Arogan! Viral Video Apdesi Kabupaten Sukabumi Menyatakan Melawan LSM dan Media Yang Mengobok Obok Kepala Desa

oleh -108 views

Arogan! Viral Video Apdesi Kabupaten Sukabumi Menyatakan Melawan Kepada LSM dan Media Yang Selalu Mengobok Obok Kepala Desa

 

ANTERO.CO BANTEN – Viral pernyataan sikap Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (APDESI), Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat melalui Video yang menyatakan sikap melawan LSM dan Media yang mengobok-obok Kepala Desa.

Dalam video tersebut berbunyi, “Yang tergabung apdesi Kabupaten Sukabumi menyatakan melawan kepada LSM dan Media yang selalu mengobok obok kepala desa, merdeka.. merdeka.. allahu akbar.. allahu akbar” .

Sontak, hal tersebut mendapat tanggapan yang serius, baik dari kalangan LSM maupun Media karena dinilai arogan telah memukul rata semua LSM dan Media suka mengobok-obok Kepala Desa.

Dalam Video berdurasi 26 detik beredar pada Selasa (24/11/2020) diduga bertempat di depan kantor DPMD Kabupaten Sukabumi tersebut, sekumpulan Kepala Desa yang juga nyata tidak mengindahkan protokol kesehatan sesuai peraturan Pemerintah karena berkerumun dan tidak melakukan social distancing sebagaimana menjadi aturan ketat bagi masyarakat biasa.

Dengan adanya video tersebut, Tb Najarudin Pimpinan Redaksi ANTERO.CO sangat menyayangkan dan mengecam, ia merasa prihatin para Kades yang telah memukul rata semua Media berlaku sewenang-wenang mengobok-obok Kepala Desa.

“Selain sosial kontrol yang dilindungi undang-undang, Wartawan memiliki kode etik jurnalistik sehingga tidak mungkin ada wartawan yang mengobok-obok Kepala Desa, dan yang mungkin adalah melakukan konfirmasi terkait temuan mereka di lapangan dan mungkin seperti ini mereka anggap mengobo-obok,” papar Tb Najarudin di Kantor Redaksi ANTERO.CO, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, karena jika ada oknum Kades yang bermasalah, Wartawan akan dan wajib melakukan konfirmasi guna mencari penyeimbang pemberitaan antara temuan dengan bantahan, jika memang mau membantah, sesungguhnya ini hak bicara yang diberikan Media kepada Kades selaku nara sumbernya untuk kemudian ditulis dalam sebuah pemberitaan bukan mengobok obok.

 

“Saya ingatkan, Kades yang hendak dikonfirmasi tidak boleh menghalang-halangi Wartawan, karena sesuai dengan UU 40 tahun 1999 tentang PERS, jelas dikatakan bahwa menghalang-halangi tugas Pers sama artinya menghalangi tugas negara dan dapat dipidana 2 tahun serta denda Rp500 juta, dan tindakan para Kades ini bukan hanya menghalang-halangi bahkan secara terstruktur berusaha menghalangi selamanya agar Media tidak melakukan konfirmasi karena dianggapnya mengobok-obok,” tandasnya.

Ditegaskan Tb Najarudin, para Kades tersebut jelas menantang UU Pers, hendak mengabaikan undang-undang 14 tahun 1999 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan undang-undang tentang peran serta masyarakat untuk pengawasan kinerja aparatur Negara.

“Ini jelas pelanggaran hukum, dan harus diambil tindakan penegakan hukum dimana mereka masing-masing bisa dijerat 2 tahun penjara atau denda 500 juta rupiah,” katanya geram.

Sementara itu Ketua Perwast Angga Apria S mengatakan, tidak sepatutnya para Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi menyatakan sikap melawan media dan LSM yang mengobok-obok Kepala Desa yang tergabung di dalam Apdesi Kabupaten Sukabumi.

“Media atau Pers bekerja dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Jadi, Media atau Pers bukan untuk dilawan, namun sebagai mitra dari pemerintahan,” tandasnya.

Seharusnya, ungkap Angga, Apdesi Kabupaten Sukabumi menyebut oknum media di dalam video tersebut, jangan langsung memvonis untuk melawan media.

“Kalau ada oknum media yang melakukan keresahan terhadap para Kepala Desa di Sukabumi, sebaiknya laporkan saja kepada Dewan Pers,” tegasnya. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *