Akibat Korsleting Listrik, Pasar Kalodran Kembali Terbakar

oleh -0 views
Pasar Kelodran Kebakaran
Foto Istimewa

ANTERO SERANG – Warung kelontongan, yang terletak di Pasar Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang hangus di lalap si jago merah.

Api diduga berasal gesekan arus pendek kabel yang ada diatas warung kelontongan milik Jaelani yang putus sehingga membakar tempat berjualan kelontongan. Diperkirakan kerugian sekitar Rp30 juta.

Yadi (45) penjaga warung kelontongan menceritakan, dirinya tidak menyangka warung yang sering ia jaga hangus terbakar rata dengan tanah tidak hingga tak tersisa.

Dia mengaku tak pernah menduga akan terjadi kebakaran. Sebab, seperti biasa dirinya menutup kios pada pukul 17.00 WIB dan tidak ada tanda-tanda aneh. Bahkan di dalam warung tidak ada kompor ataupun yang mengakibatkan kebakaran. Namun, sekira pukul 19.30 WIB dirinya mendapat kabar warung kelontongannya yang ia jaga hangus terbakar.

“Tadi sore saya menutup warung seperti biasa mas, tidak ada api ataupun arus listrik, tapi kayanya arus listrik dari atas warung bersama kabel listrik saluran yang lainnya. Untuk kerugian saya kira capai Rp30 juta,” ucap Yadi, Jumat (1/6/2018) Malam.

Di tempat yang sama, warga Kalodran Cecep (35) menyatakan dirinya kaget melihat warung kelontongan tersebut sudah keluar api, dirinya bersama masyarakat setempat mencoba untuk memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya, namun api semakin membesar, pihaknya langsung melapor kepada Damkar Kota Serang.

“Kita mencoba memadamkan dengan warga setempat, tapi api semakin besar soalnya bahan di dalam warung dan kondisi warung banyak barang yang mudah terbakar seperti plastik dan lainnya sehingga api cepat membesar. Damkar telat ada sekitaran 30 menit telatnya,” cerita Cecep.

Kepala Damkar Kota Serang Uba Agus Mauludin mengatakan, kebakaran yang mengakibatkan terbakarnya warung kelontongan dan kantor pasar Kalodran diindikasi berasal dari arus listrik. Pihaknya menerjunkan 2 unit mobil pompa, 2 unit mobil tangki dan 1 unit mobil partoli.

“Kejadian ini tidak ada korban jiwa, untuk kerugian belum bisa diprediksi, kami masih mendalami,” singkat Uba.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *