Beranda Edukasi Teori Pembentukan Bulan dan Fakta Menariknya

Teori Pembentukan Bulan dan Fakta Menariknya

Sebutkan teori mengenai proses pembentukan bulan – Sebelum manusia menghuni bumi, bulan telah ada menemani bumi sejak jaman dahulu. Selain mempercantik pemandangan di malam hari, keberadaannya menarik perhatian pada melihatnya manusia. Di antara miliaran manusia, ada mungkin bertanya, bagaimana bumi ini tetangga untuk membentuk?

Teori Pembentukan Bulan

Penyelidikan benda luar angkasa telah berkembang sejak zaman Yunani kuno, para filsuf sampai waktu scientis hari ini. Diantaranya adalah nama Galileo, melalui teropong bintang, menunjukkan bahwa bentuk bulat oval seperti telur dalam bentuk batu dan permukaan kawah.

Dengan ditemukannya teknologi roket, langkah manusia maju dalam meneliti bulan, karena misi Apollo 11, saat manusia pertama menginjakkan kaki di sana, mereka adalah Neil Armstrong, Edwin Aldrin dan Michael Collins.

Hasil eksplorasi, mereka aman kembali ke Bumi dengan nilai tercatat data pengukuran dari beberapa alat canggih yang waktu yang paling berharga dan yang membawa 380 kilogram batu untuk dipelajari.

Dari data tersebut beberapa ilmuwan, mengembangkan beberapa teori tentang asal-usul satelit bumi milik. Mulai dari hipotesis kontroversi itu, sampai pendekatan teori kebeneran ilmiah. Namun, skenario yang diajukan beberapa ilmuwan sekarang tidak bisa memuaskan rasa ingin tahu manusia.

Sekilas Tentang Karakteristik Bulan

Struktur bulan
Struktur bulan

Satelit Bumi ini memiliki banyak nama, diantaranya Moon (bahasa inggris), Luna (bahasa Latin), Selene (bahasa Yunani), Alqamar (bahasa Arab), Ay (bahasa Turki) Maan (bahas belanda), Tsuki (bahasa Jepang) dan lain sebagainya.

Bulan juga memiliki struktur lapisan seperti halnya planet Bumi, diantaranya lapisan luar (kerak), mantel dan inti. Lapisan kerak didominasi oleh senyawa silika (SiO2) sebanyak 45%, sisanya alumina 14,9%, kapur 11,8%, besi(II)oksida 14,1%, magnesia 9,2%, titanium dioksida 3,9% dan sodium oksida 0,6%.

senyawa di atas diklasifikasikan dengan kepadatan rendah mineral yang disebut plagioklas, sehingga secara umum ada anortosit batu. Dan ketebalan lapisan ini rata-rata sekitar 50 km.

Sedangkan lapisan mantel yang terdiri dari senyawa-senyawa yang mafik, yang menggambarkan berbagai batuan silikat kaya akan magnesium dan besi. Kebanyakan mineral mafik gelap.

Pembentuk batuan mineral mafik seperti olivin, klinopiroksen dan ortopiroksen. Lapisan mantel diperkirakan memiliki ketebalan 637 km.

Kemudian, inti lapisan kaya mineral besi. Adalah inti besi padat adalah di bagian dalam dengan radius sekitar 240 km, dan inti besi cair pada eksterior dengan radius 330 km.

Daerah antara inti dan mantel ada lapisan transisi adalah cairan dengan radius 480 km. Jadi jika kita menambahkan ketebalan lapisan kerak, mantel, dan inti dari transisi ini, itu akan sama dengan jari-jari bulan yaitu sekitar 1.737 kilometer.

Teori Pembentukan Bulan

1. Teori Fisi

Teori fisi

Sebelum penemuan roket, di tahun 1800-an, George Darwin (anak dari Charles Darwin) untuk mengekspresikan pendapat tentang asal-usul bulan. Dia menemukan ruang benda pernah datang dari Bumi.

Ketika formasi awal, planet bumi dapat berbalik begitu cepat sehingga tidak ada bagian dari planet ini jatuh dari udara, tetapi masih di bawah pengaruh gravitasi.

Darwin junior juga menyatakan bahwa bagian yang dipisahkan kemungkinan besar berasal dari permukaan Pasifik. Namun, setelah penerbangan perdana ke sana, dan astronom meneliti bebatuan yang ada, tidak ditemukan kesamaan dengan komposisi bahan dari lempeng Pasifik.

Para astronom juga menemukan, komposisi batu di Samudera Pasifik terlalu muda sebagai sumber penciptaan tetangga bumi.

2. Teori Tangkapan

Teori tangkapan

Teori ini menjelaskan bahwa bulan berasal dari tempat yang jauh tidak diketahui di galaksi Bima Sakti kita, bebas dari Bumi. Kemudian, benda-benda luar angkasa bergerak dan berlari ke planet, dan terperangkap dalam medan gravitasi bumi.

Teori ini kurang disukai karena benda bulan berukuran dapat ditangkap oleh gravitasi bumi, kecepatan harus sangat rendah dan akhirnya benda angkasa ini akan kehilangan energi untuk mengorbit. Seperti asteroid hanya melayang di ruang angkasa.

Namun pada kenyataannya, bulan masih memiliki energi yang cukup besar untuk mengelilingi bumi dan berputar pada porosnya. Selain teori ini juga tidak dapat menjelaskan kesamaan dalam senyawa kimia dengan bumi. Pada akhirnya, teori ini ditolak.

3. Teori Kondensasi

Teori Kondensasi

Teori kondensasi atau pertumbuhan memaparkan bahwa bulan dan bumi pada dasarnya berasal dari gas-gas kosmik yang sama, sehingga terbentuk pada waktu yang sama pula.

Kelemahan teori ini yakni tidak dapat menjelaskan kemampuan gravitasi bumi dalam mempengaruhi bulan agar mengorbiti bumi, karena jika terkondensasi bersama-sama seharusnya sistem kedua benda angkasa ini seperti planet kembar yang tidak jauh berbeda, dimana memiliki gaya gravitasi yang sama, dan kerapatan batuan yang sama.

4. Teori Tabrakan Besar

Teori Tabrakan Besar

Teori radikal tetapi mendekati kebenaran, karena dalam teori tabrakan besar ini, ketika 4,5 miliar tahun lalu, ada benda ruang Mars menabrak bumi masih muda (proto-Bumi). Ruang tubuh yang disebut “Theia”, nama ini diambil dari mitologi Yunani berarti ibu dari bulan atau ibu bulan.

Ketika Theia ini bertabrakan dengan Bumi, sebagian besar massa Theia diserap bersama-sama dengan proto-Bumi dan sebagian besar hutan lainnya terpental ke luar angkasa (menurut teori tabrakan). Melalui teori ini, para ilmuwan dapat menjelaskan kesamaan dalam komposisi kimia dari Bumi-Bulan lebih baik dari tiga teori di atas.

Selanjutnya, menurut Journal of Geophysical Research, Simon Lock et al, meningkatkan teori ini, dengan menguraikan bahwa kelimpahan dari beberapa elemen, seperti tembaga, kalium, natrium dan seng di sini karena ketika tabrakan antara proto-Bumi dan Theia , itu juga menciptakan awan super panas gas dan debu yang disebut sinestia.

Regular Sinestia terbentuk ketika dua benda planet berukuran bertabrakan. Suhu Sinestia bisa mencapai 3700 derajat Celcius dengan tekanan yang sangat tinggi. Bagian Theia bouncing dan terjebak di sinestia sebabnya komposisi bulan agak berbeda dari Bumi.

Selain teori pembentukan diatas, berikut beberapa fakta menarik seputar bulan

1. Permukaan yang tampak selalu sama setiap malamnya

Mungkin ini adalah fakta paling keren tentang satelit bumi ini, yakni selalu memperlihatkan permukaan yang sama walaupun diliat di segala penjuru belahan bumi. Kenapa bisa demikian padahal kedua benda luar angkasa ini bergerak?

Jawabannya tiada lain karena jumlah waktu yang digunakan untuk mengelilingi bumi (mengorbit) adalah sama dengan jumlah waktu yang digunakannya untuk mengelilingi diri sendiri (rotasi). Seakan benda luar angkasa ini terkunci pada orbitnya.

Bagaimana dengan fase bulan yang terlihat di Bumi? Satelit alam ini selalu mengorbit bumi, dan bersama-sama mengelilingi matahari. Saat posisinya berada antara matahari dan bumi, maka fase ini dinamakan dead moon atau new moon dan tidak keliatan dari bumi karena silaunya sinar matahari.

Setelah itu bulan bergerak kearah sisi gelap bumi dan memantulkan cahaya matahari yang disebut cahaya sabit, lalu semakin hari bentuk cahayanya semakin cembung sampai pada hari ke 15, setengah permukaan nampak semuanya, dan fase ini dinamakan full moon atau purnama.

2. Pohon bulan

Lebih dari dari 400 pohon yang tumbuh di Bumi asalnya dari bulan lo! Ko bisa? Jadi ceritanya pada tahun 1971, saat misi Apollo 14 yang membawa tiga astronot, Stuart Roosa, Alan Shepard dan Edgar Mitchell mengunjungi satelit bumi ini, astronot Roosa membawa biji tanaman yang tadinya mau di tanam disana, namun mungkin karena lupa atau ada misi yang lebih penting, biji tersebut dibawa lagi ke Bumi, lalu di tanam di Bumi.

3. Bulan bukan satu-satunya satelit alami bumi

Predikat ini terjadi pada tahun 1999, ketika para ilmuan menemukan asteroid selebar 5 kilometer terperangkap oleh gravitasi Bumi dan mulai mengorbit. Sejak itu, asteroid ini dinamakan Cruithne, memiliki waktu 770 tahun untuk mengelilingi Bumi satu putaran penuh dan setidaknya Cruithne akan berada pada orbitnya dalam waktu 5 ribu tahun kedepan menemani Bumi.

4. Permukaan bulan tidaklah semulus yang terlihat dibumi

Para ilmuan menemukan fakta bahwa disana memiliki banyak kawah hasil hantaman asteroid sekitar 4,1 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu. Bekas hantaman akan terlihat jelas jika diteropong melalui alat teleskop.

Walaupun telah lama kejadiannya, namun bekas hantaman tetap membekas hingga kini karena di permukaannya tidak ada atmosfer dan tidak ada aktivitas geologis seperti di Bumi.

5. Bulan berbentuk telur

Tidak seperti yang terlihat dari bumi, bentuk tetangga bumi ini tidaklah bulat sempurna, namun lebih menyerupai telur. Selain itu, pusat massanya juga tidak terletak di tengah-tengah (tidak geometris).

6. Di bulan ada gempa

Saat misi Apollo 11 kala itu, para astronot melakukan berbagai macam pengukuran, salah satunya menggunakan seismometer untuk mengetahui apakah di sana ada getaran? Ternyata, secara mengejutkan para astronot menangkap adanya getaran-getaran yang diduga gempa mini yang disebabkan oleh gravitasi Bumi.

7. Bulan dapat menyebabkan air pasang lebih tinggi

Walaupun jaraknya dari bumi sekitar 384 ribu kilometer, namun efek gravitasinya mampu mempengaruhi air laut saat pasang.

8. Bulan sekali waktu dapat meninggalkan Bumi

Setiap tahunnya, benda angkasa ini mencuri sebagian energi rotasi bumi dan menggunakannya untuk mendorong dirinya sejauh 3,8 cm lebih tinggi dari orbit asalnya. Para peneliti memaparkan juga, mulanya jarak Bumi-Bulan sejauh 22.530 kilometer. Namun saat ini jarak mereka telah saling menjauh, rata-rata menjadi 384.400 kilometer.

Selain fakta-fakta diatas, berikut fakta menarik lainnya tentang satelit bumi satu ini:

9. Gravitasi bulan hanya seperenam dari gravitasi Bumi.
10. Bulan bisa menjadi 14% lebih besar dari kondisi normal, saat posisinya mendekati bumi (perigee). Fenomena ini disebut supermoon.
11. Bulan tidak memiliki atmosfer, sehingga suhu di permukaanya berkisar minus 183 derajat saat malam hari dan 106 derajat celcius pada siang hari.
12. Diameternya sekitar 3475 kilometer
13. Gravitasi yang dimilikinya dapat memperlambat kecepatan rotasi bumi hingga 1,5 milidetik setiap abadnya.
14. Sampai saat ini baru 12 orang telah menginjakan kakinya disana.
15. Berat bulan jika dibandingkan bumi sekitar 1/81 kalinya.
16. Bulan berotasi dengan kecepatan 10 mil perjam, sedangkan bumi dengan kecepatan 1000 mil perjam.
17. Volumenya hampir sama dengan volume samudra pasifik.
19. Orang pertama yang menginjakan kaki disana adalah Neil Armstrong pada tanggal 20 juli 1969.
20. Disana tidak memiliki medan magnet alam.
21. Batuan disana terbagi menjadi tiga kelompok, basalt, anorhosite dan breksi.
22. Ukuran nya lebih besar daripada pluto (planet kerdil dalam tata surya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here