Amien Rais: Nawacita Jadi Nawasengsara, Revolusi Mental ke Mana?

oleh -0 views
Amien Rais Nawacita Jadi Nawasengsara, Revolusi Mental ke Mana
Amien Rais Nawacita Jadi Nawasengsara, Revolusi Mental ke Mana

Antero Nasional – Sorotan tajam diluncurkan kembali Amien Rais ke pemerintah Jokowi. Amien mempertanyakan pencapaian visi-misi Jokowi-JK yang disebut nawacita.

“Nawacita jadi nawasengsara, kemudian revolusi mental itu sampai ke mana? Yang direvolusi mental yang kayak apa?” kata Amien dalam sambutan pada acara halalbihalal di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Baca juga: Fahri Hamzah Dilaporkan ke Polisi Sebut Jokowi Himpun Fee Proyek

Amien Rais mengkritik ini ketika menjelaskan keadaan negara yang menurutnya tidak diperbaiki. Dia menyebut para pemimpin bangsa sebagai dorongan demokrasi, tetapi pada kenyataannya diskriminatif.

“Jadi saya melihat pangkal permasalahan bangsa ini adalah beberapa pucuk pimpinan itu menerapkan demokrasi tapi isinya diskriminasi,” sambung Amien.

Perlakuan diskriminatif, yang disebut Amien, terjadi dalam penegakan hukum, sosial, dan politik. Amien mengatakan penegakan hukum masih selektif.

“Lihat apa yang tidak tebang pilih di negeri kita ini? Lihat hukum yang kecil dikejar-kejar, yang gede mana mungkin. Bahkan dengan firmed saya mengatakan KPK saja itu merupakan lembaga obstruction of justice, yang puluhan triliun pasti lewat, tapi yang OTT seratus juta, dua ratus, juga dikejar,” ujar Amien.

Baca juga: Presiden Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat Hak Atas Tanah di Banten

Di bidang politik, diskriminasi dalam pandangan Amien ditunjukkan lewat politik pecah belah.

“Kalau temannya itu dibetul-betulkan, tapi kalau lawannya kalau bisa dipecah-pecah, dilemahkan,” imbuhnya.

Sedangkan diskriminasi bidang ekonomi, disebut Amien, ditunjukkan lewat semakin besarnya ketimpangan di masyarakat.

“Oxfam yang mengatakan ada 4 orang lebih tinggi kekayaannya daripada 100 juta rakyat miskin ini kan (dianggap) nggak ada apa-apa,” katanya.

Baca juga: Jokowi Bagikan KIP dan PKH ke 1.000 Warga Banten

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *