10 Azab Anak Durhaka Menurut Islam dan Dalil

Azab Anak Durhaka Menurut Islam dan Dalil
Azab Anak Durhaka Menurut Islam dan Dalil

ANTERO.CO – Ibu adalah wanita yang telah melahirkan, merawat, melindungi dan mendidik kita dengan sepenuh hati. Posisi wanita dalam Islam dan posisi seorang ibu adalah mulia dan penting, dan Islam menuntut kita sebagai Muslim untuk menghormati dan mematuhi seorang ibu, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:

Seorang pria bertanya kepada Nabi Muhammad.

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak menerima perlakuan baik dari saya?” Rasulullah SAW. juga menjawab, “Ibumu.” Dan pria itu bertanya lagi, “Lalu siapa?” Nabi kembali menjawab, “Ibumu.” Kemudian orang itu bertanya lagi, “Lalu siapa?” Nabi kembali menjawab, “Ibumu.” Dan orang itu kembali bertanya untuk keempat kalinya, “Lalu siapa?” kemudian Nabi menjawab, “Ayahmu” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits di atas disebutkan tiga kali oleh Nabi Muhammad. bahwa seorang ibu adalah orang yang berkewajiban dan memiliki hak untuk mendapatkan perawatan yang baik. Mengabdi kepada orang tua terutama kepada ibu Insya’allah akan membantu kita untuk masuk surga.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan : Suatu ketika, Ibnu Umar ra. bertanya kepada seseorang, “Apakah engkau takut masuk ke neraka dan ingin masuk ke dalam surga?” Lalu orang itu menjawab, “Ya” Ibnu Umar pun kembali berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memeberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari)

Azab Anak Durhaka Kepada Ibunya

Lalu bagaimana jika seorang anak berperilaku buruk dan memberontak kepada ibunya?

Seorang anak yang memberontak terhadap orang tua tentu akan mendapatkan murka dari Allah SWT, terutama kepada anak yang tidak taat kepada seorang ibu, maka Allah akan memberikan hukuman yang paling menyakitkan, karena seorang ibu rela mengorbankan hidupnya untuk kita. Itulah sebabnya dalam Islam Allah menempatkan posisi ibu sebagai orang yang mulia.

Doa seorang Ibu adalah doa yang paling mustajab dan dijaba oleh Allah SWT. baik itu doa yang baik ataupun doa yang buruk, doa orang tua adalah yang mustajab dan tidak diragukan lagi akan didengar oleh Allah. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW. pernah bersabda :

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa orangtua, doa orang yang bepergian(safar), doa orang yang teraniaya atau dizhalimi.” (HR. Abu Daud)

Dalam hadits tersebut dikatakan bahwa doa orang tua adalah dia yang mustajab, yang baik maupun yang jelek. Maka dari itu sebagai anak, janganlah sampai membuat ibu kita mengucap atau mendoakan yang buruk karena kenakalan kita atau karena kita durhaka pada Ibu, naudzubillah. Dalam Islam, Allah akan menimpakan Azab pada anak yang durhaka, berikut beberapa azab untuk anak yang durhaka kepada ibunya :

Dibenci Allah SWT

Dalam sebuah hadits telah diriwayatkan : “Ridha Allah tergantung pada ridha orangtua, dan murkanya Allah tergantung pada murkanya orangtua.” (HR. Al-Hakim)

Maksud dari hadits tersebut adalah, Allah akan meridhai kita jika orang tua kita meridhainya, dan apabila orangtua kita murka kepada kita maka Allah pun begitu.

Didunia akan diberikan azab atau hukuman

Seorang anak yang durhaka kepada ibunya tidak hanya mendapat dosa, namun Allah juga akan menimpakan azab dunia bagi mereka yang durhaka kepada ibunya.

Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW. pernah bersabda :

“Setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali dosa mendurhakai kedua orangtua. Sesungguhnya Allah akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunya didalam hidupnya sebelum mati.”

Tidak diterima shalatnya oleh Allah SWT

Seorang anak yang durhaka shalatnya tidak akan diterima oleh Allah SWT, sebaik apapun dan sekhusyuk apapun, Allah akan tetap menolak sholat seorang anak yang durhaka. Dalam (HR. Abu Al-Hasan bin Makruf) telah dikatakan :

“Allah tidak akan menerima shalat orang yang dibenci kedua orangtuanya yang tidak aniaya terhadapnya.”

Dosa-dosanya tidak akan diampuni

Dari Aisyah r.a, Rasulullah SAW bersabda :

Dikatakan kepada orang yang durhaka kepada orangtua, “Berbuatlah sekehendakmu , sesungguhnya aku tidak akan mengampuni.” Dan dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orangtua, “bahwa berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya aku mengampunimu.” (HR. Abu Nu’aim)

Dalam hadits tersebut jelas dikatakan oleh Rasulullah SAW. bahwa Allah dan Rasul tidak akan memberikan ampunan kepada seseorang yang durhaka terhadap orangtuanya.

Terhapus semua amal ibadahnya

Seseorang yang rajin beribadah namun dia durhaka kepada orangtuanya (ibu) maka segala amal ibadah yang telah dilakukannya akan terhapus. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits berikut :

“Ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada orangtua dan seorang alim yang dipermainkan oleh orang dungu.” (HR. Thabrani)

Dalam hadits tersebut dikatakan bahwa Allah SWT akan menghapus amal orang yang melakukan perbuatan syirik dalam Islam, seorang alim(berilmu) yang dipermainkan oleh orang dungu dan seorang yang anak durhaka dalam Islam.
Diharamkan mencium wanginya surga

Allah mengharamkan seseorang yang durhaka kepada orangtuanya untuk mencium wanginya surga. Seperti yang dikatakan dalam hadits berikut :

“Sesungguhnya aroma surga itu tercium dari jarak perjalanan seribu tahun, dan demi Allah tidak akan mendapatinya barang siapa yang durhaka kepada orangtuanya.” (HR. Thabrani)

Tidak akan masuk surga

Dalam sebuah hadits, diriwayatkan : “Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orangtua dan juga seorang dayyuts atau banci (orang yang merelakan kejahatan berlaku didalam keluarganya, merelakan istri dan anak perempuannya serong)” (HR. Nasa’I dan Ahmad)

Dapat disebut orang kafir

Dalam (HR. Muslim) dikatakn : “Jangan membenci kedua orangtuamu. Barang siapa orang yang mengabaikan kedua orangtuanya, maka dia kafir.”

Termasuk kedalam orang-orang yang merugi besar

Rasulullah SAW. bersabda :

“Sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina orang yang mendapati orangtuanya atau salah satunya sampai tua, lantas ia tidak dapat masuk surga.” (HR. Muslim)

Maksud dari hadits tersebut adalah, seorang anak yang mendapati orangtuanya atau salah satunya sampai tua namun dia durhaka dan tidak berbakti pada orangtuanya, maka sesungguhnya dia adalah orang yang merugi dan hina.

Tidak termasuk dalam umat Nabi Muhammad SAW

Seorang anak yang durhaka kepada ibuya, maka dia bukanlah termasuk kedalam golongan Nabi Muhammad SAW. karena Rasulullah telah memerintahkan kita untuk taat dan tidak durhaka kepada orangtua.

Salah satu kunci sukses dunia akhirat menurut Islam bagi orang muslim adalah doa dan restu orangtua. Islam menyuruh kita untuk berbakti kepada orangtua agar kita mendapatkan ridha Allah dan keutamaan-keutamaan berbakti kepada orangtua menurut Islam.

Baca juga:

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Please enter your name here