Akhirnya, Bocah Malang Ditemukan Warga Tengah Menangis di Pinggir Jalan Dijemput Keluarganya

oleh -613 views

Bocah Malang yang Ditemukan Warga saat Dijemput Keluarga (Neneknya) 

 

ANTERO.CO LEBAK – Akhirnya, Balita atau anak dibawah lima tahun berjenis kelamin laki-laki berusia sekira 2,5 tahun sedang menangis ditemukan warga di pinggir jalan, tepatnya di areal perumahan Bumi Mas Sampay (BMS), Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, dijemput oleh keluarganya pada saat menjelang malam.

“Baru saja kami mau melaporkan ke pihak berwajib. Kemudian, datang seorang wanita yang mengaku nenek bocah tersebut,” kata Erat salah seorang warga di areal Perumahan BMS, Rabu (8/7/2020).

Dijelaskannya, setelah neneknya menjelaskan kronologi balita tersebut bisa keluar dari kediaman sanak familinya, akhirnya balita berjenis kelamin laki-laki yang usianya sekitar 2,5 tahun, diserahkan kepada wanita paruh baya yang merupakan warga Kampung Cikondang, Desa Cikululur, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

“Pada saat itu, tantenya tengah tertidur lelap. Terlebih, kondisi semua pintu terbuka lebar,” timpal Erat menirukan keterangan dari nenek balita tersebut.

Umi, salah seorang warga Perumahan BMS mengatakan, jika balita tanpa identitas yang ditemukan oleh sebagian warga, sudah dijemput oleh keluarganya pada saat menjelang malam, Selasa (7/7/2020) kemarin.

“Saya bersyukur jika balita tersebut sudah bertemu dengan keluarganya. Bahkan, neneknya yang menjemputnya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Balita atau anak dibawah lima tahun berjenis kelamin laki-laki berusia sekira 2,5 tahun diduga ditinggalkan keluarganya ditemukan warga di pinggir jalan, tepatnya di areal perumahan Bumi Mas Sampay (BMS), Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (7/7/2020).

Informasi diperoleh, penemuan balita 2,5 tahun tanpa identitas tersebut, dipicu dari jeritan tangisnya. Kemudian, salah seorang warga menghampiri bocah malang tersebut yang pada saat itu tengah berada di pinggir jalan.

Erat, salah seorang warga setempat mengatakan, sekitar pukul 10. 00 WIB, balita tersebut terlihat menangis dan berlari dari dalam perumahan seperti mengejar salah seorang keluarganya, dan hendak menyebrangi jalan.

 

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *