PP MPC Cilegon Minta PT Selago Makmur Terbuka Soal Rekrutmen Tenaga Kerja 

oleh -20 views

PP MPC Cilegon Minta PT Selago Makmur Terbuka Soal Rekrutmen Tenaga Kerja 

 

ANTERO.CO CILEGON – Pemuda Pancasila (PP) MPC Kota Cilegon menyesalkan sikap tertutup dan tidak kooperatif dari PT Selago Makmur Plantation dalam momen perekrutan tenaga kerja yang berlangsung baru-baru ini.

Pemuda Pancasila MPC Kota Cilegon juga mendukung penuh gerakan dari masyarakat setempat baik di Kelurahan Gunungsugih dan Kecamatan Anyar, yang menuntut keadilan dalam rangka pemberdayaan masyarakat lokal oleh PT Selago Makmur.

“Kami mendukung penuh perjuangan elemen masyarakat di Anyer dan Gunungsugih dalam menuntut hak masyarakat lokal terkait peluang usaha dan pekerjaan,” ujar Eka W Dahlan, Sekretaris Pemuda Pancasila MPC Kota Cilegon, Kamis (18/3/2021).

Diketahui, PT Selago Makmur selama ini dinilai tak menghargai SDM Lokal dan juga tertutup dalam hal peluang kegiatan usaha. Keberadaan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit PT Selago Makmur Plantation Ini berada di wilayah Gunungsugih, Cilegon dan Kecamatan Anyar.

“Kami sudah mendengar ada keluhan dalam hal rekrutmen tenaga kerja ini, dan tidak boleh lah seperti itu. Kalau bersinergi dengan masyarakat lokal kan enak, jadi harus ada dampak positifnya keberadaan pabrik itu,” ujar Eka.

Dikabarkan bahwa PT Selago Makmur Plantation baru-baru ini melakukan rekrutmen tenaga kerja sekitar 20 orang, namun diketahui dari wilayah terdekat hanya menyerap 5 orang dari Gunungsugih, dan tidak ada sama sekali yang diterima dari Kecamatan Anyar.

“Perusahaan itu harus terbuka, masyarakat akan mendukung perusahaan itu kedepannya. Kalau tertutup, memblokir komunikasi dan tidak mengakomodir lokal, sepertinya ada kepentingan subjektif itu dari Manajemen HRD di dalam,” tegasnya.

Terkait tidak adanya laporan rekrutmen kali ini dari PT Selago Makmur Plantation kepada Disnaker, Eka juga mengecam hal tersebut.

“Setiap kebutuhan dan rekrutmen tenaga kerja oleh perusahaan itu harus dilaporkan ke Disnaker, status karyawannya apakah tenaga kontrak atau organik, prosedurnya bagaimana, data karyawan yang diterima, semuanya harus terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi,” imbuhnya.

Eka yang juga Praktisi Hukum ini menambahkan bahwa aspirasi dari masyarakat terdekat industri harus diperhatikan dan diprioritaskan oleh manajemen perusahaan. Karenanya, PP MPC Kota Cilegon juga mendukung langkah gerakan dari masyarakat Anyer kali ini.

“Gunungsugih dengan Anyer itu kan wilayah terdekat PT Selago, jadi satu kesatuan juga, secara administratif memang beda tapi kan secara kewilayahan, budaya dan kekeluargaan Anyer dan Gunungsugih sama-sama harus diberdayakan juga oleh industri,” tandas Eka.

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Anyer,  Eka Yulianto menyatakan, mengecam keras kebijakan manajemen PT Selago Makmur yang selama ini tidak menghargai SDM lokal.

“Awalnya kami warga sangat mendukung dan berharap besar terus tumbuhnya industri di sekitar kami, agar bisa membawa kebaikan, tapi faktanya bertolak belakang dari harapan itu. Tahun lalu kasus PHK puluhan karyawan lokal terjadi,  eh ternyata PT Selago malah merekrut karyawan dari luar daerah. Ini kan sudah menyakiti kami warga sekitar,” ungkap Eka kepada awak media, Senin (15/3/2021).

Kekecewaan serupa juga ditegaskan oleh Ketua Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Anyar, Ues Abu Bakar. Ues bahkan menuding adanya praktik nepotisme dan merendahkan SDM lokal dalam rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan PT Selago Makmur baru-baru ini.

“Ini jelas pelecehan dan menganggap rendah kualitas SDM lokal,” tegas Ues menambahkan.

Ues juga mengaku pihak Manajemen PT Selago Makmur Plantation selama ini menutup komunikasi dengan pihaknya. Karena itu, sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Anyer akan bergabung untuk gerakan aksi sebagai bentuk protes.

“Saya menilai telah terjadi diskriminasi terhadap pekerja maupun pengusaha lokal, karena itu terbukti dengan banyaknya tenaga kerja dan vendor dari luar daerah. Ada indikasi kuat, beberapa oknum manajemen bersikap nepotisme, menutup peluang usaha dan menganaktirikan potensi lokal di Anyer khususnya. Kami sudah mulai marah, dan jangan salahkan kami jika kami akan turun aksi dan mengusir mereka dari tanah kami ini,” ujar Ues lantang. (jar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *