Asam Lambung Penyebab dan Cara Mengobati

oleh -1 views

Ketika asam lambung naik, jaringan dinding esofagus dan mulut akan teriritasi oleh asam lambung. Berikut ini adalah gejala asam lambung yang paling umum:

Refluks asam lambung atau regurgitasi. Asam di lambung akan kembali ke kerongkongan dan juga mulut sehingga muncul rasa asam dan pahit.

Sensasi terbakar di dada atau mulas. Kondisi ini dirasakan di sternum karena asam lambung yang naik ke esofagus. Rasa sakit akan terasa lebih kuat setelah makan dan ketika membungkuk.

Selain gejala di atas, ada juga beberapa gejala lain yang mungkin dialami, termasuk:

  1. Rasakan seolah-olah ada sesuatu yang menghalangi di kerongkongan saat menelan.
  2. Laringitis (radang laring atau pita suara menyebabkan sakit tenggorokan dan suara serak).
  3. Batuk kering tanpa henti, terutama pada malam hari.
  4. Sakit dada.
  5. Desah.
  6. Kesulitan dan rasa sakit saat menelan.
  7. Gigi menjadi rusak.
  8. Kembung dan bersendawa.
  9. Bau mulut.
  10. Peningkatan jumlah air liur tiba-tiba.

Suatu penyakit asam lambung ringan yang terjadi satu atau dua kali sebulan biasanya tidak memerlukan intervensi dokter. Ini dapat diatasi dengan mengubah diet dan mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di pasaran ketika gejala muncul.

Namun, untuk gejala yang lebih berat dan sering, disarankan untuk menemui dokter dan bertanya tentang obat atau perawatan yang lebih tepat.

Konsumsi obat sesuai dosis dan aturan penggunaan.

Penyebab Penyakit Asam Lambung


Penyakit asam lambung umumnya disebabkan oleh esophageal sphinchter (LES) bawah yang tidak berfungsi dengan baik. LES adalah lingkaran otot di bagian bawah esofagus yang bertindak sebagai ‘penjaga gawang’. Sambil makan, otot LES rileks dan memungkinkan makanan masuk ke perut. Setelah makanan berlalu, otot LES menjadi kencang dan menutup untuk asam lambung dan makanan tidak naik kembali dari perut ke kerongkongan atau tenggorokan.

Baca juga: Setelah Makan Kenapa Malah Sakit Perut

Pada orang dengan penyakit asam lambung, LES mengalami kelemahan. Akibatnya, asam lambung dapat keluar dan naik kembali ke kerongkongan. Penderita akan merasakan mulas atau rasa panas di dada dan perut menjadi tidak nyaman.

Meskipun tidak diketahui pasti mengapa LES melemah, ada beberapa faktor risiko yang diduga terkait dengan kondisi ini. Yang pertama adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Orang dengan lemak tubuh memiliki tekanan lebih tinggi di perut dibandingkan dengan orang yang berat badannya ideal. Tekanan tinggi ini dianggap melemahkan otot LES.

Asam Lambung Penyebab dan Cara Mengobati

Faktor kedua adalah makan terlalu banyak makanan berlemak. Makanan berlemak membutuhkan waktu pencernaan yang lebih lama di lambung sehingga asam lambung yang dihasilkan akan lebih banyak dan risiko untuk naik kembali ke kerongkongan juga lebih tinggi.

Faktor ketiga adalah makan terlalu banyak kopi, cokelat, atau alkohol, dan suka merokok. Unsur-unsur ini membuat otot LES rileks sehingga asam lambung bisa naik ke kerongkongan.

Baca juga: Obat Dokter Untuk Perut Kembung Masuk Angin

Faktor keempat adalah kehamilan. Orang yang sedang hamil akan mengalami perubahan hormonal, inilah yang dapat melemahkan LES. Selain itu akan ada peningkatan tekanan pada perut.

Kemudian faktor kelima menderita hiatus hernia. Ini adalah kondisi ketika sebagian perut didorong melalui diafragma. LES melemah pada orang dengan hiatus hernia. Faktor stres juga berperan dalam membuat LES lemah.

Selain itu, penderita diabetes juga lebih berisiko terkena penyakit asam lambung. Kadar gula tinggi merusak saraf yang mengontrol otot perut. Akibatnya, makanan tetap berada di perut lebih lama sebelum berlanjut ke usus kecil. Kondisi ini memberi asam lambung kesempatan untuk naik ke esofagus.

Baca juga: Manfaat Puasa Untuk Kesehatan

Selain faktor-faktor di atas, obat-obatan juga dapat berdampak pada melemahnya otot LES. Terhadap orang-orang dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, pemberian obat-obat penghambat kalsium (calcium-channel blocker) dapat menjadi salah satu langkah pengobatan. Obat ini dapat melemahkan sistem kerja LES. Selain itu, nitrat yang digunakan untuk mengobati angina juga dapat melemahkan LES.

Diagnosis Penyakit Asam Lambung


Untuk mengetahui apakah Anda menderita asam lambung atau GERD, dokter cukup menanyakan gejala yang dialami dan ia dapat menentukan diagnosis.

Tes lebih lanjut hanya disarankan jika Anda merasa sakit atau kesulitan menelan, dan jika gejala tidak mereda setelah minum obat. Tes lanjutan dilakukan untuk memastikan gejala bukan karena penyakit lain seperti sindrom iritasi usus atau IBS.

Berikut adalah beberapa tes lebih lanjut yang dapat disarankan dokter untuk memeriksa refluks asam atau GERD.

  1. Manometri. Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi otot LES.
  2. Endoskopi. Pemeriksaan menggunakan alat endoskopi untuk mengkonfirmasi diagnosis GERD dan juga untuk melihat apakah ada dinding esofagus yang rusak oleh asam.
  3. Monitor keasaman di kerongkongan. PH atau pengukuran keasaman di esofagus harus dilakukan jika hasil endoskopi belum dikonfirmasi untuk penyakit GERD. Diagnosis GERD dapat dipastikan jika pH di esofagus terbukti meningkat secara dramatis setelah waktu makan.
  4. Tes darah. Kadang-kadang tes darah akan dilakukan oleh dokter untuk memeriksa munculnya kondisi anemia yang menandai terjadinya perdarahan internal.
  5. Tes barium. Tes ini bertujuan untuk memeriksa apakah ada hambatan atau masalah saat menelan makanan atau minuman. Tes ini dapat menunjukkan jika ada masalah pada otot gastrointestinal saat menelan. Barium adalah bahan kimia yang aman dan tidak beracun yang dapat dengan jelas terlihat oleh sinar-X. Larutan barium akan diminum, kemudian dilakukan pemindaian X-ray untuk menentukan masalahnya.

Pengobatan Penyakit Asam Lambung


Perawatan asam lambung atau penyakit GERD ada berbagai macam. Mulai dari penanganan pasien sendiri, penggunaan obat-obatan khusus, melalui prosedur operasi sebagai upaya terakhir.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan orang untuk meredakan gejala GERD:

  • Menurunkan berat badan jika diperlukan.
  • Makan porsi yang lebih kecil tetapi lebih sering.
  • Jangan berbaring segera setelah makan
  • Hindari cokelat, tomat, makanan berlemak, dan pedas.
  • Hindari minum alkohol dan kopi.
  • Berhenti merokok.
  • Tidur dengan bantal yang agak tinggi untuk mencegah naiknya asam lambung sambil berbaring.
  • Hindari stress.
  • Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *