7 Hari Mengapung di Laut, Nelayan Korban Tsunami Selamat

7 Hari Mengapung di Laut, Nelayan Korban Tsunami Selamat
7 Hari Mengapung di Laut, Nelayan Korban Tsunami Selamat. Gambar: Ilustrasi

ANTERO.CO – Semua terjadi begitu cepat ketika gulungan ombak tsunami Selat Sunda mengempaskan kapal Ari Agus Arman Harmanto, Sabtu (22/12) lalu. Niat Ari untuk memancing ikan, kandas.

“Kapalnya hancur,” ujar Kadispen Koarmada 1, Letnan Kolonel (Laut) Agung Nugroho, melalui keterangan tertulisnya pada Senin (31/12).

Baca juga: Pantai Sepi, Perayaan Tahun Baru 2019 di Banten Pindah ke Pusat Kota

Ari menyelamatkan diri dengan menggantungkan hidup pada puing-puing perahu. Selama mengapung tujuh hari di perairan Pulau Panjang, Banten, Ari bertahan dengan memakan sisa-sisa biji ketapang dan air mineral yang ia miliki.

Nelayan itu akhirnya ditemukan oleh awak KRI Rigel, sebuah kapal Oseanografi milik TNI Angkatan Laut yang memiiki sensor bawah laut. Usai tsunami menerjang, Unsur Komando Armada 1 memang menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari dan mengevakuasi para korban selamat.

Baca juga: Tiga Petugas RSDP Serang Tersangka Pungli Jenazah Korban Tsunami

Ari dievakuasi dan dibawa ke Dermaga PT Indah Kiat Merak, lalu dilarikan ke Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas Mekarsari untuk pertolongan pertama.

“Nelayan tersebut ditemukan dalam kondisi stabil namun kurang gizi di perairan Pulau Panjang Kompleks Anak Gunung Krakatau Lampung, pada saat KRI Rigel – 933 melaksanakan survei Anak Gunung Krakatau,” ucap Agung.

Saat ini, tim gabungan dari unsur Polri hingga relawan terus mengevakuasi para korban. Data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (30/12) mencatat 431 orang meninggal dunia dan 7.500 lainnya luka-luka akibat bencana yang disebabkan aktivitas Gunung Anak Krakatau ini.

Baca juga: Mensos Janjikan Santuan Ahli Waris Korban Jiwa Bencana Tsunami Rp15 juta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini