahur. Makan sahur adalah salah satu sunnah dalam puasa Ramadhan. Makan sahur dimaksudkan untuk membantu kekuatan fisik dalam melakukan puasa selama kurang lebih 14 jam. Disarankan makan di akhir malam ketiga.

Waktu fajar di penghujung malam merupakan tantangan. Kantuk dan kelelahan kadang terjadi. Tidak jarang setelah sahur, kebanyakan orang terus tidur sebelum memulai aktivitas. Padahal tidur setelah makan memiliki beberapa efek negatif pada kesehatan tubuh baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca juga: 5 Efek Samping Mengejutkan Makan Malam Menjelang Tidur

Bahkan beberapa kasus bisa membawa bahaya yang berujung pada kematian. Apa efek negatifnya?

Mengapa langsung tidur setelah sahur berbahaya?

Saat mengonsumsi makanan, perut akan mencernanya menjadi ekstrak makanan. Makanan sari-sari ini akan diserap oleh tubuh. Ketika makanan kaya karbohidrat dan lemak, dibutuhkan setidaknya 2 jam untuk menggiling makanan sampai berubah bentuk menjadi pati.

Proses penggilingan ini membutuhkan pasokan pembuluh darah yang tidak sedikit, sehingga setelah makan diharapkan tidak melakukan aktivitas lain yang membutuhkan pasokan pembuluh darah yang besar, misalnya berolahraga.

Ketika tidur di bawah 2 jam setelah makan, saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan kita, yang pada akhirnya akan mengakibatkan gangguan pada saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh. Hasil akhirnya, makanan yang kita makan tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Berikut lima efek negatif langsung tidur setelah sahur:

1. Penimbunan lemak.

Sebuah penelitian mengatakan, pada seseorang yang memiliki riwayat keturunan keluarga gemuk, kebiasaan tidur setelah makan sahur dapat makin meningkatkan risiko mengalami kegemukan sebesar 2x lipat. Terlebih jika mengonsumsi makanan berlemak atau makan makanan yang digoreng. Hal ini bisa memperburuk kesehatan terlebih bagi yang sedang diet dan ingin melangsingkan tubuh.

Hal ini disebabkan karena saat kita tidur otomatis tubuh hanya membutuhkan sedikit energi, sehingga makanan tidak akan dimanfaatkan sebagai kebutuhan melainkan lebih banyak akan ditimbun menjadi lemak. Akhirnya risiko mengalami obesitas/kegemukan pun semakin meningkat.

Jeremy Barnes, professor dari Southeast Missouri State University pun menjelaskan pada saat tidur didapatkan peningkatan level hormon grehlin, di mana dapat membuat orang merasa lebih lapar ketika bangun. Jadi, berpuasa tak akan menurunkan berat badan bila kita tidak mengatur menu dan kebiasaan kita dengan sehat.

2. Peningkatan asam lambung.

Proses pencernaan makanan melibatkan makanan. Jadi setiap ada makanan masuk ke tubuh kita, asam lambung pun akan meningkat. Bila makanan tidak tergiling sempurna, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung. Gejalanya nyeri di sekitar ulu hati atau perut kiri bagian atas. Bisa juga menimbulkan sensasi panas di dada. Oleh sebab itu, hati-hati bagi kamu yang memiliki riwayat sakit maag. Ada baiknya hindari kebiasaan tidur setelah sahur.

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung.

Refluks asam terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup secara sempurna. Hal ini biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi yaitu perubahan posisi. Posisi terlentang dapat menyebabkan makanan yang belum sempurna dicerna dapat berbalik dari lambung ke kerongkongan. Makanan ini membawa serta asam lambung, sehingga keberadaan asam lambung di kerongkongan dapat menimbulkan iritasi, bahkan luka.

Rasa panas di dada, tenggorokan panas, mual, sendawa dan mulut pahit adalah gejala-gejala yang menunjukkan adanya refluks. Tentunya hal ini membuat rasa tidak nyaman selama kita berpuasa. GERD dapat dicegah dengan menunggu makanan tercerna sempurna dulu, sebelum kita memutuskan tidur.

4. Gangguan saluran pencernaan.

Normalnya, pengosongan lambung manusia berlangsung sekitar dua jam setelah makan. Namun posisi berbaring saat kita tidur dapat menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Jika hal ini terus menerus terjadi maka gangguan pencernaan seperti diare ataupun sembelit dapat terjadi tergantung bahan makanan apa yang masuk ke dalam perut kita.

Oleh karena itu, kita disarankan untuk menghindari makanan kaya lemak, kaya gula, dan kafein dalam menu sahur kita. Perbanyaklah makan buah dan sayur agar proses pencernaan kit menjadi lancar.

5. Stroke.

Stroke merupakan penyakit berbahaya yang ditakuti banyak orang. Stroke terbagi 2 yaitu stroke penyumbatan dan stroke perdarahan. Jenis stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan. Alasannya cukup jelas, bahwa saat tidur, aliran darah ke otak harus tetap terjaga sesuai kebutuhan. Apabila lambung juga sedang menjalankan kegiatan yaitu menggiling makanan, maka suplai aliran darah menjadi terbagi.

Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak dapat kekurangan oksigen dan menyebabkan stroke. Karena itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan, terutama saat makan sahur untuk puasa.

Bahaya tidur setelah makan sahur ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Jadi, jangan jadi kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan Anda. Lebih baik lakukan hal yang bermanfaat setelah makan sahur, seperti mengaji, membaca, dan berdzikir.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *