Cara Ampuh Mengatasi Kulit yang Terbakar Sinar Matahari

oleh -1 views
Bahaya Kulit Terbakar Matahari
Bahaya Kulit Terbakar Matahari

Paparan sinar matahari yang tidak disengaja saja dapat menyebabkan kerusakan kulit dan kanker kulit, terlebih jika kamu dengan sengaja menghabiskan waktu di bawah paparan sinar matahari.

Meski sudah menggunakan sunscreen, terkadang kulit kerap terasa perih dan kemerahan akibat terbakar sinar matahari.

Rasa perih, kemerahan, dan hingga belang menjadi tanda umum kulitmu terbakar sinar matahari. Dalam kondisi ini, kulit harus mendapatkan perawatan untuk mengurangi rasa perih serta mengurangi tingkat hiperpigmentasi.

Dilansir dari artikel kesehatan, seorang dokter kulit memberikan tips untuk meringankan rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan pada kulit yang terbakar sinar matahari.

Apa yang terjadi jika wajah terkena sinar matahari?

Hal ini disebabkan sinar matahari yang berlebihan dapat merusak serat kolagen dan elastin (lapisan dermis kulit). Akibatnya, kulit akan tampak keriput, kendur, dan pori-pori membesar. Selain penuaan kulit, efek jangka panjang radiasi sinar matahari pun bisa menyebabkan kanker kulit.

1. Mulai dengan pereda nyeri

Sengatan matahari secara signifkan meningkatkan risiko terkena kanker kulit di kemudian hari. Sehingga pencegahan dengan menggunakan sunscreen adalah kunci. Namun jika tetap terpapar, segera ambil obat penghilang rasa sakit untuk meringankan peradangan.

2. Jaga suhu kulit tetap dingin

Langkah selanjutnya adalah menangani luka bakar akibat paparan sinar matahari itu sendiri. Oleskan kompres dingin untuk menenangkan kulit. Agar tidak membuat kulit kering, aplikasikan pelembap untuk mengunci kadar air. Setelah itu, pastikan banyak minum air putih karena kulit akan mengalami dehidrasi. Selain itu, air putih juga akan bekerja sebagai kompres untuk menurunkan suhu tubuhmu.

3. Oleskan bahan-bahan yang menenangkan

Selain mengaplikasikan gel lidah buaya, kamu juga bisa mengaplikasikan bahan lain, seperti madu dan oat untuk menenangkan kulit. Seng juga dibutuhkan untuk proses penyembuhan dan mengaktifkan mikrobiom dan membentuk penghalang kulit. Sebuah penelitian menunjukkan konsumsi vitamin D dosis tinggi pada satu jam setelah terbakar matahari akan mengurangi kemerahan, pembengkakan, dan peradangan pada kulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *