Angkat Latar Budaya Baduy, Film Ambu Akan Gugah Emosi Penonton

oleh -0 views
Angkat Latar Budaya Baduy, Film Ambu Akan Gugah Emosi Penonton
Konferensi Pers, Launching Cuplikan film atau trailer dan teaser poster Film Ambu di The Hook, Jakarta (25/10/2018).

ANTERO CO, Jakarta | Film Ambu yang mengangkat latar belakang kebudayaan Suku Baduy merupakan film perdana garapan SkyTree Pictures rencananya akan ditayangkan diseluruh Bioskop tanah air pada Januari 2019.

Dengan menggandeng Titien Wattimena sebagai penulis skenario Ambu, akan bercerita bagaimana kegetiran dan keindahan cinta kasih seorang ibu yang tak hanya berhenti jadi semesta pertama melainkan terus menjadi semesta terakhir. Film ini meyodorkan latar belakang Baduy yang cantik dan sederhana

Demikian kata Sutradara Film Ambu, Farid Dermawan dalam Konferensi Persnya saat Launching Cuplikan film atau trailer dan teaser poster Film Ambu di The Hook, Jakarta (25/10/2018)

“Ambu itu dalam bahasa sunda adalah panggilan untuk Ibu dengan bahasa yang halus dan santun,” ujarnya.

Farid yang merupakan suami Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya ini menuturkan, dengan melibatkan Laudya Cintya Bella, Baim Wong, Widyawati, Endhita Wibisono, Lutesha dan Andri Mashadi, Ambu akan memberikan tontonan yang menggugah emosi penonton.

Dalam film Ambu yang mengangkat latar belakang Suku Baduy ini Laudya Cintya Bella akan berperan sebagai Fatma, Baim Wong sebagai Nico, Widyawati sebagai Misnah, Endhita sebagai Nona dan Andri Mashadi sebagai Jaya.

“Kami memilih baduy sebagai latar belakang cerita Ambu, didasari oleh kecantikan dan kesederhanaan alam yang terdapat disekitarnya. Juga tercitra dalam karakter ketiga wanita kuat yang ada didalam cerita mulai dari Misna, Fatma maupun Nona,” paparnya.

Angkat Latar Budaya Baduy, Film Ambu Akan Gugah Emosi Penonton
film Ambu (Foto/net)

Film yang dibuatnya ini, Farid mengklaim akan mempertontonkan bagaimana ketegaran seorang ibu terhadap anaknya. Dan konflik batin dalam menghadapi masalah yang terjadi antar generasi yang dilatar belakangi kebudayaan Baduy.

Bahkan dalam cerita film ini, jelas Farid, akan disandingkan dengan sinematografi yang jarang dihadirkan dalam kancah perfilman Indonesia.

“Ambu Misnah ditinggalkan anak perempuan satu-satunya Fatma yang pergi dari kediamannya di Baduy demi cintanya pada pemuda Jakarta. Fatma kemudian memiliki anak bernama Nona hingga disuatu hari yang biasa, Fatma membawa Nona pulang ke Baduy ke Ambu Misnah yang merupakan semesta pertamanya,” singkat Farid.

Sementara itu, Penulis Skenario dan Produser Ambu, Titien Wattimena mengatakan, cerita yang digarapnya ini akan mengolah emosi dan mengaduk-aduk perasaan penonton bagaimana kegetiran sekaligus keindahan cinta kasih, bagaimana ibu tak hanya berhenti menjadi semesta pertama.

“Ia terus ada dan siap menjadi semesta terakhir kita,” singkatnya.(Bud/Red)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *