A. Tindak pidana pemlasuan surat terdiri dari tiga bagian yaitu

oleh -134 views

Antero.co – 1. Pemaludan surat dlm bentuk pokok, yaitu pemalusuan surat yg tdk memuat unsur yg memberikan atau meringankan, sebagaimana tertuang di dlm Pasal 264 KUHP

2. Pemalsuan surat dlm bentuk yg memberatkan, artinya sudah memuat unsur yg memberatkan sebagaimana tertuang dalam Pasal 264 KUHP Jo Pasal 266 KUHP.

3. Pemalsuan surat dlm bentuk yg meringankan, yaitu yg tertuang dlm Pasal 267 ayat (1) Jo Pasal 278 KUHP.

Untuk menentukan tindak pidana pemalsuan surat yg memberatkan dan meringankan harus ada keterkaitan Ancaman Pidana yg tercantum di dlm pidana pokok.

Oleh karena itu, di dlm Pasal 264 KUHP ancaman pidananya adalah enam (6) tahun, apabila pidananya lebih dari enam (6) tahun, maka tindak pidana tersebut dikategorikan merupakan tindak pidana yg memberatkan.

Sedangkan tindak pidana yang dikatakan tindak pidana ringan yang dibawah enam (6) tahun, dikategorikan tindak pidana yg meringankan.

Untuk ukuran yg dipergunakan untuk menyatakan tindak pidana yg memberatkan dan meringankan, harus dikaitkan dgn ancaman pidana yg terdapat di dlm pidana pokok.

*B. Di dalam Prakteknya pemalsuan surat terdiri dari dua (2) hal yaitu* :

1. Memalsulan Surat yaitu:
Tindakan atau perbuatan seseorg yg melawan hukum dgn mengurangi atau menambahkan isi surat yg sudah ada. (Perbuatan sesorg yg dgn sengaja mengurangi atailu menambahkan isi surat tersebut, menyebabkan kerugian pada pemilik surat tersebut).

2. Membuat Surat Palsu yaitu :
Tindakan atau Perbuatan seseorg dgn melawan hukum membuat surat palsu yg isi surat tersebut seolah benar, pada hal tdk benar.

*C. Pemalsuan dlm Bentuk Pokok*

Pemalsuan dlm bentuk Pokok diatur dlm Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.

Berbeda dgn Pasal 245 KUHP tentang memalsukan mata uang dan uang kertas.

Apabila seseorg dianggap telah memalsukannya (uang maupun uang kertas), maka org tersebut sdh melanggar Pasal 245 walaupun baru dilakukan, disimpan, diedar atau dibelanjakan, karna jelas dilarang dlm KUHP. ( desi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *