Angkat Berita Penolakan Terhadap Tambang Emas di Bayah, Seorang Wartawan Diancam Akan Ditabrak

oleh -27 views

Angkat Berita Penolakan Terhadap Tambang Emas di Bayah, Seorang Wartawan Diancam Akan Ditabrak. (Foto/Istimewa)

 

ANTERO.CO SERANG – Lagi lagi Ancaman dan intimidasi terhadap seorang Wartawan terjadi, Kali ini, menimpa seorang wartawan Media Online Bantenekspose.com, gegara mengangkat pemberitaan terhadap rencana penambangan emas di perairan Bayah-Cihara oleh PT GRAHA MAKMUR COALINDO (GMC) pada Jum’at (08/01/2021).

Hal itu diketahui saat Odil, seorang wartawan Bantenekspose.com diundang oleh salah seorang pengurus HNSI untuk melakukan pertemuan di salah satu rumah makan di wilayah kecamatan Bayah dengan alasan ingin melakukan Silaturahmi, Namun Hal tak terduga, justru ia mendapat perlakuan tidak menyenangkan serta ancaman yang diduga dilakukan oleh salah seorang pengurus HNSI Bayah.

“Saya melakukan pertemuan di Pada Asih 3 Pulomanuk, di sana kami melakukan perbincangan kaitan masalah pertambangan emas PT GMC, khususnya kaitan masalah penolakan yang disampaikan para nelayan. Jelas Odil saat dihubungi melalui telepon seluler seusai melakukan pertemuan pada Jum’at (08/01/2021) Siang

“Katanya mau laporin awalnya terkait pemberitaan, kemudian berujung akan ditabrak oleh dia sendiri atau nyuruh orang lain jika masih terus memberitakan tentang penolakan tambang PT GMC,” imbuhnya

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa orang yang diduga pihak HNSI Bayah dalam pertemuan itu mempertanyakan kebenaran terkait Ratusan nelayan yang membubuhkan tanda tangan dalam surat pernyataan itu.

“Ya saya jawab saja, bukti kaitan pemberitaan nelayan yang menolak itu ada, jika merasa keberatan maka ada tahapan yang bisa ditempuh oleh HNSI Yaitu Hak jawab untuk meluruskan pemberitaan,” ujarnya.

Odil mengaku dalam pertemuan itu terjadi perdebatan, bahkan Oknum yang diduga pengurus HNSI itu menuduh bahwa ada motif lain dibalik pemberitaan tersebut, padahal ia sudah menegaskan dirinya Murni untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan tentu menjadi kesalahan bagi seorang wartawan jika ada masyarakat yang memiliki aspirasi tapi tidak dibantu.

“Saya sudah sampaikan bahwa saya sebagai wartawan hanya menyuarakan Aspirasi masyarakat dan tidak punya motif lain,” tukasnya.

Hingga berita ini di publish, media masih berupaya konfirmasi terhadap pihak pihak yang berkompeten dalam menyikapi adanya dugaan intimidasi yang dialami seorang wartawan tersebut.(Arie/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *